Friday, December 14, 2007

Cash Transfer VS In-Kind Transfer : Studi Kasus Program Raskin (Draft Diskusi)

Akan digelar diskusi dengan Pembicara Bung Chaikal Nuryakin (Staf Peneliti Lab Penelitian FEUI). Kali ini Bung Chaikal tidak berbicara mengenai konstelasi rasa cinta maupun asmara, sesuai bidang ahlinya, Economics of Love. Memang diskusi yang disajikan olehnya akan cukup memukau, tentunya dengan beberapa pertanyaan yang tersaji dalam draft berikut. Untuk lebih lengkap mengenai diskusi ini, bisa hadir di Bakul Koffie (Cikini), Jumat, 14 Desember 2007 pukul 19.00 WIB.


Program Operasi pasar Khusus (OPK) sebagai asal muasal Raskin merupakan satu dari beberapa program pemerintah dalam Program Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net). Seperti diketahui, program JPS di negara manapun seharusnya bukanlah program yang sifatnya sementara tetapi merupakan program permanen pemerintah. Oleh sebab itu, jika kemudian Raskin—sebagai program JPS—terus berlanjut setelah krisis memang seharusnyalah demikian.
Secara garis besar, bentuk JPS atau bentuk transfer pendapatan pada umumnya dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu dalam bentuk uang tunai (cash) atau barang (in-kind). Raskin dalam hal ini, dapat dianggap sebagai transfer pendapatan dalam bentuk in-kind. Jika memang terdapat bentuk lain (cash transfer) dalam melakukan transfer pendapatan, lalu mengapa Raskin yang dipilih untuk dilaksanakan dan berlanjut sampai sekarang?

Cash Vs. In-Kind

Secara garis besar ekonom berpendapat bahwa cash transfer lebih baik dari pada dalam in-kind transfer bentuk barang. Berikut adalah berbagai argumen mendukung program bantuan yang bersifat cash:
  1. Dengan adanya transfer tingkat daya beli, dapat menghasilkan efisiensi karena memindahkan perekonomian dari satu pareto optimum (tingkat kepuaasan) ke lainnya.
  2. Kecil kemungkinan terjadi distorsi harga.
  3. Penerima manfaat dapat cash transfer sesuai dengan kebutuhan masing-masing sehingga dihadapkan pada lebih banyak pilihan. Dengan pemberian uang tunai penerima manfaat tidak mengalami worse off karena mereka dapat menggunakan uang untuk membuat mereka better off. Dalam hal ini tidak ada unsur pemaksaan atau pengendalian perilaku oleh pemerintah.
  4. Biaya operasional lebih kecil dibandingkan transfer in kind.
  5. Lebih cost effective karena tidak ada biaya transportasi, penyimpanan, pembelian dan biaya distribusi lain.
  6. Tidak ada co-payment, kecil kemungkinan terjadinya risiko seorang penerima manfaat tidak bisa berpartisipasi dalam program ini.
  7. Mengembalikan daya beli kelompok miskin.
  8. In-kind transfer seringkali bermasalah mengenai kualitas bahan bantuan.
  9. In-kind transfer juga akan efektif jika barang yang menjadi objek transfer adalah barang yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat yang ditargetkan.
  10. Oleh karena terdapat proses distribusi maka in-kind transfer juga bermasalah dengan ketepatan waktu dan jumlah bahan bantuan apalagi proses distribusi bantuan ke daerah-daerah terpencil.

