Friday, April 9, 2010

Ngigau Jadi Juragan Baru di Dunia

Salah satu tulisan pada bagian Igauan dalam buku Isu dan Igauan yang diterbitkan oleh Badan Otonom Economica bercerita tentang seorang Indonesia yang dapat berlibur dengan mudah keliling-keliling Amerika Serikat meski pekerjaan sangat sederhana di Indonesia karena kurs rupiah jauh diatas dollar AS. Akankah igauan ini bisa terwujud? Dalam cerita di tulisan itu, Indonesia digambarkan sebagai negara pengekspor minyak bumi yang dominan. Kalau kita bandingkan kondisi cerita tersebut dengan realita terkini, hal itu mustahil. Pengekspor dominan minyak bumi di dunia saat ini adalah negara-negara timur tengah. Sehingga cerita itu bisa jadi kenyataan bagi penduduk timur tengah. Namun, belakangan ini penduduk RRC juga hampir mengalami hal serupa. Industri RRC menjadi sangat maju oleh karena ekspornya mendominasi dunia, tetapi bukan minyak bumi. Sayangnya, baru-baru ini terjadi krisis global sehingga negara manapun pasti pontang-panting mengurusi unemployment. Lantas negara mana yang penduduknya akan mampu seperti pada cerita igauan tersebut. Saya perhatikan, dalam tahun-tahun kedepan tetaplah negara-negara pengekspor energi yang tetap berpeluang. Apakah Indonesia punya peluang? Ya, Indonesia sangat berpeluang. Harga minyak bumi sudah pernah turun tapi kini kembali meroket lagi. Sebenarnya ini sebuah sinyal bahwa manusia akan mendekati situasi shortage of oil, atau mungkin sebenernya itu memang sudah terjadi. Jadi, minyak bumi pelan-pelan sudah tidak bisa diandalkan jadi sumber energi dominan dunia. Mungkin jawabannya adalah renewable energi seperti sawit, jarak, jagung dsb. Oleh karena itu saya mau lanjutkan igauan tersebut menjadi petani-petani sawit yang rada-rada "ngampung" tapi jalan-jalan ke amerika sambil kipas-kipas pake uang dollar karna udara pantai miami agak terlalu panas buat kulitnya. Hehe.. Silahkan lanjutkan sendiri igauan versi Anda sendiri.

No comments: