Thursday, March 6, 2008

The Delusion of Obamanomics

The Economist said, “For a man who has placed “hope” at the centre of his campaign, Barack Obama can sound pretty darned depressing.”

Just look at this video:



But hey, where are all those his economic programs?

You’d be better to look at his website rather than listen to his speeches, there are plenty of intelligently designed, reasonably centrist proposals to be found (or download his economic policy plan in pdf one).

The Economist said:

"The sad thing is that one might reasonably have expected better from Mr. Obama. He wants to improve America's international reputation yet campaigns against NAFTA. He trumpets “the audacity of hope” yet proposes more government intervention. He might have chosen to use his silver tongue to address America's problems in imaginative ways—for example, by making the case for reforming the distorting tax code. Instead, he wants to throw money at social problems and slap more taxes on the rich, and he is using his oratorical powers to prey on people's fears."

"Mr. Obama advertises himself as something fresh, hopeful and new. But on economic matters at least he, like Mrs. Clinton, has begun to look a rather ordinary old-style Democrat."

On the different note, a Singaporean blog wrote that "Obama is not fit to lead" in here


What do you think guys?

6 comments:

Letjes said...

wahwahwah.. bung gaff lagi sering baca the economist ya..

klo merujuk pada artikel yang ada pada the economist, ada kekhawatiran dr majalah tsb pada isu2 populis (cenderung ke kiri)yang dibawa kedua calon dari demokrat (bukan hanya obama saja).meski dlm artikel itu pula the economist menunjukkan ini semata-mata alasan pragmatis (massa demokrat suka isu2 spt itu). pas di masa-masa general election, mereka pasti mulai kembali ke tengah, the economist bilang.

sebenarnya perdebatan antara soal ekonomi yang dibawa oleh kedua calon banyak sekali terjadi. paul krugman, misalnya, dia adalah orang yang aku lihat bukan pendukung obama, terutama soal health care (a.l. cek disini http://www.nytimes.com/2008/03/03/opinion/03krugman.html?ex=1362200400&en=b0663ba42964651d&ei=5124&partner=permalink&exprod=permalink). Sementara di sisi lain ada orang spt robert reich (cek di http://robertreich.blogspot.com/2008_02_01_archive.html). di masalah trade, ada jagdish baghwati yang lebih condong pada obama (cek disini http://www.ft.com/cms/s/0/f24fa1c4-e92b-11dc-8365-0000779fd2ac.html) the economist sendiri di artikel ini condong ke obama. baik di soal mortgage atau health care.

nah klo aku jadi warga AS aku cenderung memilih Obama. Kenapa? ada beberapa editorial menarik yang membandingkan obama dengan ronald reagan. Intinya, yang paling penting dibutuhkan oleh seorang pemimpin adalah kemampuan dia menggerakkan rakyatnya, memberikan inspirasi pada rakyatnya, bukan soal teknis. krn soal teknis pasti ada orang2 di bawahnya yg akan ngerjain.

nah disisi kemampuan menggerakkan rakyat, aku kira obama dan pidatonya yang paling oke dibandingkan dengan kandidat lain. klo disana dia dibandingkan dengan JFK, disini mungkin sebanding dengan bung karno. dari sisi teknis pun, tim ekonominya dipimpin oleh ekonom chicago yang sangat akademis. dan yang terpenting liberal, gk klh dg tim2 ekonomi lainnya.

sedikit aku wrap up, teknis dan rencana ekonomi, aku kira masing2 kandidat punya keunggulan dan kelemahan yang sangat debatable. tapi kemampuan Obama menggerakkan orang melalui pidatonya, tidak ada yang sehebat obama. that's why i'll go for obama.

Gaffari said...

Menjelang Pemilu 2009, sepertinya Indonesia masih juga belum punya sosok calon presiden yang kemampuan oratoricalnya seperti Obama, dan juga mampu membius pendukungnya dengan semangat yang menggugah.

Seperti Bung Karno dengan "Revolusi"nya, Obama datang dengan "Hope", "Change", dan "Yes We Can." Padahal sebenarnya kata-kata anekdoktal itu terlalu menggambarkan hal secara abstrak.

Jangan sampai apa yang diutarakan tidak seindah apa jadinya nanti.

Hmm..setidaknya SBY masih sempat menciptakan lagu..

Fauzan Zidni said...

ah, saya malah berfikir lain...
politik amerika itu bukan berdasarkan suara rakyat sebenarnya... tapi kepentingan2 modal. mungkin analisa jeffry winters tentang analisa kuasa modal terhadap politik paling pas menjelaskannya...

memang Obama luar biasa sekali membangung masa dan mengumpulkan donasi receh hingga lebih dari 1 juta orang, bandingkan dengan clinton yang mengandalkan kelompok lobyist...

saya justru melihat, Obama akan jadi another Kennedy, yang akan ditembak mati... bagaimanapun keputusan keluar dari Iraq akan menyusahkan bisnis militer (bukan militer yang berbisnis sperti di indo) yang luar biasa kuatnya.

meskipun pro Obama, saya cuma kasihan melihat seorang yang hebat akan mati...

hehehe

Fauzan Zidni said...

buat gafari, blog singaporean mind jangan dijadikan rujukan... itu pikiran standar singaporean yang g peduli sama orang lain, pro PAP secara ekstrim, dll...
baca saja tulisan2 dia di awal2... hahaha gw aja ketawa2...

Gaffari said...

Wah cocok dong orang Singapore itu ketemuan sm orang kayak lo zid di sana...Hahahahaha....

Gw juga dapet url blognya setelah ngutak-ngatik dari blog lo kok....

Fauzan Zidni said...

hahahaha....
gw gak peduli sama PAP. cuman ada beberapa hal yang bisa diambil pelajaran dari singapore...
hihihiih... sial lu, gw dibilang cocok sama dia...