Tuesday, March 18, 2008

Ekonom VS Sosiolog

Prof. Gary S. Becker, the Nobel Laureate in Economic Sciences 1992 dari University of Chicago, merupakan tokoh yang mempopulerkan bagaimana teori-teori ekonomi mampu bersinggungan dengan berbagai disiplin ilmu sosial lainnya seperti sosiologi, demografi dan kriminologi melalui penilitian-penelitiannya.

Arus pemikirannya sedikit menentang mainstream umum para kawakan ekonomi di University of Chicago yang seringkali menganggap faktor-faktor non-ekonomi dianggap konstan (ceteris paribus).

Ekonom
Kekurangan seorang ekonom adalah terlalu menggantungkan diri pada data-data sekunder hasil diseminasi lembaga-lembaga pemerintah yang menurutnya seringkali meragukan keakuratannya, bahkan yang mengumpulkan data-datanya pun juga seringkali meragukan hasil data collecting yang dilakukannya (seperti kondisi di Indonesia salah satu contohnya). Menurut Becker, analisis-analisis para ekonom terlalu menggantungkan pada data-data massal yang dianggap tidak menjamin penggambaran kenyataan yang terjadi sebenarnya.

Sosiolog
Sosiolog dapat dianggap lebih kreatif dalam penggunaan data-data, karena pada umumnya melalui survey langsung di lapangan. Dengan demikian menurut Becker, analisis sosiolog dianggap lebih realistik, dan ini berguna untuk mengoreksi atau melengkapi analisis ekonomi melalui data lapangan hasil survey mikro yang mendalam.

Secara tidak sadar, apa yang dilakukan Becker mengakibatkan terjadinya invasi ilmu ekonomi terhadap ilmu sosiologi. Dengan mengadaptasikan tools yang ada dalam ilmu sosiologi ke dalam perangkat analisis ekonomi, membuat ilmu sosiologi menjadi tidak lagi berguna, yaitu berbagai aspek sosiologis dan bahkan antropologis menjadi sudah ter-cover dengan ilmu ekonomi.

Bahkan ada hal yang lebih ekstrim, seperti apa yang diungkapkan Frank Knight, yang juga professor di University of Chicago dalam pernyataannya seperti dikutip oleh McDonald (2000), page 19:Sosiology is the science of talk, and there is only one law in sociology. Bad talk drives out good talk.

Tapi menurut saya, apabila sering melihat dialog-dialog di TV akhir-akhir ini, terutama perbincangan para ekonom partikelir yang pendapatnya tidak didasari landasan yang kuat, bisa saja Frank Knight akan mengubah pernyataannya tersebut: “Economics is the science of talk, and there is only one law in economics. Bad talk drives out good talk.”

1 comment:

LM said...

Well done, we both agree that computations are needed to form a conclusion...sociology and economics are both interesting for me, despite how some people put it :)