Sedangkan argumen yang tidak mendukung bentuk program cash diantaranya sebagai berikut:

  1. Kemungkinan terjadinya poverty traps: memungkinkan terjadi disinsentif untuk mencari pekerjaan dan berusaha mandiri supaya tetap tergolong dalam kelompok miskin dan masih termasuk dalam target penerima manfaat.
  2. Memang benar dengan cash transfer (uang tunai) yang diperoleh keluarga miskin akan menentukan preferensinya sendiri. Namun, apakah yang menjadi preferensi keluarga miskin adalah yang terbaik untuk keluarga tersebut?
  3. Lebih lanjut, oleh karena cash transfer tersebut umunya diberikan kepada kepala keluarga, yang umumnya laki-laki maka preferensi kepala keluarga diwakili oleh preferensi kepala keluarga tersebut yang, sekali lagi belum tentu mencerminkan preferensi yang terbaik bagi keluarga tersebut.
  4. Dengan demikian, ada kecenderungan bantuan tunai tersebut tidak digunakan untuk membeli barang-barang yang bermanfaat.
  5. Besar kemungkinan terjadinya korupsi karena sulit untuk dikontrol dan dimonitor.

Disamping perdebatan diatas, income transfer (transfer pendapatan), secara umum cash transfer, memiliki efek sebagai berikut:

  1. Eroding private transfers: karena ada bantuan dari pemerintah maka bantuan dari pihak keluarga besar ataupun pihak personal lain berkurang.
  2. Contaminating National Statistic Data: adanya insentif untuk tidak melaporkan data pendapatan, pengeluaran, dan konsumsi yang sebenarnya kepada BPS supaya masih termasuk dalam kelompok target penerima bantuan (terjadi under-reporting). Hal ini dapat menimbulkan bias under-reporting padahal data-data yang akurat dibutuhkan dalam program pengurangan kemiskinan
  3. Fostering Social Discontent: kesenjangan antara keluarga yang berada di bawah dan pada garis kemiskinan dengan keluarga yang berada sedikit di atas garis kemiskinan sangat kecil. Implikasinya terdapat adanya keluarga-keluarga yang akan mendapatkan keuntungan (windfall) sementara keluarga yang lain tidak. Hal ini dapat menimbulkan perasaan iri dan ketidakpuasan serta mengakibatkan kecemburuan sosial.

Raskin dalam Pandangan Cash VS In-kind


Seperti diketahui Raskin merupakan kebijakan subsidi pangan terarah (targeted food subsidy) sebagai kebijakan income transfer dalam bentuk barang (in-kind) untuk Keluarga Miskin, menjadi penting sebagai program Nasional. Dengan definisi seperti itu, Raskin sebenarnya tidak bisa dimasukkan murni kedalam bentuk in-kind transfer. Hal ini disebabkan adanya harga yang harus dibayarkan keluarga miskin untuk beras bantuan. Keadaan yang khusus ini jelas harus dipertimbangkan apakah memberi manfaat atau biaya yang relatif lebih besar/lebih kecil dibandingkan in-kind transfer.

Sebagai penyederhanaan, kita asumsikan Raskin sebagai in-kind transfer. Sehingga pertanyaan yang bisa diambil berdasarkan perdebatan Cash VS In-kind diatas yaitu bahwa Raskin:

  1. Program Raskin cenderung mendistorsi produksi dan konsumsi barang (beras) yang menjadi objek transfer.
  2. Program dalam bentuk in-kind umum dianggap tidak cost-effectiveness.
  3. In-kind transfer akan efektif jika barang yang menjadi objek transfer adalah barang yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat yang ditargetkan.

(chaikal)

6 comments:

bardjo said...

Bung Chaikal,
Buat tulisan lagi dong, sesuai bidang keahlian anda, Economics of Love.
Ditunggu loh

Chaikal said...

waduh mas, perlu diketahui "kata pengantar" dari beberapa draft diskusi di blog ini dibuat semenarik mungkin oleh bung Gaffari sehingga cenderung bersifat fiksi, termasuk pernyataan bahwa saya ahli-nya "economics of love" (jelas2 kalo dibilang ahli sangat keberatan rasanya... mungkin bisa dibilang saya hanya sebagai penggiat-nya saja.)

tapi apapun itu... pada akhirnya saya bisa bersyukur term economics of love bisa lebih tersosialisasi. dan ternyata beberapa blogger di sini maupun di-blog sebelah sangat mumpuni untuk menulis hal ini.

demikian,harap maklum.

