Sunday, December 7, 2008

Pragmatisme Ideologi Ekonomi

Krisis keuangan global yang terjadi bermula dari krisis kredit perumahan di Amerika Serikat, seakan pendulum ideologi ekonomi dunia kembali bergerak. Terkadang mengherankan untuk negara-negara maju yang mungkin mengusung liberalisme dalam ekonomi, dalam artian mengurangi intervensi pemerintah dalam ekonomi, dikarenakan campur tangan pemerintah adalah penyakit yang mengakibatkan keseimbangan pasar menjadi tidak efisien, seakan-akan semuanya menjadi tergoyahkan.

Hari-hari ini kita, menyaksikan betapa lembaga keuangan swasta berkelas dunia berteriak mengaharapkan bailout. Sekitar 700miliar USD telah dikeluarkan oleh Pemerintah AS untuk mengurangi dampak krisis ini yang semakin dalam. Begitupula di sebagian besar negara-negara Eropa.

Hari-hari ini kita kembali tertegun, bahkan merenungkan kembali apa yang pernah diusung oleh Adam Smith ataupun Friedrich Hayek. Seharusnya, keseimbangan pasarlah yang menentukan siapa yang pantas bertahan dalam pasar itu sendiri. Okelah dengan alasan mencegah snowball effect yang terlalu dalam dari krisis ini sebagai alasan melakukan bailout dan campur tangan pemerintah. Kalo demikian, buat apalagi ada keseimbangan pasar? Toh, yang sudah tak pantas bertahan masih dipertahankan!

Hari-hari ini mungkin kita kembali melihat Keynes tersenyum, atau bahkan sedang tertawa terbahak-bahak, di mana peran pemerintah kembali dielu-elukan untuk memperbaiki kegagalan pasar. Mungkin itulah siklus pargmatisme ideologi ekonomi dunia, yang selalu bergerak ke mana arah yang lebih menguntungkan.

Ibaratnya, ketika pasar berjalan dan menghasilkan keuntungan yang besar pada pelaku-pelakunya, semua berteriak butuh liberalisme ekonomi yang mengurangi sedikit peran pemerintah dalam pasar, bahkan seakan-akan semua menjadi penganut ekonomi liberal paling konservatif di dunia ini.

Namun ketika pasar berjalan tidak seperti yang diharapkan dan kerugian material secara signifikan dihadapi oleh para pelakunya, maka semua berteriak meminta campur tangan pemerintah untuk terselamatkan dari krisis yang semakin parah. Seolah-olah semua adalah pengikut aliran Keynesian paling ekstrim di dunia ini.

Lalu, mau apa sebenarnya ideologi ekonomi dunia ini????

4 comments:

Carlos said...

Ideologi dunia saat ini mungkin adalah,"apa aja yang penting selamat" .. cocok gak gaf???

Luthfi said...

menurut gwe seh normal2 aja far. masalahnya kita ngomongin ilmu sosial yang berhubungan dengan manusia.
cth lebih mikro-nya adalah ketika bawahan ketawa pada lelucon atasan yang sebetulnya tidak lucu.

atau misalkan pada suatu studi yang bekerjasama dengan lembaga negara, hasil dari penelitian adalah "cabut subsidi BBM". namun karena hubungan baik dll, hasilnya berubah menjadi "pengurangan subsidi BBM".

Gaffari said...

kalo pura2 ketawa tapi sbnrnya joke bos lo nggak lucu sih mmg jagonya elu kan?

hahahahaha...........

so, kapan nih ngumpul2 lg?
gw tggl 25-29 des ada d jakarta.

Letjes said...

ada yg bilang.. in the end we are all keynesian.. except maybe me and some other people.. hahaha.. gk jelas..