Thursday, October 25, 2007

Biaya Pendidikan dan Prestasi Akademik


Melihat grafik di atas, jadi teringat obrolan YM sama Gaffar kemarin. Tampaknya memang banyak uang bukan berarti akan mampu meningkatkan prestasi akademik seseorang.

Tren yang sama dengan negara-negara tersebut, aku rasa juga terjadi di Indonesia. Semakin mahalnya biaya pendidikan, munculnya jalur khusus, kelas internasional, atau jalur-jalur yang lain, aku yakin tidak meningkatkan kualitas akademis mahasiswa atau murid. Malah bisa jadi sebaliknya.

It's not all about the money..

4 comments:

Berly said...

Ini data change alias first difference. Yang bisa dibaca dari data ini adalah impact dari tambahan uang di sektor pendidikan ke nilai matematik.

Terlalu dini untuk ambil kesimpulan.

Pertama, apakah nilai matematik itu proxy yg tepat untuk kualitas pendidikan? Kenapa bukan nilai mata pelajaran ekonom, atau patent, atau proporsi lulusan SMA, atau gaji lulusan SMA/Universitas

Kedua, tambahan uang itu hardly apple to apple. Apakah sudah ada standarisasi apa saja yg disebut sebagai pengeluaran sector pendidikan? Kalau yg dijadikan ukuran hanya nilai matematika SMP kenapa bukan anggaran pendidikan menengah (atau ditambah anggaran pendidikan dasar) yang di hitung? Bagaimana dengan pendapatan per kapita?

Studi yg komprehensif pelu menggunakan data panel untuk menghindari country spesifik effek dan meningkatkan robustness

Anonymous said...

*standardisasi


*perlu



hehehe.
*iseng*

Chaikal said...

Benar bung berly, data matematiknya adalah perubahan dalam arti selama 1995-2003 terjadi penurunan rata-rata nilai matematik.

Dengan grafik sperti itu memang sangat sulit mengambil kesimpulan yang valid, tetapi setidaknya ada beberapa hipotesis "nyeleneh" bisa dimunculkan, misal apakah karena nilai matematik (khusus) mereka semakin menurun sehingga mereka kemudian spend ke pendidikan (umum) semakin banyak?

Letjes said...

saya harus akui kalo apa yang diucapkan bung berly dan chaikal benar. grafik tsb saya upload dari economist. crt lengkapnya lihat di
http://www.economist.com/world/international/displaystory.cfm?story_id=9989914