Wednesday, June 18, 2008

BI: Pertumbuhan Ekonomi atau Inflasi?

BI memutuskan untuk kembali menaikkan BI-rate menjadi 8,5% dan tidak menutup kemungkinan akan kembali menaikkannya hingga level 9%, mengingat tekanan inflasi yang begitu besar. Bahkan prediksi yang ada memperkirakan inflasi akhir tahun akan ada pada level 11,5-12,5%.

Keputusan BI menaikkan BI-rate ini, di satu sisi menuai pujian, di sisi lain disayangkan, terutama oleh pemerintah yang menganggap keputusan itu akan berpengaruh besar terhadap target pertumbuhan ekonomi.

Memang, seperti terlihat pada grafik di bawah, jelas ada trade off dari pilihan kebijakan yang harus diambil. Di saat ekspektasi inflasi 3 bulan dan 6 bulan ke depan sangatlah tinggi, ekpektasi terhadap perekonomian (growth) 6 bulan ke depan terus menurun.


Tapi tetap, pilihan kebijakan harus diambil oleh BI. Apakah membantu pertumbuhan atau menahan laju inflasi? Kalau saya, pro dengan menahan laju inflasi. Yang artinya BI rate perlu untuk kembali dinaikkan.

Alasan saya, secara sederhana dan singkat (mungkin terlalu sederhana), selain growth kita masih cukup bagus (6,28% kuartal I 2008), inflasi yang ada sudah terlalu tinggi. Kembali ke teori, inflasi bisa jadi bagus, tapi dalam level yang moderat. 12%, saya kira itu sudah terlalu tinggi dan tentu akan ada biaya yang tidak sedikit dari inflasi yang begitu tinggi tersebut.

Bagaimana dengan anda?

5 comments:

Carlos said...

menaikkan suku bunga tentu akan menekan demand. Tapi masalahnya inflasi saat ini lebih pada supply contraction. Jadi gw lebih setuju pada pertumbuhan ekonomi dari pada menekan inflasi.

Letjes said...

sepakat bung carlos.supply constraint adl mslh utama. dan itu jelas harus dilakukan sesuatu.

but BI tetep hrs menurunkan suku bunga, krn setidaknya itu akan meredam gejolak inflasi yg ada. it's necessary but not sufficient..

Letjes said...

koreksi.. menaikkan suku bunga

Carlos said...

gw pernah bikin grafik cpi negara2 ASEAN yang gw samakan tahun dasarnya. Dan menariknya cpi indo awalnya berada dibawah semua negara2 ASEAN, eh gak taunya setelah itu meningkat tajam hingga melampaui cpi negara lainnya.

intinya, inflasi kita "meroket" dibanding wilayah negara-negara sekitar kita. Kalo melihat grafik itu, gw jadi meragukan kinerja BI selama ini, tentu dilihat dari sisi kebijakan2 yang telah BI lakukan selama ini.

ff7 said...

does it has something to do with indonesia's general election? or local election?

i think whatever your CB did, it would be useless considering the lag from the transmission mechanism.. effect of election are much bigger

regards
blogwalker