Thursday, February 21, 2008

Mitos dan Statistik

Sebagai seorang paman, saya memiliki seorang keponakan perempuan yang umurnya kemarin baru lengkap satu tahun. Ibunya pernah bercerita bahwa ponakan ini sudah cukup sering (mungkin lebih dari sekali) jatuh dari tempat tidur. Jika sudah jatuh begitu, ibunya pasti akan membawa si ponakan berobat ke dukun bayi untuk diurut (massage).

Dari si dukun bayi ini, sang ibu diberitahu bahwa si ponakan akan berhenti jatuh dari tempat jika sudah jatuh sebanyak tujuh kali.. Kesan pertama dari pernyataan tersebut adalah sang dukun (karena memang dukun) pasti punya kemampuan supranatural, bahwa pernyataan sang dukun bayi adalah sebuah pernyataan berbau mitos atau gaib (apalagi berhubungan dengan angka tujuh..)

Sebelum si ibu (kakak saya) mengatakan yang aneh-aneh, saya jelaskan kepadanya bahwa bagi saya, pernyataan sang dukun bayi tidak lebih dari sebuah kesimpulan statistik. Bahwa sang dukun bayi selama ini telah merekam data dan informasi mengenai frekuensi bayi untuk jatuh dari tempat tidur (tentu saja dari pasien-pasiennya selama ini). Berdasarkan data statistik tersebut, sang dukun bayi menyimpulkan bahwa bayi tidak akan pernah jatuh lebih dari tujuh kali..

Lalu, apakah kita harus mempercayai penyataan sang dukun tersebut? Untuk bisa mempercayainya, saya harus melihat dulu prosedur-prosedur statistik yang digunakan sang dukun, termasuk seberapa banyak jumlah pasien bayi-jatuhnya (ribet amat ya, ya pokoknya gitulah..) Sebenarnya apapun itu, sangat beralasan jika bayi tidak akan jatuh dari tempat tidur lebih dari tujuh kali. Alasan pertama: orang tuanya sudah lebih waspada, kedua: usia bayi mungkin usia yang terlalu pendek untuk jatuh lebih dari tujuh kali, ketiga: lain-lain..

And you know guys, banyak yang bilang bahwa primbon jawa sebenarnya adalah buku tentang statistik kehidupan, nah kalo sudah begitu.. bukannya sah-sah saja ya untuk mempercayainya...

2 comments:

mardies said...

Dari dulu nggak pernah percaya ramalan tuh. Kalo ramalan itu statistik, BPS bisa jadi rujukan para dukun, donk :D

Chaikal said...

halo mardies, menurut saya begini, ada ramalan yang murni ramalan ada ramalan yang berdasarkan statistik.. (dalam statistik dan ekonometrik ada namanya forecasting method)

jadi intinya saya ingin membedakan ramalan yang ilmiah dan tidak ilmiah.

Untuk BPS, kalau datanya valid dan/atau reliable, ya tentu bisa digunakan oleh siapapun termasuk para dukun, kenapa tidak?