Thursday, July 9, 2009

Quick count: 24%, 60%, 16%; Resmi 1 putaran?

Hasil quick count pemilu presiden kali ini adalah menunjukkan bahwa pasangan mega-pro mendapat 24%, pasangan SBY-Boediono 60% dan pasangan JK-Win 16%. Sambil menunggu hasil resmi dari KPU, muncul pertanyaan apakah hasil quick count bisa dipandang sebagai pertanda resmi tidak akan ada pemilu presiden putaran kedua? Untuk membuktikan hal ini maka kita bisa memakai pendekatan matematis.

Jumlah pemilih pemilu kita saat ini kurang lebih adalah sekitar 120 juta orang. Secara hitungan kasar maka untuk mengetahui apakah akan ada pemilu kedua adalah apabila ada kemelesetan hasil quick count sebesar 10% lebih pada quick count pasangan SBY-Boediono sehingga suara pasangan tersebut tidak memenuhi untuk menang dalam satu putaran.

10% suara dari 120 juta pemilih adalah 12 juta suara. Oleh karena itu perlu ada kemelesetan hasil quick count yang sangat besar dibanding hasil perhitungan resmi. Meskipun quick count tidak melibatkan perhitungan suara sebanyak itu, tetapi persentasenya adalah sebuah gambaran dari jumlah suara sesungguhnya. Jadi, Apakah mungkin quick count meleset sebesar itu???

3 comments:

farindra said...

Ada sebuah lembaga survey (yang keknya dibayar sama Prabowo) yang ngerilis kalo Mega-Pro dpt 38%, trus JK 32% dan SBY 20%an kalo ga salah.

nah, gimana tuh?

Letjes said...

farindra di blog ini pernah ada post tentang wisdom of the crowd (WOC). berdasarkan WOC ini, aku 100% yakin lembaga itu ngawur bikin quick count-nya.

Carlos said...

beberapa hari lalu ada debat menarik di metro tv yang bilang bahwa survey/polling terkadang juga diselewengkan demi untuk mendapatkan perhatian dari publik/untuk bikin terkenal seseorang. Karena yang namanya metode sampling mudah sekali untuk diselewengkan sesuai keinginan si pembuat.