Thursday, April 17, 2008

Inovasi Instrumen Keuangan Penyebab Krisis, Benarkah?

Akhir-akhir ini banyak orang bersikap skeptis bahwa krisis sub-prime mortgage yang terjadi di Amerika merupakan salah satu akibat dari inovasi keuangan yang terjadi di pasar uang yang semakin liberal.

Robert J. Shiller dalam artikelnya, Has Financial Innovation Been Discredited? Mengatakan bahwa seiring dengan terliberalisasinya pasar uang akan mendorong timbulnya berbagai inovasi yang berfungsi untuk memberikan banyak pilihan untuk mendorong modal dan investasi, hal ini kemudian berujung pada terdorongnya pertumbuhan ekonomi.

Saya rasa semuanya ada baik buruknya. Satu sisi, inovasi keuangan membuat para pihak di pasar mencari bagaimana menemukan instrumen investasinya yang paling efisien, dan juga membuat semakin banyaknya pilihan untuk mendiversifikasi resiko yang mungkin terjadi. Namun di sisi lain, inovasi keuangan juga berbuntut pada semakin besarnya peluang moral hazard dalam pasar uang.

Bagi saya, sah-sah saja apabila ada pihak yang mendiskreditkan inovasi keuangan sebagai penyebab krisis. Kalau kita hidup masih di jaman seperti pada sebelum tahun 1994 mungkin saja saat ini tidak akan terjadi namanya krisis sub-prime mortgage.

4 comments:

Anonymous said...

Menurut gw far, klo melihat struktur dari CDO, yang jadi masalah itu adalah pricing, rating, dan risk management. Gak ada yang salah sedikitpun dengan inovasinya.


Best,

Septian

Gaffari said...

Bukankah bagaimana proses pricing dan rating juga bagian dari inovasi dalam financial market?

Bagus Arya Wirapati said...

Hmm.. Sebetulnya ilmu saya belum sampe buat yg kayak begini tapi dicoba deh.

Gw setuju banget dengan katanya kak gaff klo inovasi itu pedang bermata dua, punya positif dan punya negatif. Di lain pihak itu akan mengoptimalkan kinerja financial market, di lain pihak bisa menimbulkan moral hazard jika tidak dikelola dengan baik.

Contohnya adalah hak tagih terhadap subprime mortgage yang dibuat menjadi tradable dan sedemikian rupa dibuat seakan2 merupakan Triple-A. Contoh lainnya lagi adalah kehancuran Enron. Sebenarnya inovasi ini baik, tapi akan menjadi berbahaya jika tidak dikontrol.

Kasus dalam subprime mortgage di AS agak sedikit istimewa. Pada awal diciptakannya istilah subprime di 1994, kredit dengan menggunakan bunga yang bervariasi sesuai dengan suku bunga di masyarakat (tidak fixed rate). Pada awalnya, subprime mortgage berjalan cukup baik hingga akhirnya AS berperang dengan Irak dan berimbas pada naiknya harga minyak. Harga minyak ini menyebabkan suku bunga naik dan akibatnya banyak kredit macet karena lonjakan suku bunga yang tiba2 (sebab, suku bunga subprime mortgage sesuai dengan suku bunga saat itu). Subprime mortgage ini sebenarnya sudah berbahaya karena memberikan kredit kepada kreditor yang ridak layak kredit dan dengan suku bunga yang lebih tinggi. Pemerintah AS sendiri melakukan perang tanpa memperdulikan dampak ini. Sehingga saat ini sekitar 6 juta keluarga di Amerika terancam kehilangan rumah dan resesi global mungkin saja akan terjadi.

Jadinya, menurut saya, pemerintah seharusnya melakukan intervensi dan kontrol terhadap inovasi tersebut sehingga tidak menimbulkan moral hazard, bukannya memperburuk moral hazardnya. Jika semua digovern dengan baik, risiko moral hazard pun akan dapat diminimalkan. Jadi pada dasarnya semua kembali pada pemerintah sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam suatu negara.

Btw, para senior, klo topik resesi global akibat subprime mortgage ini diangkat jadi tema Economix oke gak? Soalnya Economix tahun ini maunya topiknya global supaya bisa go international. Thx atas pendapatnya.

Maap nulis panjang2..

Smile Eternally,
Wirapati...

Anonymous said...

No far...
Inovasi produk dengan proses pricing dan rating itu adalah sesuatu yang benar2 berbeda.
Klo elo mengetahui dengan detail struktur dari CDO, elo akan mengetahui, bagaimana rating agency itu ternyata mengabaikan satu hal yang cukup simple, yaitu correlation.
Menurut pandangan gw, Inovasi produk, harus diikuti dengan perkembangan pricing dan risk management. Klo dalam kasus CDO, tampaknya ada ketidaksesuaian.


Best,

Septian