Tuesday, December 9, 2008

UU Anti Pornografi disahkan oleh Presiden: So what????

Presiden SBY menandatangani UU Antipornografi dan pornoaksi, hal ini mengundang reaksi keras terhadap dirinya yang tidak mengindahkan rasa pluralisme di Indonesia, seperti diungkapkan di sini.

Tidak hanya itu, kita juga mulai mengetahui ternyata kinerja para penasihat presiden tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Adnan Buyung Nasution seperti ditulis di sini, tidak merekomendasikan SBY untuk menandatangani UU tersebut, namun ternyata SBY malah menandatangani UU tersebut.

Beberapa pertanyaan:
1. Apa kita perlu khawatir dengan UU tersebut? Banyak juga UU yang ada ujung-ujungnya melempem dalam pelaksanaannya, law enforcement yang rendah!
2. Apa ini salah satu cara SBY untuk mencitrakan diri untuk mendapat suara dari mayoritas Muslim yang fundamentalis? Apa memang demikian? Toh AA Gym poligami aja malah jadi kagak laku lagi sekarang.
3. Apa lagi lah fungsi dewan penasihat presiden kalo banyak sarannya dari mereka ujung-ujungnya tidak dipakai. Khawatirnya ke depan hanya kumpulan panti jompo para teknokrat atau pembisik yang fungsinya bener-bener cuma "berbisik-bisik" tanpa ada advice yang kuat dan greget.

6 comments:

Pakasa said...

set.. penuh emosi
emang gimana sih bunyi pasalnya yang dimasalahin?

Kalo menurut gw, seperti diskusi yg sudah dahulu kala.. mungkin sebenernya maksud UU tsb bagus, tapi sangat riskan diterapkan di Indo, karena multikultur dan disini orang2 juga masih menganggap wanita itu objek - bukan subjek, atau halusnya "sekunder". Jadi prediksi gw akan sangat merugikan perempuan.

Kalo gak salah, disalah satu negara eropa, kroasia atau apa gitu lupa, menerapkan "sex purchase law".. kalau ada prostitusi, yang dihukum itu konsumennya, bukan prostitute-nya. Faktanya, impactnya sangat bagus, secara signifikan mengurangi perdagangan perempuan. Nah.. gw lebih setuju seperti itu.

yah karena udah disahkan, kita harapkan saja "enforcement"-nya sudah melalui adjustment yang masuk akal dan adil bagi semua pihak..

Masalah cari suara u/ pemilu, wah gak ngerti gw.. tapi yang fundamentalis pasti suaranya lebih keras, tapi belum tentu lebih banyak

Bagaimana komen dari bung letjes yg di watimpres?

Letjes said...

krn dipancing pakasa, aku jd comment jg nih..

bung gaff menulis "kita juga mulai mengetahui ternyata kinerja para penasihat presiden tidak berfungsi sebagaimana mestinya."

lalu "Khawatirnya ke depan hanya kumpulan panti jompo para teknokrat atau pembisik yang fungsinya bener-bener cuma "berbisik-bisik" tanpa ada advice yang kuat dan greget."

kesan yg aku tangkep dari argumen bung gaff, wantimpres (dlm hal ini ABN) tidak bekerja sebagaimana mestinya, tidak punya advice yg kuat dan greget.

untuk kasus ini sy gk setuju dg bung gaff krn sy tahu perjuangan ABN benar2 keras. dan sy yakin dia pny advice dg dasar argumen yg kuat.

cuma memang dlm pelaksanaannya wantimpres kan hanya menjadi the devil's advocate. keputusan ada di tangan presiden berdasarkan apa yg dibikin oleh kabinetnya. ibaratnya, wantimpres against the whole cabinet + desakan2 lainnya terkait transaksi politik ataupun uang.

info: terkait dg kasus ini gosipnya ada keinginan dari ABN untuk mundur dari wantimpres.

klo posisi-ku ttg UU pornografi sudah jelas. UU ini tidak sepatutnya ada.

btw sy kira kita tidak bisa sepenuhnya cuek dan bilang so what bung. krn keberadaan UU ini bisa menjadi faktor pemicu disintegrasi bangsa. kt tidak bs tinggal diam. langkah judicial review ke MK harus dilakukan.

Gaffari said...

Masalah disintegrasi bangsa, mgkn bisa jadi kayak apa yg dibilang pakasa, penerapan UU ini ujung2nya ada adjustment buat masing2 daerah..tapi bakal lucu kalo ternyata akan muncul berbagai dualisme atau semacam affirmative action untuk region2 tertentu....

Bingungnya kok makin banyak ya urusan moral mulai diatur sama negara..padahal kan kita negara sekuler..Hehehehe....

Seperti bait dalam lagu Iwan Fals:
"...urus saja moralmu, urus saja akhlakmu..."

Judul lagunya gue lupa Huahahaha.........

Luthfi said...

Wah asik juga ney...kritik sana kritik sini..gwe juga mau ikutan ah karena dipancing firman dan pakasa.

Fungsi wantimpres mah masih lumayan jelas kayaknya. yang justru gak jelas itu fungsinya Bappenas. Gwe gak tau posisinya dalam struktural negara ini, tapi kajian-kajian dan penelitian-penelitian yang mereka lakukan kayaknya gak ada manfaatnya.

gwe pernah bertanya sama internal depkeu perihal besaran subsidi. kalo andaikan Bappenas melakukan studi mengenai subsidi, apakah hasil dari studi itu akan dijadikan rujukan oleh Depkeu?
jawabannya adalah tidak. studinya dibuang ke sampah juga tidak apa-apa karena tidak ada konsekuensi administrasi.

jadi what actually Bappenas do for our country?

Letjes said...

wah bung luthfi menyimpang nih arah diskusinya.. peran bappenas? akan dirubah seandainya aku "jadi" masuk ke sana.. hehehe

back to wantimpres.. wantimpres kembali makan korban.. stlh syahrir skrg ali alatas.. innalillahi wa inna ilaihi ro'jiun.. SBY nih harus bertanggung jawab

Carlos said...

ikut berduka atas meninggalnya Pak Ali..