Monday, October 29, 2007

Sebuah Obrolan di Toilet tentang Cina

Di suatu sore sebelum pulang dari kantor, di sebuah toilet lantai 16 gedung depan Sarinah, memang bukan tempat yang pas untuk diskusi. Namun, kala itu sebuah diskusi kecil-kecilan berlangsung menarik dengan seorang tokoh mantan Gubernur Bank Indonesia di era 1980-an.

Sore itu saya teringat bukunya Fareed Zakaria,
The Future of Freedom: Illiberal Democracy at Home and Abroad, bisa liat di sini. Menurut Zakaria, "Economic liberalization and the rule of law first, democracy later."

Berdasarkan diskusi itu, ada beberapa hal mengapa iklim politik komunis--yang tentu saja tidak demokratis--bisa bertahan hingga saat ini di Cina?

Pertama, pemerintah Cina mampu mengalihkan wacana pentingnya iklim politik yang lebih demokratis dengan menciptakan kondisi ekonomi Cina yang lebih baik, iklim investasi yang kompetitif, penyediaan lapangan kerja yang memadai, penyediaan sarana dan infrastruktur yang berkembang pesat, serta mampu memperbaiki tingkat pendapatan penduduknya. Dengan ini, tentu saja penduduk Cina seakan-akan tak butuh lagi akan adanya arus demokrasi, toh dengan iklim politik komunis yang tidak demokratis saja sudah mampu menghidupi rakyat Cina dengan keadaan ekonomi yang lebih baik.

Kedua, dalam bidang pendidikan, di Cina sendiri lebih pesat perkembangan mengenai ilmu science, terutama dalam perkembangan teknologi dan kedokteran. Bidang ini dianggap netral terhadap kekuatan ideologi di Cina. Demikian apa yang diungkapkan wajah-wajah muda dalam Partai Komunis Cina di sini.
Perkembangan mengenai ilmu-ilmu sosial sendiri tidak diberikan ruang yang besar, apalagi membicarakan perkembangan ilmu politik, komunikasi, jurnalistik, dan sebagainya. Perkembangan ilmu sosial yang sarat akan perdebatan ideologis tentu saja berpotensi terhadap perkembangan pemikiran mengenai ideologi yang lebih demokratis semakin pesat di Cina. Hal inilah yang membuat perkembangan ilmu sosial di Cina menjadi mandek. Terkecuali perkembangan mengenai Ekonomi Bisnis, saat ini mulai perlahan berkembang di Cina.

Demikianlah apa yang bisa disarikan dari sebuah diskusi kecil itu, memang kurang holistik menjelaskan mengapa ideologi politik komunis di Cina masih terus berlanjut, namun setidaknya ini sebuah diskusi yang berbobot untuk dilakukan di sebuah toilet.

No comments: