Monday, November 5, 2007

Cewek/Cowok Tidak Baik Atau Cewek/Cowok Baik-Baik?

Judul di atas adalah sebuah pertanyaan yang menarik untuk dijawab, terutama di zaman sekarang di mana sulit untuk membedakan antara kedua kelompok kategori orang seperti itu. Saya rasa, saya tidak perlu untuk mendefinisikan apa yang dimaksud tidak baik dan apa yang sebaliknya. Tetapi, dalam tulisan ini saya akan mengetengahkan sebuah analisa game theory mengenai hal itu dan bagaimana dampaknya secara ekonomi. Berikut silahkan disimak.

Ackerloff dalam teori mengenai jeruk lemon yang dijual di pasar menjelaskan bahwa sulit untuk mengetahui manakah di antara jeruk yang akan dibeli yang tidak busuk, sebab semua jeruk tampak sama dari kulitnya. Akan tetapi, bila kita ingin mengetahui dalamnya kita perlu mengupas kulit jeruk yang membuat kita terpaksa harus membeli. Tentunya tidak mungkin kita mau membeli jeruk yang busuk setelah kita tahu dalamnya demikian.

Menggunakan logika diatas, maka saya berkesimpulan bahwa bila ada cewek/cowok mengaku dirinya adalah baik-baik, bisa berarti dua, yaitu bener seorang cewek/cowok baik-baik atau cewek/cowok tidak baik yang berpura-pura baik-baik. Akan tetapi, sebaliknya kalo ada cewek/cowok mengaku dirinya adalah tidak baik maka sudah pasti dia itu bukan cewek/cowok baik-baik sebab bila saja ternyata sebenarnya dia itu adalah baik-baik maka dia baru saja berubah menjadi tidak baik karena dia berbohong dengan berpura-pura menjadi tidak baik. Sebab berbohong adalah tidak baik.

Dari kaca mata ekonomi, maka dapat disimpulkan bahwa adalah lebih mahal untuk menghadapi cewek/cowok yang mengaku baik-baik dari pada yang sebaliknya. Sebab kita akan memerlukan biaya lebih untuk mengetahui lebih lanjut apakah dia benar-benar baik-baik atau tidak baik. Kelanjutan dari ini, timbul pertanyaan kedua yaitu apakah ada orang di dunia ini yang tidak menginginkan cewek/cowok baik-baik. Perhatikan, bahwa perlu hati-hati dalam membaca kalimat tadi, sebab tidak menginginkan cewek/cowok baik-baik bukan berarti menginginkan cewek/cowok tidak baik (ingat ilmu statistik mengenai desain hipotesis Ho dan Ha).

Secara keseluruhan, saya berkesimpulan bahwa terasa agak aneh bila ada cewek/cowok mengaku dirinya adalah tidak baik. Satu, sebab dengan demikian akan dapat langsung ditarik kesimpulan bahwa dirinya adalah seorang tidak baik. Kedua, mengapa pula pengakuan itu perlu disebutkan, toh baik atau tidaknya seseorang bisa disimpulkan langsung dari kehidupannya sehari-hari. Rasa-rasanya tidak ada orang yang sanggup “bertopeng” setiap detik dalam hidupnya, dan bila memang dia memutuskan untuk melakukan itu sebenarnya dia sudah berwajah sesuai topeng itu.

Akhir kata, saya hanya mau berpesan bahwa adalah pekerjaan sia-sia untuk mencoba mendefinisikan diri kita termasuk baik-baik atau tidak apalagi sampai menyatakannya ke orang lain, sebab masih banyak pekerjaan lain yang lebih berguna daripada itu. Masih banyak orang diluar sana yang membutuhkan uluran tangan daripada kita berpangku tangan untuk mengetahui kita ini baik-baik atau tidak. Tetapi kemudian pasti akan timbul pertanyaan lanjutan, apakah kalo kita sudah membantu orang atau teman maka kita sudah termasuk kategori baik-baik??? Akh pusing..pusing... stop sampai sini dulu deh. Ok


Cheers,

Carlos

4 comments:

Chaikal said...

that's what we called asymmetric information.. and because of this 'the market of love' is naturally uncompetitive!

Gaffari said...

I think the market of love is more sophisticated than how we choose the best orange that we want.

Sometimes asymmetric information is needed in order to mislead people for gossiping someone who's eagerness to get closer with another. Why?

Sometimes if too many people know about the behaviour of the movement, the probability of the distraction that will be happened is higher than if you can make sure that nobody knows what you have done to make your relationship work.

Keep our market of love is uncompetitive!

Chaikal said...

what carlos posted here is based on the market of lemons by Akerlof. The Akerlof's model is a complicated one.

So, i introduce a basic model for the market of love called the market for oranges.. Because it still basic it becomes unsophisticated.

Actually, i am still doing my more sophisticated model for the market of love, of course in order to do that i have to incorporate asymmetric information in the model.

For the rest of your comment bung Gaffar, it justify that a player (a dominant firm) like you, need asymmetric information as necessary condition to gain more power in the market.. You as a player loh not as economist, he3..

rizal said...

Ok, after the delay, I need to say that Akerlof paper doesn't say about fruit. "Lemon" is an American slang for low quality stuffs, and the opposite of being is called "mint".

On dating market, based on Akerlof, what you have to do is to read the signal real carefully. The reliable signal has to be features that only "nice" woman/man can do, and the "bad" guys can't. If you are the one to offer, try to build your own signal, that only "good" guy, in your or your partner definition, can make; but the otherwise can't imitate. Self-declaring kindness absolutely doesn't fall into these category, since either bad or good guys can do that.

True to yourself is the virtue, but you always need to be catchy. Playing "hard-to-get" is useless.