Tuesday, November 27, 2007

Pro-Kontra Temasek (Draft Diskusi)

Berikut ini adalah draft buat bahan diskusi yang seharusnya diadakan hari jumat minggu lalu. Pakasa, sebagai salah satu staf di KPPU, mencoba untuk menampilkan isu terhangat mengenai temuan KPPU terhadap kepemilikan silang Temasek di Indosat dan Telkomsel.
Pakasa juga meninggalkan beberapa pertanyaan yang bisa dijadikan katalis untuk menghangatkan diskusi kita kali ini, berikut draft-nya:


Akhir tahun 2002 terjadi krisis fiskal pada kantong pemerintah Indonesia, kemudian pemerintah Indonesia melalui Menneg BUMN ”Laks” melakukan divestasi Indosat, yang berkinerja baik kepada STT. Divestasi tersebut kemudian diprotes oleh banyak kalangan, termasuk seperti biasa, para demonstran. Setelah diperiksa, ternyata STT dan SingTel, yang mempunyai saham di Telkomsel, merupakan anak-cucu perusahaan BUMN Singapura: Temasek Holdings. Telkomsel sendiri saat ini mempunyai market share sekitar 62%, dan Indosat sekitar 21%.

Tanggal 19 November 2007, Putusan KPPU dibacakan kepada publik. Putusan tersebut kurang lebih berbunyi: 1. Temasek dan anak-anak perusahaannya didenda masing-masing Rp. 25 Milyar, 2. Temasek harus melepaskan seluruh sahamnya di salah satu perusahaan, antara Telkomsel dan Indosat paling lambat 2 tahun kemudian, dan masing-masing pembeli saham tersebut hanya boleh membeli maksimal 5% saham dan tidak terafiliasi dengan Temasek, 3. Temasek harus melepaskan kontrol dalam bentuk apapun pada perusahaan yang akan dilepas, 4. Telkomsel didenda Rp. 25 Milyar, 5. Telkomsel harus menurunkan tarif setidak-tidaknya 15% 30 hari kemudian. Pro dan kontra atas putusan ini pun terlihat sangat seru.

Media pun seolah-olah terbelah dua dan terspesialisasi, ada yang pro Temasek, ada yang kontra Temasek. Bila anda hanya berlangganan satu koran, maka anda harus mencoba membaca koran-koran yang lain agar opini yang terbentuk di dalam pikiran anda lebih objektif. Bahkan media yang berada dalam satu grup pun berbeda pendapat. The Jakarta Post terang-terangan secara konsisten menyudutkan KPPU, Kontan berperilaku layaknya pers sejati yang terlihat sangat semangat menanggapi “peperangan” ini. Namun, Kompas lebih banyak diam sama sekali pada proses pemeriksaan, dan baru membeberkan berita setelah putusan dibacakan. Kompas merupakan media yang dapat terbilang netral, karena terkadang pro, dan dilain waktu kontra. Investor Daily yang merupakan bagian Lippogroup, sudah bisa ditebak: pro Temasek.

Tidak ketinggalan, politikus, pengamat, dan ekonom pun mulai bersahut-sahutan. Masing-masing mungkin mempunyai kepentingan tertentu. Seorang analis efek mengatakan dalam sehari investor rugi sekitar 7 triliun karena jatuhnya harga ISAT dan TLKM, dan ia secara polos menanyakan apakah KPPU siap membayar ganti rugi. Analis yang lain kemudian menimpali bahwa pengaruh putusan ini hanyalah temporer, dan harga IHSG yang turun lebih disebabkan oleh naiknya harga minyak mendekati US $ 100. Selain itu, beberapa lembaga riset juga aktif memberikan komentar, seperti INDEF dan CSIS, bahkan ada yang sampai menyelenggarakan seminar tentang telekomunikasi.

Beberapa pihak bahkan mengutarakan keraguannya atas independensi KPPU sejak proses pemeriksaan. Disebut-sebut pula pemeriksaan Temasek merupakan konspirasi yang dibuat oleh Altimo (perusahaan Telekomunikasi Rusia) yang ingin membeli Indosat. Setidaknya anggapan tersebut segera buyar mengingat tiap pembeli saham dibatasi maksimal 5% dari total saham, dan Temasek dibebaskan apakah ingin menjual Indosat atau Telkomsel.

Beberapa opini yang kontra terhadap putusan ini adalah sebagai berikut: 1. investor akan lari karena ketidakjelasan hukum, 2. Kepemilikan Temasek adalah tidak langsung dan Temasek tidak turut campur dalam urusan operasional, 3. Operator kecil akan mati bila Telkomsel menurunkan tarif, 4. Tarif tinggi disebabkan oleh adanya regulasi pemerintah.

Beberapa opini yang pro terhadap putusan ini adalah sebagai berikut: 1. Temasek akan dianggap bersalah pula di AS dan UE, 2. Penegakan hukum secara tidak pandang bulu merupakan kejelasan hukum, 3. Tarif di Indonesia memang sangat mahal, 4. Pengusiran Temasek tidak ada pengaruhnya terhadap iklim investasi.

Dari sisi pemerintah juga tidak kalah seru. Menneg BUMN tidak menyetujui hukuman untuk Telkomsel tentang price-cuts, karena pendapatan Telkom akan berkurang, mengingat Telkom dan Telkomsel mempunyai mekanisme cross-subsidy. Anggota DPR menyetujui vonis tersebut, kepala Kadin menjelaskan penegakan hukum anti-trust dan iklim investasi tidak ada hubungannya. Bahkan, esok harinya SBY dan JK pun turun tangan memberikan komentar, yang secara prinsip menyatakan bahwa investor asing harus tunduk pada hukum kompetisi di Indonesia.

Berdasarkan paparan tersebut, secara implisit dapat terlihat bahwa pihak yang pro ataupun kontra tampak setengah mati berusaha membentuk opini publik. Menurut rumor, Temasek memang selangkah lebih maju dengan mendekati banyak pihak sejak proses pemeriksaan, mengingat pengalamannya yang cukup panjang di negara-negara lain menyangkut cross-ownership. Pihak yang memberi opini berusaha menggunakan nama yang lebih besar, termasuk menggunakan nama institusi. Bahkan, beberapa pihak memdirikan LSM ad hoc beralamat fiktif bak majalah Playboy, seperti IDM (Indonesian Development Monitoring) dan KNW (Komisi Negara Watch), yang bertujuan melakukan demo, konferensi pers, dan mengirimkan surat pengaduan kepada Presiden.

Pro-kontra tersebut dapat memicu pembentukan opini publik yang tidak terduga. Hal ini mengingat masyarakat kita relatif mudah terprovokasi dan mempunyai pemahaman aspek antitrust yang masih sangat minim. Sebagai contoh, ada surat pembaca di Kompas beberapa hari lalu: "KPPU jangan hanya mengurusi Temasek, tapi urusi juga Busway karena memonopoli." Namun setidaknya, pro-kontra Temasek yang sedang hingar bingar ini dapat menjadi sebuah wacana yang semoga dapat meningkatkan pembelajaran masyarakat tentang masalah antitrust.

Ditengah pergulatan komentar ini, ada suatu komentar yang mungkin dapat menengahi, yakni pengambil kebijakan dan pengamat saat ini sudah terbiasa menganalisa dari sisi makro, namun, ada aspek mikro yang tidak dapat dijelaskan secara gamblang oleh makro, yaitu efisiensi dari mekanisme pasar yang akan meningkatkan pendapatan riil masyarakat tanpa berpengaruh banyak terhadap inflasi. Lebih jelasnya, pengamat lebih mementingkan Y, dan tidak mengkhawatirkan jika Y yang tinggi bukan terjadi karena Q yang tinggi, namun karena P yang tinggi. Karena itu, ”conduct” harus diperhatikan. Dengan kata lain, aspek antitrust seharusnya juga dianggap penting.

Beberapa poin yang menarik untuk didalami:
1. Terkait dengan pembentukan opini publik, apa opini anda tentang hal ini?
2. Seperti apa dampak putusan tersebut terhadap iklim investasi?
3. Seperti apa penegakan hukum antitrust khususnya kepemilikan silang di luar negeri?
4. Apakah divestasi Indosat adalah buah konspirasi politik?
5. Sejauh apakah pemahaman masyarakat kita tentang masalah antitrust?
6. Seperti apakah opini yang terbentuk di publik?
7. Seperti apa pengaruh penegakan hukum antitrust terhadap perekonomian?


