Thursday, June 12, 2008

CDT 31 vs LSI, Bagaikan David melawan Goliath

(Laporan Eksklusif dari Pangkalpinang)
-----------------------------------------------------------------------
Beberapa hari tinggal di Pangkalpinang membuat saya semakin percaya bahwa ketimpangan pembangunan Di Indonesia begitu tinggi. Disini setiap hari mati listrik. Pernah dalam dua hari, hanya 5 jam listrik menyala. Hal ini diperparah dengan kondisi sanitasi dan air bersih yang lumayan memprihatinkan. Padahal saya tinggal di rumah yang cukup baik dan terletak di pusat kota.

Ketimpangan pendapatan juga terlihat cukup mencolok. Hasil tambang timah inkonvensional yang melimpah kebanyakan hanya dinikmati oleh pejabat dan cukong-cukong China yang memiliki modal. Walaupun tidak ada data, dari pengamatan lapangan sangat jelas perbedaan antara yang mengendarai sepeda motor dan yang mengendarai Mitsubishi Strada. Kondisi sekolah negeri dan fasilitas publik juga sangat jauh bila dibandingkan dengan Jakarta. Beruntung sekolah swasta disini cukup megah dan halaman parkirnya penuh.

Saya pribadi kurang mendalami bagaimana asal-muasal pilkada sampai di tingkat kabupaten/kota. Namun sampai saat ini saya berpendapat Pilkada sampai tingkat kabupaten/kota tidak bermanfaat bagi pembangunan dan hanya memboroskan anggaran. Ajang Pilkada ini banyak dijadikan oleh opportunis politik (penganngguran) sebagai ajang merengguk uang. Hampir setiap hari di basecamp ada orang dari negeri antah berantah yang menyodorkan proposal kegiatan. Ada juga yang mengaku memiliki ratusan massa dan siap menjadi simpatisan tapi pas mau pulang minta ceban buat ongkos.

Paling parah adalah incumbent. Karena memiliki modal yang besar serta akses ke elite politik yang luas, ajang Pilkada disini seperti mengikuti kemauan si incumbent. Langkah-langkahnya mudah ditebak. Pertama adalah menyewa konsultan politik yang jempolan, lalu buat bancakan dengan para elite politik. Masa’ ada walikota yang berkampanye namun belum mundur dari jabatannya ? lebih aneh lagi hal ini didiamkan saja oleh KPUD. Paling aneh Ketika masuk jadwal kampanye resmi, si walikota itu juga tidak mundur tapi CUTI.

Yang paling gila adalah ada petugas survey yang membawa foto si incumbent dan menawarkan program asuransi. Mungkin terdengar sepele, namun form yang di bawa sama si petugas survey ada pendataan penduduk yang tidak memiliki KTP dan ada data No TPS. Kecurigaan saya langsung mengarah pada pencetakan KTP dan Kartu pemilih besar-besaran. Kalau sudah selesai tinggal di-coblosin saja satu-persatu.
Sementara si david, karena masih bau kencur dan gak punya akses ke elite politik manapun hanya melihat di tepian jalan sambil bergumam, “kapan Indonesia bisa maju dengan segala macam omong kosong ini.....”
PS: Tulisan ini pendapat pribadi dan Sumber data didapat dari pengamatan induvidu. kemungkinan adanya bias sangat besar.

1 comment:

Carlos said...

Tapi dalam cerita david & goliath, si david yang menang loh ...