Tuesday, June 17, 2008

Inpres No. 5 Tahun 2008

Ditengah hingar bingar piala euro, demo ahmadiyah vs FPI, Sri Mulyani merangkap dua jabatan menteri, "kelakuan" anggota DPR, rekaman video "polisi sableng", kenaikan harga BBM rata-rata 30%, harga minyak bumi dunia hampir mencapai 150 USD/barrel (kini masih 139 USD/barrel), tim thomas-uber Indonesia gagal mengukir prestasi, PKB memiliki dua kubu, Iklan "hidup adalah perbuatan", orang-orang asing di china diusir sementara keluar demi persiapan menuju olimpiade, barack obama menang lawan hillary clinton, kunjungan Kevin Rudd ke Indonesia, hingga kembali menjomblonya claudya chintya bella setelah putus dengan ananda mikola, sebenarnya ada satu isu penting yang agak terlewatkan oleh publik, yaitu Presiden SBY mengeluarkan instruksi no. 5 thn 2008 yang secara resmi ditanda-tangani pada tanggal 22 Mei 2008.

Kebijakan ini berisi langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Fokus Program Ekonomi Tahun 2008-2009 guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, kelestarian sumber daya alam, peningkatan ketahanan energi dan kualitas lingkungan, dan untuk pelaksanaan berbagai komitmen Masyarakat Ekonomi Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Lebih jelasnya dapat dibaca disini.

Saya perhatikan penekanan dari kebijakan baru ini ada pada menyambut ASEAN Economic Community (AEC) tahun 2015 dan menciptakan iklim investasi yang lebih mantap lagi. Tapi kembali lagi, saya rasa isu-isu lain yang lebih HOT masih ramai dibicarakan publik, jadi kita percayakan saja kebijakan baru bidang ekonomi ini kepada para pengemban tugas mengelola negeri.

4 comments:

Gaffari said...

Saya rasa turunnya Inpres No.5 tahun 2008 ini kalah sensasi dengan isu-isu lain yang ada sekarang. Saya rasa SBY sudah terlalu terlambat apabila menggunakan Inpres ini untuk mendongkrak ekonomi Indonesia untuk meningkatkan popularitasnya menjelang Pemilu 2009.

Carlos said...

Bagaimana kalo ternyata bukan sebuah kebijakan untuk popularitas. Tapi lebih ke kebijakan untuk "memuluskan jalan". hihihii... tapi gak tau juga sih.

Intinya sih, gw cuma ingin mengajukan pertanyaan; "Apakah Inpres adalah bentuk kebijakan yang tepat buat program semacam ini?"

Mungkin publik starbuckerseconomists ada yang bisa menjawab atau mengkritisi hal ini??? thanks

Chaikal said...

sebenarnya ada fakta yang lebih penting, jauh sebelum peristiwa2 tsb muncul, yaitu sudah lebih dari sebulan ... (isi sendiri)

kenapa fakta ini tidak muncul ke permukaan?

aneh, begitu banyak hot topik tapi kita adem ayem aje..

entahlah, mungkin sekarang kita, atau saya, terlalu naif dengan kesibukan..

Anw Los, gw gak begitu "ngeh" ma peraturan perundangan, jadi memang perlu diskusi neh..

Carlos said...

hmmm... boljug.
tapi sayang gw jumat ini harus ke surabaya. Mungkin mgg dpn aja kali, kal.