Saturday, June 12, 2010

Marriage Model

In this paper I estimate empirical marriage model simultaneously considering endogenous regression and model uncertainty. I apply Bayesian methods with love as the prior and marriage as the posterior. The likelihood function assumed to follow binomial distribution (1: married, 0: not-married). The resulting maximum likelihood estimator for the probability of a man getting married to someone that he loves is 73.49%. On the other hand, the probability of a woman getting married to someone that she loves is only 23.12%. (Forthcoming: Journal of Economics of Love, No. x, 201x)

4 comments:

Carlos said...

Kal, di survey tersebut ada pertanyaan "berapa orang yg kamu cintai?" atau tidak? Gw rasa itu penting. Mungkin sebagai variabel control aja. Gw sih percaya bahwa cowok cenderung mendapatkan cintanya dari pada cewek. Tetapi gw gak percaya perbedaannya bisa sebesar itu :D

Chaikal said...

Los, this abstract only hypothetical, hehehe.. Mana ada love as the prior and marriage as the posterior, harus ada distribusi-nya.. Lagipula Journal of Economics of Love belum terbit karena Chief Editor-nya lagi kuliah, hahaha..

Pakasa said...

Kal, gw pernah baca2 ada tuh analisis 'sexual economics' atau identik dgn economics of love, terutama di bidang psikologi. Jd ibaratnya cowok adalah 'demand' dan cewek adalah 'supply'. Adjustment nya nanti akan menentukan price dan quantity di equilibrium. Dan segala macam 'distorsi' eksternal seperti budaya dan adat akan menggagalkan equilibrium yg efisien, dan mungkin bisa melandasi perbedaan cewek dan cowok dalam achieving marriage. Mungkin bisa jd landasan teori hypothetical paper ini. Hahaha

Chaikal said...

Ok Bung Pak, gw butuh banget tuh landasan teori, karena selama ini landasan teori-nya dari filsuf cinta si-rumahangin, hehehe..