Monday, June 2, 2008

"Bubarkan Laskar Islam/FPI"

Post ini saya tujukan untuk siapapun pemimpin Laskar Islam/FPI.

Saya Islam, tapi saya tidak rela jika nama Islam direpresentasikan oleh tindakan brutal penuh kekerasan seperti yang kemarin Anda dan teman-teman Anda tunjukkan. Apalagi dengan tanpa rasa bersalah kalian bilang punya hak untuk menghalalkan segala cara. Apakah itu Islam?

Saya memang bukan orang yang sangat dalam pemahaman ke-Islaman-nya, tapi bagi saya Islam jauh lebih indah dari apa yang kalian tunjukkan.

Anda bilang Anda pembela umat Islam, tapi saya kira Anda tidak membela umat Islam. Anda hanya membawa umat Islam pada posisi yang lebih buruk.

Anda bilang Anda punya alasan menyerang karena Anda menemukan bukti bahwa ada tangan-tangan asing (AS) yang bermain. Tapi saya curiga jangan-jangan Anda yang sebenarnya kepanjangan tangan dari pihak asing untuk membikin kacau bangsa ini dan memperburuk citra Islam.

Satu kata untuk Anda dan teman-teman, GILA !!!

Saya menuntut dengan keras, tolong jangan pernah lagi gunakan label Islam dalam setiap aksi Anda.

Satu hal lain, bagi saya, Ahmadiyah memang sesat. Tapi untuk meminta negara melarang, membubarkan, atau mengusir Ahmadiyah itu lain soal. Bagi saya, yang lebih layak dibubarkan adalah Laskar Islam, FPI, atau apapun namanya.

*Pendapat ini murni pendapat pribadi

27 comments:

liberal man said...

Satu kata untuk FPI:

Biadab!!!!

naruto onepiece said...

Di negara tercinta kita ini memang sekarang membutuhkan perbaikan iman dan Islam yang benar.
saran pasang aja widget infogue.com, bisa nambah pengunjung ke blog kita lho.
seperti di blog wathasiwa yang baru buat..hehe
http://www.padhepokananime.blogspot.com/
artikel anda watashiwa submit di:
http://agama.infogue.com/bubarkan_laskar_islam_fpi

Carlos said...

gaff sebagai moderator tolong ditindak lanjuti saran dari naruto onepiece yak :D...

Chaikal said...

mungkin salah satu yang diperjuangkan FPI adalah agar Ahmadiyah (jika ingin terus hidup) tidak lagi menggunakan label Islam, dengan melakukan kekerasan..

sekarang anda meminta FPI, untuk tidak menggunakan label Islam, dengan menyebut mereka GILA..

Letjes said...

benar sekali bung chaikal. dengan itu anda bisa bandingkan antara saya dan FPI.

setidaknya apa yang saya lakukan tidak melanggar hukum. tidak mencederai orang yg tidak bersalah.

bila ada yg tidak setuju, sy persilahkan.

Letjes said...

tambahan: sepakat dg liberal man. mgkn seharusnya kt yg tepat biadab.

setidaknya yg sy lakukan lbh beradab.

Chaikal said...

setiap orang selalu punya rasionalisasi..

kira-kira bung, siapa yang punya alasan lebih fundamental untuk mencabut keislaman seseorang (inipun kalo ada yang berhak melakukannya), alasan ketuhanan atau alasan kemanusiaan..

apakah jika seseorang melanggar hukum, maka anda berhak mencabut keislaman seseorang? Jika mencederai orang yang bersalah melanggar hak azazi, lalu bagaimana dengan mencabut identitas keagamaan seseorang?

Pada akhirnya saya rasa, saran dari naruto bisa jadi perenungan: "Di negara tercinta kita ini memang sekarang membutuhkan perbaikan iman dan Islam yang benar"

Anonymous said...

sedikit pengen ikut komen..

mungkin pendapat bang chaekal ada benarnya bahwa "setiap orang selalu punya rasionalisasi.."

jika ingin mengurai pendapat dgn melepas segala pengaruh idealisme..maka seperti ini:

mudahnya, jika kita bisa dengan mudah mentolerir para ahmadiyah-ers yang "mencederai" (dengan sangat parah..jika boleh ditambahkan..) agama Islam..
Maka kemana toleransi itu ketika FPI yang notabene muslim bereaksi atas tindakan pencederaan itu..

liberal ok..
tapi pencederaan terhadap sebuah keyakinan bukankah menjadi sebuah masalah yang sangat serius..

