Monday, December 15, 2008

Bilamana The FED Potong Bunga Hingga 0,5 Persen

Wacana untuk kembali menurunkan suku bunga the FED (bank sentral amerika) sudah nyaring berbunyi dimana-mana, bahkan target penurunan hingga 0.5 persen dah disebut-sebut oleh Mr.Ben (gubernur the FED). Lebih dari itu, Ben juga mengatakan ada peluang suku bunga the FED bisa turun hingga 0 persen atau bahkan level persen negatif.

Apa akibat dari penurunan suku bunga the FED tersebut pada ekonomi Indonesia?

Pada dasarnya kebijakan penurunan suku bunga adalah untuk menurunkan cost-of-borrowing dan meningkatkan jumlah uang beredar dalam perekonomian. Kedua-dua tujuan tadi adalah demi menggerakkan roda sektor riil. Tapi ternyata obligasi pemerintah AS yang bersuku bunga 0 persen pun masih laku terjual. Ini berarti tingkat resiko memegang uang di AS lebih tinggi daripada time-value of money yang hilang akibat inflasi. Secara sederhana, bisa kita katakan bahwa, orang amerika sudah kurang percaya memasukkan uangnya ke dalam bank lagi sehingga mencari tempat yang lebih aman selain di bank. Jadi apakah kebijakan penurunan suku bunga akan efektif pada kondisi time-value of money sudah mulai di-ignore???

Indonesia bila suku bunga di AS turun lagi menurut saya perlu hati-hati di sektor riil, mungkin dalam kondisi normal bila suku bunga AS turun maka Indonesia akan kebanjiran aliran modal dari luar negeri. Namun dalam situasi krisis seperti sekarang, hal itu menjadi unlikely. Kemungkinan terbesar adalah sektor riil menjadi makin sulit untuk cari sokongan dana dari luar negeri. Lebih-lebih berharap meningkat kembalinya ekspor Indonesia ke AS, saya rasa hal itu mustahil selama periode krisis ini.

Yang terbaik saat ini, bila mana suku bunga the FED turun adalah ikut menurunkan suku bunga dalam negeri sambi diiringi peningkatan financing dalam negeri untuk sektor-sektor ekonomi yang bersifat vital.

Akhir kata, banyak poin dalam tulisan ini yang bersifat pandangan pribadi, jadi mohon dikritisi. Terima kasih.

7 comments:

Letjes said...

pertanyaan los.
1. dg melihat kondisi AS,km bilang kebijakan penurunan suku bunga tidak akan efektif. tp di akhir km sarankan Indonesia untuk menurunkan bunga. terliat agak sdkt inkosisten. ato lbh tptnya krng penjelasan di bag indonesia.

2.bs dijelaskan ttg bgmn meningkatkan financing DN? financing DN apa yg bs dioptimalkan?

Gaffari said...

Kalo seperti ini situasinya mmg sulit. Penetapan suku bunga tidak hanya menunjukan time-value of money, namun juga mencerminkan tk resiko.

Suku bunga meskipun nyaris 0 persen,namun ini tdk mcerminkan resiko sesungguhnya. Wajar jk t-bills yg msh diminati,krn mmg tk resikonya kecil dan jg djamin oleh negara.

Spread suku bunga yg makin tinggi blom tentu jg dengan mudahnya aliran modal kembali masuk ke domestik secara lgsg, karena masing-masing lebih berusaha menjaga keamanan likuiditasnya.

Yang mesti dilakukan di Indo adalah bagaimana ttp menjaga likuiditas tetap mencukupi.

Anonymous said...

hmm...bung chaikal kayaknya akan lebih mantap kalo yang jelasin ini, gimana kal?

Carlos

Chaikal said...

Nah kalo dah diminta baru saya akan menjelaskan, tapi pengennya ketemu langsung ye, he3 (jual mahal..)

gw hanya menyesal, secara konsep umum, beberapa pembahasan sebenarnya sudah ada dan dibahas pada posting2 sebelumnya, termasuk masalah ideologi-sistem ekonomi, dan tingkat suku bunga..

Selalu diingat kawan, yang penting bukanlah term nominal tetapi riil. untuk kasus fed fund rate maka secara riil nilainya positif carlos (betul gak, silahkan direnungi kenapa)

dengan pertimbangan ini, jelas2 ada return untuk memegang tbill atau tidak memegang uang sekarang, i.e. konsumsi dipending aja lah yaw (silahkan direnungi kenapa)

demikian, kalo kurang jelas, diskusi mungkian akan diadakan lagi minggu ini secara fajar akan pulang 18 Desember.. Welcome home fajar..

Letjes said...

yaa.. chaikal as usual..gk pernah tuntas dlm bercerita.. dan akhirnya gk menjelaskan apa2.

analoginya:

dosen ditanya di kelas oleh mahasiswanya.

Dosen: yah bukankah bla bla bla (2 kata atau maksimal 5 kata), tapi silahkan kalian renungin kenapa..??

Mahasiswa: !@#!@$??? tapi kita tahu lengkapnya gmn pak?

hening slm beberapa detik.....

Dosen: kyknya sy akan jawab dg lebih lengkap klo dijawab di hari senin kliwon depan sambil minum kopi di starbucks. sampai jumpa minggu depan guys...

Note buat bung chaikal: bung, penikmat blog ini bukan hanya kt doank. ada orang laen yg tentu juga pengen mendengarkan penjelasan yg tuntas dr dirimu.

gk ada salahnya kok bung berbagi ilmu dg orang. it makes you richer not poorer.. (hehehe... bag ini skdr bumbu provokasi)

Anonymous said...

Meski nominalnya nol tapi riilnya jadi positif karena less-risk, begitu khan maksudnya? Iya gw setuju dengan penjelasan itu.

carlos

Chaikal said...

Waduh bung, disana ada syarat ketemu langsung. Kalo di kelas ya udah ketemu langsung. Ini hanya bumbu provokasi aja biar ngopi-nya diadain lagi..

Untuk Carlos, jawabannya masih kurang tepat, he3, sorry...

clue-nya ada di comment terhadap salah satu tulisan Gaffar yang di-posting bulan Mei.. (so mistis)