Wednesday, April 23, 2008

Apakah Menguntungkan Bagi ASTRO Untuk Mengambil Liga Champions Juga?

Publik Indonesia pertengahan tahun lalu dikagetkan dengan menangnya Astro dalam hak siar liga inggris atau yang lebih dikenal dengan singkatan EPL (baca:ipiel). Kemudian kini Astro diisukan berniat untuk membeli Liga Champions untuk musim depan. Apakah ini adalah sebuah keputusan bisnis yang tepat bagi Astro atau tidak?

Ada beberapa perbedaan mendasar antara liga inggris dengan liga champions. Jam tayang liga champions di Indonesia selalu diatas jam 12 malam sedang liga inggris memiliki pertandingan akhir pekan yang ditayangkan antara jam 7 malam hingga jam 11 malam (ini adalah waktu favorit para penonton EPL). Lalu, karena waktu tayang yang lebih larut maka bisa dipastikan bahwa hampir seluruh penonton liga champions adalah orang yang niat banget nonton liga itu.

Selanjutnya, perbedaan lainnya adalah pada pola jumlah penonton. Pada liga inggris, jumlah penonton akan meningkat tajam bila 4 klub utama liga inggris (MU, Chelsea, Arsenal, Liverpool) sedang bertanding. Apalagi bila 2 diantara 4 klub itu sedang bertemu. Sudah dapat dipastikan jumlah penonton akan membeludak. Sedang liga champions memiliki pola yang cenderung linear, yaitu semakin menuju final maka jumlah penonton akan semakin banyak.

Dari kacamata jenis siaran, membeli sebuah acara live olahraga bola sebenernya tidak terlalu menguntungkan. Karena pengiklan tidak akan banyak yang tertarik untuk menayangkan iklannya. Oleh karena slot waktu iklan sangat terbatas yaitu diawal acara ketika pertandingan belum mulai, tengah acara ketika turun minum pemain dan akhir acara ketika pertandingan telah selesai. Dari ketiga slot tersebut, semua pengiklan pastinya akan cenderung memilih mengiklan di tengah acara. Cuma masalahnya tengah acara terbatas sekali waktunya yaitu hanya 15 menit dikurangi sesi pembahasan dari para komentator.

Berikutnya yang tidak kalah menarik adalah proses memenangkan sebuah acara yang sifatnya udah terlanjur barang “publik”. Saya katakan barang publik adalah karena acara tersebut sudah seperti barang publik semenjak awalnya masuk ke Indonesia. Sehingga penontonnya hanya dengan bermodal TV dan antena dulunya sudah bisa menonton acara ini. Jadi, “mindset” publik sudah terlanjur dimanjakan dengan barang yang bersifat “probono”. Akan sulit mengubah mindset publik agar mau membayar untuk menonton acara ini.

Memang benar bahwa pelanggan Astro meningkat sejak EPL dikuasai Astro. Tapi pertanyaannya apakah keuntungan yang diperoleh Astro telah melebihi keuntungan yang diperoleh stasiun TV non-berlangganan ketika menayangkan EPL? Tentu stasiun TV non-berlangganan juga menawar acara tersebut cukup tinggi, namun kalah karena Astro bersedia membayar lebih mahal lagi untuk hak eksklusif tersebut. Jadi, cost untuk membeli acara tersebut amat tinggi. Sedang dari sisi profit, pengiklan tentunya tidak akan mau membayar Astro semahal iklan dia waktu EPL masih di stasiun non-berlangganan. Sebab jumlah penonton EPL di Astro gak sebanyak penonton EPL di stasiun non-berlangganan. Logika serupa berlaku juga bila liga champions jadi dibeli Astro. Dengan tidak melupakan bahwa penonton liga champions secara rata-rata tidak sebanyak penonton EPL (sebagaimana dijelaskan di paragraf 3) dan banyak penonton EPL yang ber”irisan” dengan penonton liga champions. Jadi bila dihitung secara absolut tentu efek penambahan pelanggan Astro akibat membeli liga champions tidak akan sebesar ketika EPL Astro beli.

Kesimpulan akhir saya, saya rasa tidak akan menguntungkan bagi Astro untuk membeli liga champions.

5 comments:

Anonymous said...

Wah keren!

tulisan yang gw tunggu2 nih. thanks bgt los, especially buat informasinya.

Gw kira niat Astro utk membeli hak siar Liga Champions, sama seperti yang telah dikemukakan penulis, tidak se-menguntungkan ketika Astro membeli hak siar EPL.

Argumen mengenai beririsan salah satu kuncinya. Namun, masalah jam tayang yang cenderung larut malam, juga faktor penting.
Jadi gw bisa bilang bahwa necessary factor adalah irisan, dan sufficientnya masalah jam tayang yang larut.

Necessary kenapa? karena memang, gw punya analisa tersendiri dengan liga champions 4 tahun ke depan (sesuai dengan masa kontrak pemain2 handal yang bernaung di klub EPL), high probability masih dikuasai oleh klub2 dari Inggris.

Sufficient? bener los, kadang2 gw yang "gila bola" aja sering males nonton liga Champions yang terkenal jam tayangnya larut itu. Mungkin sebagian teman2 kita juga agak males ntnnya, kecuali bener2 tim kesayangannya atau partai puncak..

Jadi, udahlah Astro, mending beli hak siarnya liga Indonesia aja, hehehehe.....

Hidup PSSI Perjuangan! (PSSI anti status quo)

PS: IDN vs Yaman (25/4) di Bandung disiarin sama stasiun TV apa? jangan2 Astro nih?

Salam,
Rebibbia Boys
Pojokan 412-on leave

Carlos said...

gih kirimin ke temen lu yang kerja di Astro. supaya bosnya gak salah langkah, hehehe...

Hidup Liga Indonesia!

bangkit said...

gue sih yakin astro akan melakukan upaya yang maksimal, terutama menyangkut modal, untuk bisa dapetin UCL! gila lu, UCL tuh investasi jangka panjang, keberadaan UCL di astro adlh bagian dari kampanye astro yang pasarnya masih terbuka lebar, karena sadar ato nggak, trend tv berlangganan terus naik, seiring dengan munculnya acara2 bodoh di tv2 swasta gretongan kita. publik (pastinya kaum kelas menengah) akan selalu menuntut acara yang baik dan berkualitas, belum lagi peningkatan status pergaulan seseorang kalo banyak nonton siaran asing (nggak juga sih, tapi ada benernya, hehehe).

sekarang ganjelannya cuma satu, kelas menengah kita mungkin sudah banyak yang tersambung dengan ESPN via kabelvision ato indovision, yang selama ini juga menyiarkan UCL, inilah yang akan "cukup" menghambat astro, dan mungkin sebagian penggemar UCL lebih milih kabelvision dengan paket fastnetnya dan acara2 yang (menurut gue) relatif lebih menarik ketimbang astro, kecuali astro bisa memaksakan hak siar eksklusif kayak kasus EPL kemarin.

terakhir mungkin gue mo bilang bahwa UCL nggak akan jadi satu2nya determinan keberhasilan astro di indonesia. misalnya, percuma dapet hak siar UCL kalo kualitasnya busuk (siaran mereka nggak bagus kalo ujan). tapi tetep aja, banyak dari kita, termasuk gue, yang akan kecewa kalo UCL lepas dari tv gratisan, hehehehe....

Carlos said...

Halo Bangkit, Salam Kenal.

Pendapat kamu cukup masuk akal, namun bagaimanapun juga tulisan saya itu hanya berdasarkan logika saja belum dengan bukti empiris yang kuat. Tulisan itu saya buat dengan pendekatan analisis yang se-netral mungkin. Dan demikianlah kesimpulan awal saya. Kalo kamu berargumen bahwa ASTRO bisa untung di jangka panjang hal itu benar sekali, akan tetapi tentu saja TV-TV lain akan juga semakin berkreativitas untuk mengembangkan acara-acaranya. Jadi saya rasa masih banyak faktor lain yang belum masuk ke analisa tersebut. Terima kasih atas masukkannya.

bangkit said...

sama2.. jujur aja gue sendiri baru tau berita ini pas kebetulan lagi browsing, dan buat gue yang menggemari sepak bola hal ini terasa cukup menggegerkan, untunglah klub favorit gue nggak saban tahun masuk UCL, hehehe... yaitu AS Roma.