Pakasa Bary

26 comments:

Chaikal said...

Mmmhhh nunggu ada yang komen koq gak komen2 ya, terutama seseorang yang bilang 'gak usahlah diatur2, biarlah mereka tersesat di jalan yang salah', he3..


Maaf Paki, bagi gw yang penting sisi ekonomi-nya, mau politikus ngomong apa, mau presiden ngomong apa, tapi kalo bukti empiris mikroekonomi menyatakan bahwa Temasek melanggar persaingan usaha, yowis..

Nah jadi gw pengen liat tuh analis KPPU dari sisi itu, available gak? (kayaknya lu pernah nanya2 model ke gw deh)

Mengenai efek lebih lanjut dari keputusan ini, cost-benefitnya menurut gw gak measureable.. Jadi pro-kontra ini sebaiknya dikembalikan ke bukti empiris itu.

Gimana guys?

Gaffari said...

Mmg perlu pembahasan lebih dalam lagi dari sisi ekonominya Paki. Tapi mungkin nanti aja dibahas lengkapnya pas diskusi (biar yg baca penasaran dan berharap pada pengen ikutan datang diskusi).

Hmm..jadi model yg Paki dan Chaikal diskusikan dulu mmg untuk kasus Temasek ini ya?
Semoga aja hasilnya ga bermasalah (karena setau gue ini didiskusikan di atas meja biliar, di antara hingar bingar musik dan kelap-kelip lampu disko Ha3..)

Kapan nih maen lagi?

Carlos said...

Too sensitive matter...
No comment deh gw :D

Anonymous said...

Priiitt buat Carlos!!
Hayo, Los buat testimoni!
Jangan mentang2 TEMASEK ITU CLIENT LOE terus loe belain gitu??hahahaha....

Note: Hanya ingin sumbangsih jawaban nomor 4. Apakah itu konspirasi politik??Jawabannya IYA!!! (sumber saya sangat terpercaya),,hehe..

Salam,
Non-Economist Observer,
Menara Radius Prawiro Lt.2

Pakasa said...

Nah, yang mau gw bahas sisi politiknya bung. Itu, seperti yang sudah semua orang tahu, lebih seru ketimbang analisis ekonominya. Soalnya ya balik lagi.. "too sensitive matter" hehehe.
Berhubung gw bukan komisioner, Kayaknya nggak pantes kalo gw ngomongin substansi padahal masih proses hukum. Jadi, yang mau gw omongin bukan sebab adanya putusan itu, tapi lebih ke putusan itu menyebabkan apa? ceteris paribus.

Chaikal said...

loh justru sensitif kalo dibahas sisi politiknya, bung. kalo dari sisi ekonomi value-free lah..

dan kalo pembahasannya ke keputusan ini menyebabkan apa, gw dah bilang ini unmeasureble, nanti malah jadi debat (diskusi) kusir lagi, gimana bung pakasa?

Anonymous said...

Mangnya apa alasan bung Carlos gak mau comment?
Apakah karena torehan tinta emasmu los ttg isu ekonomi kontemporer di Indonesia?
he3....
Wah kalo dampak putusannya menurut gw bakal mencoreng iklim investasi nih.

-Pojokan 412-

Pakasa said...

lho ya justru karena sensitif itu gw bikin jadi bahan diskusi starbuckers karena ketika pihak yg berkepentingan emosional, ekonom muda mungkin dapat memikirkannya dengan kepala dingin. Kalo beropini sendirian nanti dituding subjektif.. Siapa lagi yg netral kalo bukan kita? huehehe.
Gw sih pribadi pengen tau opinilo semua tentang dampaknya. Nggak ada yang unmeasurable bagi economist bung, kan ada "asumsi" hehehe

Carlos said...

Gw mengkategorikan sebuah isu ekonomi menjadi sensitif bila:
1. Isu tersebut bermata ganda, alih-alih sulit menentukan mana yang benar.
2. Isu tersebut sudah membuat ekonom-ekonom Indonesia menjadi terpisah diantara dua kubu yang intinya: satu berkata iya, lalu yang satunya tidak. Padahal dulu belajar ilmu ekonomi yang samimawon.
3. Isu itu masih ada sangkut paut dengan tempat kerja gw, hahahahaha....yang terakhir ini bisa dianyulir deh....thanks

Gaffari said...

Los..los..
Ga tau juga los..
Ekonomi industri yang masih gw inget cuma ngitung Concentration Ratio..trus paling analisis Structure-Conduct-Performance (SCP). Dulu ekin 1 aja gw gak ikut UTS..Ha3..

Tapi menurut gw comment Carlos ini jadi lebih melebar di luar konteks. Okey gw ngerti posisi lo gimana. Hanya saja gw ga sepakat komentar Carlos akan tdk homogennya pendapat yang terjadi. Man! Justru teori dan ilmu ekonomi itu terbangun dari sebuah perdebatan.

Carlos said...

Ok Gaff... I got your point.
Gw akan tetap mengikuti perkembangan perdebatan tentang isu Temasek pada blog ini.

Jika kalian mau tau pendapat pribadi gw tentang kasus temasek, maka gw akan jawab bahwa menurut insting ekonomi gw :p, terlepas dari gw bekerja dimana neh ya, gw tidak setuju Temasek dihukum. Alasannya sederhana, yaitu "it's all about business".
Namun gw belum punya bukti kuat baik secara empiris atau literatur, untuk mendukung alasan gw itu. Tapi gw akan tetap dalam pendirian gw, Temasek tidak semestinya diberi penalty.

Salam Dialektika

Anonymous said...

Sayang nih klo diskusi temasek ini jadi jatuh ke berdebatan politis,mungkin lebih menarik untuk didiskusikan tapi bagi saya akan menjadi sangat sulit untuk disimpulkan..
Akan lebih menarik untuk didiskusikan dari sisi ekonomi, terutama pembuktian bahwa temasek melakukan monopoli atau tidak. Lebih bagus lagi klo CSIS yang disewa oleh Temasek juga bisa memberikan analisis ekonominya melalui bung carlos. Sehingga bisa dikonfrontasi dengan analisis dari KPPU, terutama juga asumsi yang digunakan.
Gw sendiri gak terlalu ngerti tentang hukum monopoli ini.
1. Pertanyaan gw, apakah klo sebuah perusahaan menguasai 50% dari pangsa pasar sudah bisa dikenakan hukum anti trust? Atau harus ada pembuktian lebih lanjut bahwa perusahaan tersebut selain menguasai lebih dari 50% pasar, juga melakukan praktik2 yang menghambat para pesaingnya untuk maju di pasar? Karena klo cuma menguasai lebih dari 50% pasar, seharusnya Indofood saya yakin juga terkena UU anti-trust ini. tapi Indofood sepertinya masih aman2 aja.
Sekedar informasi, baru2 ini Microsoft di denda oleh Uni Eropa karena melanggar UU anti monopoli dengan nilai hampir US$ 1 Milyar (gak seberapa lah buat MSFT) karena OS (Windows) mereka gak bisa menggunakan program (media player klo gak salah)dari perusahaan selain microsoft. Jadi selain didenda MSFT juga harus membuka kode OS nya supaya program dari software lain bisa digunakan di Windows. Di amerika, MSFT menang atas gugatan ini, tapi dengan cerdiknya para pesaing MSFT kemudian menuntut melalui Uni Eropa. Jelas ini masalah politis.
Kembali ke kasus Temasek, klo dari sisi akuntansi, membaca analisis yang dibeberkan oleh Kompas beberapa hari lalu, jelas mereka harus melakukan konsolidasi atas Indosat dan Telkomsel, meskipun mereka klo gak salah hanya memiliki saham di bawah 50%, tapi mereka punya kontrol atas pengambilan2 keputusan penting di kedua perusahaan tersebut. Dengan prinsip konsolidasi ini, Temasek dianggap memiliki 100% saham Indosat dan telkomsel. Jadi, bagi gw, Temasek, dilihat dari analisis ini, tidak bisa menghindar klo mereka memang menguasai pasar telekomunikasi Indonesia.


Septian

Letjes said...

aku kira tulisan bang Chauf di Kafe Depok yang coba membahas sisi ekonomi masalah ini sangat bagus jadi referensi.

bisa dicek di http://kafedepok.blogspot.com/2007/11/some-question-and-answer-on-collusion.html

Anonymous said...

