Tuesday, July 29, 2008

Apa yang sedang dilakukan Bank Mandiri?

Baru kemarin, Bank Mandiri disini, disini, dan disini menyatakan bahwa mereka akan menaikkan tingkat suku bunga kredit antara 1% hingga 2% pada semester II 2008. (interval nominal jelas dengan waktu yang rinci pula).

Saya langsung terkesiap hanya dengan membaca headline berita tersebut, yaitu bahwa dan mungkin tanpa disadari telah terjadi praktek kolusi (baca: price signaling).

Sinyal harga yang dilakukan perusahaan sebenarnya wajar apabila diperuntukkan bagi konsumen, tetapi pada saat bersamaan pengumunan kenaikan harga di media publik merupakan sinyal yang juga sangat jelas bagi para kompetitor (baca: 'kolutor'). Bank lain secara nyata akan membaca berita tersebut sebagai: ”Yok bareng-bareng naikkin harga!”

Secara pasti, dengan status Bank Mandiri sebagai bank dominan dalam industri perbankan dan pasar kredit yang bersifat captive market (calon debitor biasanya sudah jelas dan menginformasikan debitor tentang suku bunga melalui media publik sungguh-sungguh merupakan mekanisme yang sangat tidak dibutuhkan), sudah jelas apa sebenarnya yang sedang dilakukan Bank Mandiri.

6 comments:

Pakasa said...

price signaling pemimpin pasar yang berpotensi memunculkan price parallelism antar kompetitor nggak bisa dibilang 100% kolusi, tapi lebih pas disebut suatu bentuk dari tacit collusion, karena nggak ada perjanjian yang mumpuni atau bahkan sekedar gentlemen agreement yang murahan. Walaupun toh pasti akan membuat harga tinggi(dalam kasus ini suku bunga kredit), karena untuk bersaing harga dengan market leader sangat beresiko dan tidak menguntungkan dalam suatu permainan yang simultaneous (ini yang sedang gw pikirin sekarang, karena gw kurang setuju dengan stackelberg yang kelewat statis). Note: harga equilibrium di stackelberg lebih rendah dari cournot-nash.

Apakah tacit collusion haram dalam konsep antitrust? menurut gue sepertinya masih dalam perdebatan. Dalam antitrust economics, menurut gw salah, tapi dalam antitrust law.. nggak segampang itu.

Anonymous said...

anu..mas..anunya..copot..

Anonymous said...

ehheee
sori buat pesen diatas
buat yang ngerasa anunya copot, don't be offended

btw, emang kenapa yah kalo rate dinaekin? gapapa bukan.... masalahnya kalo rate gak dinaekin juga bank bisa kecekek gap funding-lending makin cekak

sukur2 deh mandiri mau naekin, bank laen ikutan...

Fajar said...

mas, ini bukannya emang udah sering mas omongin ya...masalah oligopoli di sektor perbankan dan masalah price signaling...
Pokoknya thesis mas chaikal emang is the best deh..
:p

Carlos said...

guys... mungkin kah tindakan bank mandiri ini sebenarnya adalah mengikuti himbauan dari BI dan Pemerintah???
karena khan di koran sudah mulai dibahas tuh, bahwa pada paruh kedua ini, Indonesia akan melakukan kebijakan uang ketat.

mohon gaffari memberi klarifikasi tentang ini??

Chaikal said...

Ya iyalah Paki, mekanismenya aja lewat media, masa explicit collusion..

Gw seneng banget tuh ketika lu bilang secara ekonomi dah jelas tapi secara hukum belum..

antitrust law kita masih ketinggalan jaman, di amerika kolusi bentuk ini jelas-jelas sudah diatur, dan persoalan ini juga makin rumit terlebih disebabkan industri perbankan masih dalam otoritasnya BI.

Gimana Pak.. kayaknya itu jadi tugas lu, bawa semangat KPPU ke BI, wehehe

Anwpak, kayaknya lu juga tuh yang harus jawab pertanyaan anonim, kenapa gak boleh naekin rate, ya dihubung-hubungin-lah sama monopoli power, dead weight loss, welfare loss, efisiensi, etc..

untuk carlos.. alasan Mandiri untuk naikin rate adalah rate SBI yang naik, aneh aja, SBI dimana-mana jadi alternatif portofolio (investasi) bank bukan biaya bank, dan lebih aneh lagi dalamberita tersebut Mandiri sedikitpun tidak menyebut-nyebut deposit rate (selama ini bagaimana dan mau dinaikkin gak kedepan)

jadi kalo memang mau patuh terhadap himbauan dan lebih efektif untuk kebijakan uang ketat seharusnya Bank menaikkan tinggi-tinggi deposit rate.. (atau minimal, one on one dengan suku bunga kredit)

Gitu carlos, kayaknya dah kepanjangan neh gw, lebih lanjut bisa dibaca lagi post gw tentang kredit perbankan deh ya, tq anw 4 the comments. setidaknya blog ini jadi rame lagi..