Wednesday, December 9, 2009

Uang Koin Untuk Prita, Masa Depan Pergerakan Publik

Pagi-pagi dikantor saya, ada seorang OB keliling membawa wadah untuk mengumpulkan koin-koin untuk sumbangan. Saya tanya, "untuk siapa ini?", jawabnya,"untuk mba prita". Secara serentak teman-teman sekantor mengumpulkan koin-koin dan memasukkannya ke wadah. Kemudian, datang seorang rekan kantor membawa uang kertas, lalu mendadak si OB berkata, "jangan uang kertas, ini hanya untuk uang koin".

Tak tahu kegiatan ini akan meluas seberapa luas lagi. Tapi untuk setiap orang yang menyumbang uang-uang koin itu tentu bercampur rasa-rasa didalam hatinya, yaitu antara rasa kasihan, marah, aneh, dan seru. Semua itu bercampur sehingga membentuk sebuah pergerakan yang berawal dari facebook dan twitter, kini menjadi pengumpulan dana berupa uang koin. Hayugg kita ikut nyumbang, saya sih sudah...

2 comments:

Si Tepu said...

Gw sih rada skeptis dengan model pemberian dukungan seperti ini ya.

Eitsss, tunggu dulu, bukan berarti gw ini anti demokrasi ataupun anti pergerakan publik. Tapi bagi gw, pergerakan publik yang seharusnya muncul terkait dengan kasus Mbak Prita ini adalah pergerakan publik yang jauh lebih nyata dan bermanfaat daripada hanya sekedar aksi pengumpulan uang koin, yang pada akhirnya sangat rawan disalahgunakan oleh orang2 tertentu yang "secara sukarela" mengkoordinir pengumpulannya. Ok, mari kita jangan terlalu jauh membahas mengenai masalah "kemungkinan penyalahgunaan" ini, agar fokus bahasan bisa lebih terarah.

Nah, mari kita fokus kepada pergerakan publik tadi. Pergerakan publik yang lebih nyata seharusnya adalah berupa langkah-langkah yang diambil secara hukum oleh kita yang mengaku mendukung Mbak Prita. Cukup sudah penggunaan istilah "mendukung secara moral", karena menurut gw istilah tersebut hanyalah cocok digunakan oleh orang-orang yang pengecut dan tidak mau repot-repot membantu secara nyata kepada Mbak Prita. Marilah kita memberikan dukungan secara nyata, lewat jalur hukum, misalnya dengan membantu menyewakan ataupun menghubungi pengacara yang berkualitas (kalo perlu yang sekelas Bang Buyung ataupun Bang Todung). Atau bisa juga dengan mencari channel langsung kepada para Hakim dan Jaksa Penuntut Umum yang menyidangkan perkara ini, dengan mendatangi rumahnya secara baik2 dan meminta beliau menggunakan hati nuraninya sebagai pendekar hukum. Bagi saya itu masih jauh lebih bermakna daripada "hanya sekedar" mengumpulkan uang koin.

Apakah saya sudah melakukan hal tersebut di atas..???

Anonymous said...

Dari sudut pandang ilmu ekonomi, kasus prita menurut saya adalah seperti sebuah eksternalitas. Kenapa saya bilang begitu, adalah karna publik mau serentak membantu.
Kasus pencemaran nama baik,ato dugaan malpraktik bukan yg pertama di masyarakat, tp knp kasus prita bisa dapat bantuan yg besar dr publik. Ini menarik sebenarnya dikaji. Hans, klo gw rasa publik memang ada rasa ingin bantu sejak dulu, tp mereka bingung dan tidak bisa bantu sebesar yg lu sebut, sumbangan koin2 ini memang yg paling tepat bisa jangkau banyak level masy