Thursday, November 25, 2010

back from dormant conditon 2

The Dynamics and The Role of Government

Memang jalanan Jakarta sangat ramah dengan orang-orang yang gemar melamun seperti saya. Saya tidak diberi kesempatan untuk melepaskan diri dari hobby ini selama masih tinggal di Jakarta. Apalagi kalau hari sedang hujan, saya diberikan keleluasaan yang optimal untuk melamun.

Lamunan saya masih seputar tulisan sebelumnya mengenai vegetarianism. Bagi pembaca budiman yang bosan, saya ijinkan untuk membaca postingan lain di Blog ini yang tentunya lebih berkualitas dan berbobot. Sebelumnya sekali lagi saya utarakan disini, bahwa posisi saya dalam hal vegetarianism adalah netral. Kebetulan saja lamunan saya entah mengapa selalu mengarah ke topik ini.

Recall dari tulisan terdahulu (bisa dilihat dibawah), fungsi konsumsi Mankind dalam kondisi normal adalah: XM = XPM + XHM + XIKM+ XIBM. Dengan tingkat pertumbuhan populasi M = ICM + GMN - XMN.

Mother Earth atau Planet Bumi memiliki kapasitas maksimum dalam menampung jumlah seluruh organisme hidup. Dalam set model tulisan ini, kapasitas maksimum dari Mother Earth (ME) adalah ME = P + H + C + IK + IB +M. Cukup logis apabila diasumsikan Mankind mendapatkan tampat khusus di hati ME karena kemampuan dan tingkah lakunya. Sehingga dalam memaksimumkan kapasitasnya, ME mengikuti fungsi:

max : ME Capacity

s.t : M dan XM

dimana M adalah fungsi pertumbuhan populasi Mankind dan XM adalah fungsi konsumsi Mankind.

Melalui derivasi dan penyelesaian menggunakan Lagrange, dapat diketahui jumlah Mankind Optimum serta jumlah Konsumsi optimumnya yang sesuai dengan ME capacity. Dalam hal ini mohon untuk tidak memaksa saya mengeluarkan hitung-hitungannya. Terus terang saya sendiri belum membuatnya. Saya hanya dapat membayangkan hasil akhirnya.

Analisa sebelumnya merupakan analisa statis. Sehingga terkesan dangkal dan kurang kontroversial. Dalam hal ini saya akan memaksa dimensi waktu untuk masuk kedalam model ‘kurang kerjaan’ ini.

Dengan memasukkan analisa waktu, modelnya menjadi sedikit rumit. Konsumsi mankind menjadi XM(t) = XPM(t) + XHM(t) + XIKM(t)+ XIBM(t). Sedangkan tingkat pertumbuhan populasi mankind menjadi M(t) = ICM(t) + GMN(t) - XMN(t). Salah satu logika yang mendasari dimasukkannya variabel waktu ini adalah adanya faktor musim. Dalam suatu rentang waktu tertentu Mankind akan mengkonsumsi katakanlah herbivore lebih banyak karena sedang turun salju. Namun bisa jadi ketika sedang musim panas, Mankind akan lebih banyak mengkonsumsi Ikan. Dengan set model demikian, fungsi optimalimasi ME menjadi

max : ME Capacity (t)

s.t : M(t) dan XM(t)

Hasilnya adalah jumlah Mankind Optimum pada time (t) dan konsumsi Mankind optimum pada time (t) yang dapat diterima oleh ME. Kemudian apa dampaknya apabila suddenly Mankind menjadi vegetarian? Fungsi optimalisasinya akan berubah menjadi

max : ME Capacity (t)

s.t : M(t) dan X’M(t)

dimana X’M(t) adalah Konsumsi Mankind dalam kondisi vegetarian.

Hasil dari derivasi dan penyelesaian fungsi lagrange-nya menjadi aneh dan tidak logis. Dalam hal ini saya menyimpulkan akan terjadi natural imbalance.

Analisa diatas bisa saja dikembangkan lagi kedalam dimensi ruang dan waktu, sehingga salah satu fungsi-nya menjadi M(it) dan XM(it). Namun penyelesaian masalah ini dengan ikhlas saya serahkan bagi siapapun yang punya waktu melamun lebih banyak dari saya.

The Role of Government

Sekarang bayangkan apabila secara serta merta hadir sebuah sindikat Mankind yang menamakan dirinya government. Sindikat Mankind ini memiliki tugas yang mulia, oleh karenanya berhak mengambil pajak dari Mankind lainnya. Government dalam hal ini mempunyai dua pilihan haluan kebijakan. Pertama adalah promote vegetarianism, kedua adalah ban vegetarianism. Government dapat menggunakan kebijakan moneter atau kebijakan fiskal untuk melakukan dua pilihan haluan kebijakan tersebut.

Apabila haluan kebijakan yang dipilih adalah promote, government dapat melakukan proyek penanaman Plant (P) secara besar-besaran atau memberikan subsidi pada P. Sedangkan untuk haluan kebijakan ban, government dapat menerapkan pajak bagi P atau subsidi bagi herbivore (H).

Karena tulisan ini sudah demikian panjang, saya akan persingkat analisanya langsung pada kesimpulan. Pada haluan kebijakan promote, hasil dari kebijakan government akan mempercepat proses “vegetarianisasi”. Dengan kata lain, government akan speed up pencapaian natural imbalance. Sedangkan untuk haluan kebijakan ban, kebijakan pajak bagi P dan subsidi bagi H akan menimbulkan lonjakan populasi pada H. Which in return akan menimbulkan natural imbalance. Either way, kebijakan government akan berujung pada natural imbalance.

Sebagai penutup dari tulisan ini, poin penting yang dapat dijadikan diskusi adalah kemunculan government yang in the end selalu menimbulkan natural imbalance. Apabila Mankind dibiarkan left alone, turn around ke fungsi konsumsi semula dapat langsung dilakukan apabila benar menjadi vegetarian akan menimbulkan natural imbalance. Sedangkan dengan adanya government, turn around tersebut bisa jadi lebih lama atau kearah lain yang juga imbalance.

1 comment:

Carlos said...

masi partial eq. tampaknya nih? bagaimana hubungan antara natural dan non-natural? thanks