Jadi perlu ditelaah lagi buat bung letjes, apa menyebabkan apa? aksi reaksinya-lah...

so, klo ingin pandangan objektif...sdh ketemu jawabannya?


Fauzan

Letjes said...

halo bung fauzan. sy memang menunggu pendapat seperti ini ni.

klo kt mau objektif y.. Ini pendapat saya..

sebenarnya vonis mati tlh dialami Ahmadiyah sejak dia dicap sesat oleh MUI. artinya apa.. dia sudah tidak diakui sbg agama Islam.

Oleh krnnya sy tidak mengerti apa urgensinya SKB atau pernyataan bakorpakem. Ini bukan domain negara.

lalu kalo tiba2 ingin menghentikan aktivitas mereka, lalu mengusir ato gmn, itu jg tidak masuk akal. sy kira berpuluh-puluh tahun Ahmadiyah telah hidup di dalam negara ini. Kalo tiba2 skrg diusir, apa yg telah mereka perbuat yg melanggar konstitusi shg hak hidup mereka harus dihilangkan?

Saya sendiri membela Ahmadiyah bukan dari segi substansi keagamaan mereka, tapi dalam posisi mereka sbg warga negara. Sesat absolut, tp klo pake SKB, lalu aktivitasnya dilarang, tunggu dl..

dan terakhir, okelah aksi reaksi, tapi bukan berarti reaksi yg diambil hrs dg kekerasan. kt ini negara hukum bung.

Anonymous said...

sip...
aku sepakat deh klo itu..

hanya tampaknya sedikit aneh jika sebuah organisasi yang secara legal by MUI sudah dicap sesat maka masih "bebas" dalam menjalankan segala ritualnya..
untuk hal ini memang cenderung menjadi sebuah pembicaraan yang eksklusif bagi umat muslim.. maka ketika beliau2 tersebut masih keukeh menjalankan aktivitas kesesatannya, hancurkan saja sekalian biar kapok..hehehe..

sungguh harus difahami secara berbeda antara kasus ini dengan hubungan Islam dan kepercayaan/agama lain.

pandangan objektif lagi?
Ya mudahnya si polisi2 yang digaji pake duit pajak itu yang duduL..
aksi FPI dan si aliansi itu sama2 udah keluar surat ijinnya dari kepolisian, means..legal..

nah, kenapa mereka gak bikin pengawalan sampai 2 pihak yang berbeda pandangan bisa ketemu dalam satu tempat..

fyi, izin FPI memang untuk mengadakan kegiatan di monas sedangkan aliansi itu mengambil wilayah istana negara trus long march ke bundaran HI..(klo mau sedikit konspiratif, jangan2 tu bocah2 aliansi emang cari gara2 masuk k monas..atau sengaja biar insiden seperti ini terjadi dan mereka dapet simpati deh..)

Wallahu'alam..

liberal man said...

waduh lama gak buka ternyata komen-nya sudah sebanyak ini.

Saya cuman mau sedikit sumbang gosip konspirasi dibalik kejadian kemarin.

Seperti yang kita tau, monas itu dekat sekali dengan istana merdeka. monas itu masuk ring 1 kalo tidak salah. dengan asumsi bahwa ring 1 itu benar, maka kejadian kerusuhan di monas kemarin itu ada yang setting. tapi bisa juga karena polisi kita pada sibuk mengatur lalu lintas terus lupa menjaga ring 1 (mengingat pertambahan jumlah sepeda motor yang mengikuti deret ukur.)

Tapi kalo dipikir2 aneh banget lho. masa' mau ada serangan tapi pihak kepolisian dan BIN tidak tahu?

Kalo soal ideologi, menurut saya Bung Chaikal dan Bung Fauzan telah merusak bhinneka tunggal ika. Andaikan ada 500.000 orang seperti mereka di seluruh penjuru tanah air, maka kemungkinan besar Indonesia akan mengalami perang saudara. tinggal tunggu tanggal mainnya saja.

Salam

Nb: Insyaallah saya orang Islam dan saya sangat sependapat dengan Bung Firman/Letjes/siapapun (ini namanya yang mana ya?)

liberal man said...

nambahin dikit,

Bung Chaikal dan Bung Fauzan ini menurut saya merupakan potret kegagalan pelajaran PMP (PPKn) dan penataran P4 (mudah2an tidak terlalu jadul).