Gaffari said...

Kal..menurut lo kalo cara untuk mengurangi penyebaran HIV AIDS melalui hubungan sex, lebih baik in-kind transfer (membagikan kondom) atau cash-transfer (memberikan dan untuk membelikan kondom)?

Apakah akan mengurangi utilitas?
Mana yang paling cost-effectiveness?

Gaffari said...

ralat: cash-transfer (memberikan dana untuk membelikan kondom)

fariz said...

aku mau komen beberapa soal efek dari cash transer :
1. Kemungkinan terjadinya poverty traps.

Disinsentif untuk kerja kan juga terjadi di in-kind, no? Kalo permasalahan insentif, kan kita bisa lihat beberapa artikel tentang imperfect information (terutama moral hazard). SIngkatnya, cash tranfer yang diberikan seharusnya sangat kecil sehingga hanya cukup memenuhi kebutuhan minimum. Benchmarknya mungkin gaji paling rendah di sektor formal/informal. Kalo bverdasarkan regulasi, bisa pake UMR, tapi aku nggak yakin semua gaji buruh diatas UMR ini.

Bener?


2. Contaminating National Statistic Data

Argumentasinya kan orang lebih bayak yang nggak kerja dan nerima cash transfer kan? Seharusnya over reported dunk? bener nggak?

Menurut ku (yang bukan anak ekonomi pembangunan, semua kelemahan cash transfer juga terjadi di in-kind transfer. Tapi secara ekonomi, sesuai dengan second welfare theorem, cash transfer itu lebih baik, karena cuma mengubah endowmemt sehingga alokasi yang kompetitif masih dapat terjadi.

Chaikal said...

far, far... pikiranmu itu loh, jelas-jelas transfer disini adalah bentuk social safety net kalo HIV diluar konteks lah ya..

tapi jika dipaksain masuk konteks maka jelas bentuk in-kind yang paling efektif, karena kalo dikasih uang nanti malah dipake buat apa gituh..

untuk fariz:
1. kemungkinan terjadinya poverty trap memang masih terbuka untuk in-kind tapi efeknya kan lebih dalam untuk cash. Jika dikasih cash, penerima akan merasa mendapat pendapatan tanpa bekerja dan 'pendapatan' ini bisa digunakan untuk memenuhi beberapa kebutuhan/keinginan terhadap barang atau jasa yang lain. sehingga efek disinsentifnya lebih besar.

2. pengertian under reporting disini menyangkut jumlah rumah tangga miskin dan sejenisnya.

Oleh karena biasanya untuk menentukan rumah tangga miskin diukur dari pengeluaran (pendapatan) rumah tangga tersebut maka jika rumah tangga ini mendapat transfer serta merta pengeluaran (pendapatannya) bertambah dengan demikian sangat mungkin dalam pencatatan berikutnya rumah tangga ini tidak lagi masuk dalam kategori miskin, padahal mungkin secara riil (dan kontinu) rumah tangga ini tetap rumah tangga miskin. Hal ini akan menyebabkan under reporting jumlah rumah tangga miskin.

Nah, diskusi kemaren juga telah menyoal hal ini, karena selalu dianggap jika BLT telah diberikan maka rumah tangga miskin akan berkurang.

Secara temporer mungkin iya, tapi tidak secara kontinu (permanen). Untuk mengeluarkan rumah tangga dari kemiskinan diperlukan usaha/kebijakan pelengkap terutama yang menyangkut kebijakan yang menjadikan rumah tangga memiliki sumber penghasilan (pendidikan, kesehatan).

Nah kebijakan apa yang sedemikian itu, apakah seluruh/sebagian solusinya ada di conditional cash transfer (CCT), dan/atau PKH, dan/atau P2KP dan/atau apa? apakah sebenarnya semuanya mampu secara konsep, tetapi tidak pada implementasi? atau apa?

he3, koq jadi gw yang nanya2, which one guys?