Friday, July 3, 2009

the fake sharp drop

As predicted, people is amazed on sharp drop of yoy inflation from 6,04% to 3,65% which announced by statistics body yesterday. But, If we take a closer look to the data, the above 2% decline of yoy inflation is affected more by mtm deflation on early 2009, sharp rise of commodity prices on Q2-Q3 2008, and several colleagues suggest that it is related to base year change. So, the sharp drop of May-June inflation only explains economic condition in the past, but for now it is merely a technical issue, not economic. I predict that “the fake downward trend of May-June inflation” will continue to minimum on Q3-09. Future inflation (6mo to 1 year), will be slightly higher as economy recovers that expected, cyclical effects, and a technical issue (again).

2 comments:

Anonymous said...

agree...
Tapi poinnya apa yah? apa gunanya memiliki kemampuan memprediksi inflasi? kalo bisa prediksi harga saham kita bisa gain profit. Kalo inflasi???

rcm

Pakasa said...

Thanks untuk commentnya rcm.

Di sisi pemerintah, prediksi inflasi gunanya antara lain untuk perencanaan anggaran/kebijakan fiskal untuk mencapai tujuan tertentu sesuai fungsinya dalam ekonomi. Kalo dari sisi central bank, prediksi inflasi untuk penentuan suku bunga secara forward-looking untuk realisasi inflasi sesuai target(karena suku bunga baru ngaruh lama ke inflasi.

Kalo dari sisi korporat, prediksi inflasi berguna untuk perencanaan inventory, budgeting, pricing, dll. Selain itu, realisasi inflasi juga biasanya ngaruh ke sentimen pasar modal, karena itu prediksi inflasi juga berguna untuk gain profit / penentuan strategi di pasar modal. Makanya biasanya di bank atau sekuritas yang besar juga punya economist, yang jobdesk utamanya adalah forecasting, salah satunya ya inflasi.