Klarifikasi:
Duh minta maaf buat para punggawa CSIS, kata2 gw yang bilang "temasek menyewa CSIS untuk masalah ini", gw cabut yah...abang carlos telah memberikan penjelasan, bahwa masalah indosat dan telkomsel diluar scope engagement Temasek kepada CSIS.


Septian

Anonymous said...

"Lebih jelasnya, pengamat lebih mementingkan Y, dan tidak mengkhawatirkan jika Y yang tinggi bukan terjadi karena Q yang tinggi, namun karena P yang tinggi. Karena itu, ”conduct” harus diperhatikan. Dengan kata lain, aspek antitrust seharusnya juga dianggap penting."

statement diatas maksud nya apa ya? kok gue nggak ngerti :D

setuju sama chaikal, klo udah terdapat bukti2 empiris bahwa emang temasek melanggar UU anti monopoli, baru bisa didiskusiin..

soalnya gue terus terang masih penasaran gimana KPPU menjudge Temasek menguasai pasar. itu gimana ya pengitungannya? mungkin ada yg bisa kasih tau????

Piss!!

temen seruangannya carlos (yang diduga antek-antek Temasek. hehehehe)

pradnya warpani said...

mm..gw ga gitu ngerti deh masalah ini..
temasek tuh dianggep monopoli karena ini industri telkom? kalo industri laen gimana sih?
bank misalnya...ok, ada single presence policy (yg ampe sekarang status masih kurang jelas), tapi apa setelah ini KPPU juga akan ngutak-ngutik para pemilik bank? e.g. astra int'l, temasek (lagi)

beneran, bingung..

Berly said...

liat tulisan Chauft (klik disini) di KaFE Depok dengan studi literatur secara komprehensif.

Emang dia ambil PhD bidang kompetisi/kartel di Uni van Amsterdam.

pradnya warpani said...

i'm still most miffed by the ruling that Telkomsel would have to lower tariffs, as i saw that as completely unrelated to whatever Temasek did. Competition has been allowed and will continue to do the job of forcing pricing down.

Anonymous said...

FYI, The economist also gives some insight about this case too.

http://www.economist.com/research/articlesBySubject/displaystory.cfm?subjectid=894408&story_id=10218031

cheers,
dira

Pakasa said...

Menurut UU kompetisi Indonesia, salah satu yang buat perusahaan patut dicurigai menonopoli adalah pangsa pasar melebihi 50%. Perlu pembuktian lebih lanjut dari sisi conduct atau dampaknya. Lebih jelas lihat aja UU-nya di www.kppu.go.id.
Mungkin menurut teori, regulasi atau hal-hal yang bikin ribet pengusaha asing bisa menurunkan investasi asing. Tapi antitrust law enforcement sudah lazim ada di negara-negara luar (yang justru jauh lebih ketat), beberapa pendapat juga bilang kalo justru aspek antitrust akan memberikan iklim bisnis yang lebih baik.
Kalaupun misalnya antitrust akan menyebabkan menurunnya investasi, perlu diinget kalo anti-competitive conduct pasti nurunin efisiensi gila-gilaan. Jadi, permasalahannya adalah, bagaimana bila yang melakukan anti-competitive conduct itu investor asing? Apakah kita akan mengorbankan efisiensi? Mungkin ini perlu diperdebatkan lebih lanjut. Tapi jangan melihat hanya dari sisi makro bung, ada hal2 yang nggak keliatan.
Menurut gw, monopoli emang bukan cuma di telekomunikasi, tapi telekomunikasi adalah salah satu sektor strategis yang harus diprioritaskan.

Anonymous said...

Kalo menurut gw, artikelnya yang di economist itu terlalu dangkal dalam menilai dan cenderung menyudutkan pemerintah indo.
Analisisnya terlalu dangkal, dan sama sekali tidak menyentuh aspek dari anti-trust itu sendiri.
Sayang banget klo economist akhirnya mengeluarkan artikel kayak gitu


Septian

pradnya warpani said...

artikel di economist mungkin emang dangkal...but that's exactly the way investors are looking at it.

Letjes said...

aku kira yg septian bilang bener.. the economist gk memberikan insight yang dalam ttg masalah anti-trustnya. bahkan para pengamat/pakar ekonomi indonesia yg nulis di media juga spt itu, misal lin che wei atau drajad wibowo.

mungkin ini jg karena penjelasan kppu yg lebih dlm ttg itu juga masih kurang ya..

nah sbnrnya disini ni peran bung pakasa sangat diperlukan..

jadi bagi para pengunjung, sptnya jumat malam ini kalian wajib datang diskusi di dunia nyata dg bung pakasa (staff kppu) sebagai pembicaranya untuk lebih tau dalam ttg keputusan kppu.

buat pakasa, sekalian sosialisasi lah pak.. hehe

Anonymous said...

You may even get some contradictory plant lists. [url=http://officialcanadagoosesoutlet.ca]canada goose parka sale[/url] Hence the custom today of carrying a bouquet when getting married. With actual compensated surveys, you can get paid to perform the exact equivalent matter.. She has written over 50 novels and has been nominated for the Pulitzer Prize three times.
Birds, like some animals, can really be a nuisance, which is why bird deterrents have been invented. http://www.icanadagooseca.com My next fashion dream job had to be at a fashion head office. [url=http://officialcanadagoosesoutlet.ca]canada goose for sale[/url]
[url=http://flyballbags.com]canada goose toronto factory[/url] If your feet scream for the right boots or shoes then this is certainly the place that you are going to find them at! Almost everything from jeans, skirts, to trousers can look good with these shoes and the rate is such that you will certainly be able to afford more of them in your wardrobe. [url=http://www.onlinebeatsbydreoutlet.com]beats by dre philippines greenhills[/url]

Anonymous said...

They are easily distinguishable by their classic form with the spongy layer on the underside of the cap comprised of a mass of fine tubes. [url=http://www.2012canadagoosepascher.fr]Doudoune Canada Goose[/url] Several months were spent equipping the boat and in May 1997 they headed north to Alaska with daughter, Misti, and Uncle John as crew. Find forex trading opportunities and generally control the currency market every day is good way to start working as a trader for the first time. This object also traveled at a very slow rate of speed so slow infact that I was able to observe these objects for more that 15 minutes.
Black Canary then calls to see if anyone's around, but she says "Hello" so loud that she caused sonic vibrations with her Canary Cry, which almost blew cracked the windows on the phone booth. [url=http://www.icanadagooseca.com]canada goose jackets[/url] Circulate you to businesses in metropolitan areas in the vicinity of Santa Rosa. [url=http://officialcanadagoosesoutlet.ca]canada goose whistler parka[/url]
[url=http://flyballbags.com]canada goose down jackets[/url] Cheap Christian Louboutin high heel shoes cause you to appear higher as well as slimmer, brief pumps tend to be greatest for ladies stressing regarding their own high elevation, toned pumps enables you to really feel high as well as comfy, sends provides the adorable turn to your own character, flip flops cause you to appear appealing as well as attractive stokies056. [url=http://www.onlinebeatsbydreoutlet.com]dr dre beats pro sound leakage[/url]

Anonymous said...

The cyclone is heading northwest at 15 kilometers per hour on a path Navy forecasters expect will take it across the Gulf of Oman, an important shipping lane for oil supplies from the Gulf. [url=http://officialcanadagoosesoutlet.ca]canada goose parka sale[/url] Crammed with special effects and 24-karat talent, these pictures often cost upward of $30 million to produce. Some of the products that could be sold are t-shirts, jewelry, pins, posters, and stuffed animals, all of the products relating to lions. The forests of Leckmelm and Braemore were worked on by the Unit..
By 1896 there were 1,075 children attending the day school and 2,460 at the Sunday school. [url=http://www.icanadagooseca.com]canada goose jackets[/url] Wassily chairInspired by a folding chair used by British officers in India, designer Marcel Breuer decided to reinvent the colonial chair using steel tubes and leather. http://officialcanadagoosesoutlet.ca
http://flyballbags.com But how do you safely select a genuine, desirable piece that also says the right issues about youThe superb craftsmanship, striking appeal, and enjoyable originality of Native American Indian bracelets make them the leading selection for the person who desires to wear a thing somewhat diverse than every person else and very own a special bit of jewellery. [url=http://www.onlinebeatsbydreoutlet.com]dre beats pro frequency response[/url]