Pelajaran itu terus terang merupakan momok. saya sering berfikir apakah pelajaran ini ada gunanya, wong yang diajarkan terlalu umum. dengan kejadian di Monas kemarin saya jadi yakin bahwa pelajaran itu benar2 tidak ada manfaatnya.

atau barangkali orang-orang tersebut selalu tidur (seperti saya) ketika pelajaran tersebut berlangsung?

Wallahu'alam bis Sowwab

Anonymous said...

nambahin dikit deh ya..

seperti yang sudah saya katakan, jika ingin dibahas dari sisi ideologi agama, maka tak akan habis..bisa jadi pertempuran antara fpi dan aliansi2an itu terulang kembali di blog teman2 ini..

nah, tadi malam saya secara ndk sengaja lihat program si rizal malaranggeng di metro, klo ndak salah "save our nation"..disitu berusaha mengupas kejadian di monas dengan sangat amat subjektif..yahhh..bagaimanapun juga freedom institute kan bermain di belakang aliansi tersebut..yang sangat ekstrim korban yang diundang juga merupakan perwakilan dari aliansi2an yang juga senior adviser freedom institute. how it can be??? proses pengarahan persepsi masyarakat yang terlalu vulgar dan mungkin sediit bodoh..(mbok ya undang anggota aliansi yang lebih independen..atau memang ndak ada???
hal ini-lah yang makin memperlihatkan unsur konspiratif dalam kejadian ini..

jika saya dikatakan merusak bhinneka tunggal ika, maka saya yang kebingungan nih...pelajaran pertama dan utama dari PPKn (in my opinion ya..) adalah saling menghormati..dan ingat, ahmadiyah telah mencederai salah satu kepercayaan / agama yang diakui di Indonesia. Maka saya anggap mereka blum bisa belajar menghormati orang lain..
ndak bisa dong tiba2 datang merusak sesuatu dan lantas teriak minta dihormati...agak aneh jadinya..


wallahu'alam

fauzan

Chaikal said...

mmmh, kalo sudah tidak objektif begini, saya mau apa? dituduh yang macam2.. (lengkap dengan nada politikus neh)

coba deh direnungkan kata-kata saya, dibagian mana, saya adalah apa yang anda tuduhkan..

tapi apapun, bagi saya, anda hanyalah pengecut yang berlindung dibalik masker liberal dipercantik dengan komestik keislaman!

Anw, selalu ingatkan saya jiksa saya salah, terima kasih.

Al-haqqu min Rabbik..

Letjes said...

untuk liberal man, sy biasa dipanggil firman atau akrab jg dipanggil letjes. silahkan pilih slh satu.

untuk soal P4 dan PPKn sy sdkt tdk setuju dg anda. yg terjadi mlh krn skrg keduanya tidak bgt kental diajarkan. bahkan P4 sdh tidak ada lagi. akibatnya selepas masa reformasi dan masuk masa demokrasi ini ada yg kurang, yakni apa yg disebut dg ethics of citizenship.

untuk bung fauzan, kalimat anda "ndak bisa donk tiba2 datang.... dst" sy kr krg tpt. bgmn bs tiba2 jika sjk 1942 ahmadiyah telah ada di Indonesia. pertanyaannya knp skrg2 ini bgt dahsyat penolakannya? (dl jg ada penolakan, tp dilakukan di ruang debat dan diskusi) artinya ada sesuatu di luar ahmadiyah yg berubah. oh iya, tetap jgn lp sy setuju ahmadiyah itu sesat.

dan satu hal lagi bung, benar klo kt bicara dari sisi ideologi agama, perdebatan tidak akan berakhir. krn itu skl lg sy ulang, sy kira sy sepakat ahmadiyah adalah sesat. tapi klo pun akhirnya kt bermain-main dg teori konspirasi, itu lebih tidak akan berakhir lg perdebatan yg terjadi.

untuk bung chaikal, jgn emosi gt donk bung. santai aja bung.. :)

liberal man said...

oke bung firman a.k.a letjes..
pada intinya saya pribadi sepakat dengan anda bahwa ahmadiyah memang sesat,dst, dst, kecuali yang masalah PPkn.

namun saya pribadi tidak dapat menerima argumen bung Fauzan dan Bung Chaikal. Sekali lagi ya, bung berdua sangat berbahaya lho menurut saya. dan apabila ada 500.000 orang Indonesia yang seperti bung berdua, besar kemungkinan akan terjadi perang saudara seperti di beberapa negara Afrika dan Libanon

Anonymous said...

untuk bung letjes yang suka membaca buku...
mungkin sekarang adalah saat yang tepat untuk mulai membaca buku yang berbeda, yakni buku ttg ahmadiyah ini..(nanti kita baca yang lain..)
nah lihat panjang perjalanan si ahmadiyah dan juga perjuangan para ulama dalam menangkalnya...jadi ukuran kita tentang "tiba2 datang" tersebut bisa sama..

"hukum gantung" dari MUI sudah barang tentu bukan merupakan diskresi instant tho. Banyak yang usaha yang telah dilakukan sebelumnya dan itu melalui cara2 yang relatif (atau sangat??) damai menurut saya..hingga muncul di titik sekarang ini..
jadi...bisa kita perdalam dahulu pengetahuan masing2 mungkin??

nah untuk bung liberal man, saya sungguh ndak mengerti argumen saya dan chaekal yang mana sehingga ketika ada 499.998 orang yang lain berargumen sama maka negara kita mengalami perang saudara??

dan kenapa harus 500.000? anda tidak yakin bahwa cukup saya dan bung chaekal saja yang berargumen seperti itu maka mampu menciptakan perang saudara?

=)

fauzan

Not-so-Liberal man said...

Itu kan cuma pengalih isu semata..

Ahmadiyah dan FPI sama2 anomali yang diciptakan oleh sistem yang secara sengaja terkondisikan untuk menampung gejolah eksternal yang diinternalisasikan...
(bingung kan?)

sebelum diskusi ini menjadi kontraproduktif, marilah sama2 kita introspeksi diri.

Letjes said...

hahaha.. kena ni sm bung fauzan. memang referensi sy soal ahmadiyah cm artikel majalah tempo.

mw bc buku, agk mls. isinya bs bias. hehehe.. pdhl tempo bs lebih bias bukan? tp utk mslh ini, sy tdk akan berkomentar lbh jauh.

Anonymous said...

Ikutan ahh...
Begini yakkk...buat liberalman sama bung letjes, anda berdua bilang ahmadiyah sesat, lalu kenapa ga' dibubarin aja??? Ini bukan menyoal majority overpowered minority, tapi ini soal penyelewengan suatu nilai. Ingat Islam didasarkan pada satu nilai ke Tauhidan dan diturunkan melalui Muhammad SAW. Lalu jika ada diantara kami meluruskannya apa itu salah??? mungkin anda bertanya, meluruskan koq dgn kekerasan, anda lupa..sejak 2005 Masyarakat Islam sudah mendesak pemerintah untuk membubarkan ahmadiyah hanya saja pemerintah tidak menanggapinya dengan bijak. Lalu yang kedua semenjak 3 bulan terakhir pun sudah banyak yang mengajak ahmadiyah untuk berdialog dengan tujuan untuk meluruskan nilai yg dipakai oleh mereka. Tapi mereka selalu "ngeles". Ketika sudah kegelisahan sudah membuncah, pemrintah terkesan lamban untuk mengeluarkan SKB.
Sebenarnya sudah banyak ulama yang bilang, Ahmadiyah silakan beraktifitas, bahkan beribadah, hanya tinggalkan atribut dan segala yang berkaitan dengan islam.
Sekarang hanya karena satu tindakan yang merupakan ujung dari semua permasalahan ini malah tidak menjadi objektif dalam memandang satu masalah...

Anonymous said...

Untuk hukum gantung seperti yang bung fauzan bilang...di Islam kategori perbuatan Ahmadiyah itu sudah Murtad, sebenarnya hukumanny bukan di Gantung, tapi di Pancung, bagi yg laki2, dan di Penjara seumur hidup bagi yang perempuan. Ini pun didasarkan oleh Hadist yang sahih dan sanadnya jelas...
Tapi untuk komment bung liberal man : FPI Biadab, Yahhh kalo posisi anda seperti mereka, dimana mereka tidak didengar, dan terakhir di monas diprovokasi, bukankah sangat mungkin anda meletup dengan kerasnya.
Untuk Letjes, janganlah meminta kami untuk toleran sementara ahmadiyah tidak toleran dengan menyimpangkan ajaran Islam yang mendasar....sesuatu yang aneh jika yang sesat merubah sesuatu yang sudah lurus
Sorry niyyy double Post..
Monkrider

Letjes said...

untuk monkrider.

meski pertanyaan ini utk bung liberalman tapi sy jg ingin menjawab. bgmn ktk sy dlm posisi yg sm dg FPI, tidak didgr dan diprovokasi. jwbnnya: jelas sy tdk akan melakukan hal yg sm dg FPI. krn sy tahu sy hdp di negara hukum. gk blh maen hkm sendiri. dan sedikit tambahan, FPI maen hakim sendiri bukan hanya pada kasus Ahmadiyah.

Lalu soal toleran tidak toleran, sy sm sekali tdk toleran thd ahmadiyah. sy sepakat mereka adalah sesat. ktk mrk dicap sesat, bagi saya itu sdh hukuman mati. mrk bukan islam lagi, apapun alasan mrk.

khwtr akan keg mrk, lalu mnt tlg negara.. ngapain? selain itu bukan domain negara, sy ykn islam yg benar gk mngkn klh dari si ahmadiyah dlm hal apapun. sy rs ini shrsnya tantangan bg para ulama kt, bg diri kt, gmn memperkuat akidah yg sebenar2nya.

liberal man said...

buat monkrider, pada intinya standpoint saya seh sudah cukup jelas... saya hanya tidak mau mereka melakukan kekerasan.
mungkin akan lebih baik kalo mereka seperti itu ke jemaah NII. namun kok tidak pernah ya?

saya juga pernah mendapat curhatan bahwa ada oknum FPI yang minta uang preman ke tempat hiburan. dll lah pokok-nya. kalo FBR saya tahu dengan jelas mereka suka berebutan lahan parkir.

begitu bung monkrider. kok namanya nanggung ya? kenapa gak sekalian aja jadi monkyrider...
buat bung fauzan, berarti anda tinggal cari 497.000 orang lagi

Anonymous said...

Hehehehe..mungkin ini sudah basi kali yahhh...namun pas ngeliat kommen anda terakhir liberal man, yahhhh...sayang sekali jika anda mengaku sebagai anggota diskusi forum ini tapi koq sedikit ga' ngormatin yaa....
quote : begitu bung monkrider. kok namanya nanggung ya? kenapa gak sekalian aja jadi monkyrider...
kenapa yakkk????
Trus kenapa anda menetapkan standar ganda? koq kesannya...
Quote : pada intinya standpoint saya seh sudah cukup jelas... saya hanya tidak mau mereka melakukan kekerasan.
mungkin akan lebih baik kalo mereka seperti itu ke jemaah NII. namun kok tidak pernah ya?
Maksudnya apa yaa??? kalo standpoint anda sudah jelas anda tidak boleh lagi mengeluarkan pernyataan seperti ini bung...
Sorry dehhh...mungkin anda perlu belajar lagi untuk menghormati rekan anda...meskipun saya mungkin masih dibawah anda hehehehe...

numpang lewat.. said...

maaf jadi pengen ikutan jg nih

artikelnya tidak menarik sama sekali, namun banyak komentar2 yg menggelikan

untuk penulis, sayang sekali kemampuan analisis anda tidak terlihat karena menulis srtikel ini dalam keadaan emosional dan kurang literatur yang sebenarnya bisa lebih membuka sudut pandang anda.

untuk liberal man, anda berat di nama. nama liberal tapi pikiran sangat kolot. penuh penghakiman terhadap pihak lain. kalau begini, anda tidak jauh berbeda dengan orang yg anda tuduh 'biadab' itu. no offense yah. terlebih anda membawa2 nama NII, bagi orang yg tidak mengerti, hal ini bisa bahaya pak!
ataukah diskusi ini hanya untuk kaum2 tertentu saja? sehingga liberal man main terabas begitu saja??
sekali lagi, anda berat di nama, pak!

untuk chaikal, pendapat anda menarik, tapi kurang 'bumbu', jadi tenggelam diantara komentar2 yg dangkal ini..

untuk not-soo-liberal-man, lebih baik anda belajar mengetik lagi dengan benar!

Letjes said...

buat numpang lewat. thanx buat kritikannya. tp ini bukan artikel kok. cm luapan emosi sesaat. persis spt kt anda. jadi wajar klo gk pk analisis dan tidak menarik.

diskusi ini hanya untuk kaum ttt saja? sy kira tidak. itu makanya ada orang spt anda. yg sayangnya hanya bisa berkomentar mengkritik sana sini tanpa mengajukan apa yg sbnrnya ada dlm pikiran anda.

but thx again anyway

strato said...

ya FPI sebaiknya dibubarkan. FPI perlu koreksi diri, sering sekali tindakan2 mereka melenceng jauh dari 'misi mulia' ( katanya).