Thursday, April 17, 2008

SBY Resah dengan Usaha KPK

Baru-baru saja Presiden SBY berkomentar mengenai bagaimana kinerja KPK dalam menangkap tangan para pejabat yang memanfaatkan jabatannya untuk menerima suap dari pihak lain.

SBY mengatakan bahwa tidak seharusnya KPK menjebak orang yang sedang melakukan tindak korupsi. Menurut SBY, seharusnya KPK mengingatkan mereka sebelum mereka melakukan korupsi. Baca selengkapnya di sini.

SBY juga tidak setuju dengan upaya KPK yang melakukan kerja intelijen seperti menyadap pembicaraan di telvon dan berbagai usaha penjebakan lainnya.

Hello SBY, maunya apa sih?
Bukannya Anda sendiri ya yang berkomitmen untuk memberantas korupsi? Kenapa kok mau ikut campur bahkan malah tidak membenarkan usaha yang dilakukan KPK seperti menjebak berbagai pejabat seperti Al Amin NAsution (FPPP-DPR RI) kasus alih fungsi Hutan di Bintan, Irawady Joeneos (Komisi Yudisial) kasus pengadaan tanah untuk gedung Komisi Yudisial, dan Jaksa Urip (Kejaksaan Agung) kasus BLBI dengan suap USD600.000.
Menurut SBY, lebih baik mengedepankan usaha preventif dan penyelesaian melalui legal hukum dibandingkan penjebakan-penjebakan demikian.

Pak SBY, jangan-jangan Anda takut apa yang dilakukan KPK melalui kerja intelijensi-nya akan mengusik kenyamanan Anda?
Kalo Pak SBY memang jujur dan tidak mengambil yang bukan hak Anda, seharusnya tenang-tenang saja donk.

7 comments:

Carlos said...

ato bisa jadi ada pihak2 tertentu yang "maksa" SBY untuk ngomong itu :D

Memang luar biasa republik ini, hahaha... "ajaib"

Gaffari said...

Carlos:
Terlepas dari apakah ada pihak2 tertentu yang "memaksa" saya rasa tidak pada tempatnya seorang Presiden mengatakan seperti demikian.

Kalo begini caranya, kredibilitasnya makin di titik nadir.

Kalo Pemilu 2009 sampai ada calon alternatif yg masih segar dan berintegritas (1 orang saja), saya haqul yakin habis sudah SBY.

Letjes said...

setuju dg bung gaff.. satu-satunya poin positif SBY hanya krn orang memandang dia adalah presiden yang bersih. pernyataannya jelas mempengaruhi pandangan orang ttg itu.

apakah ada pihak2 ttt yang "maksa". Kemungkinan itu sangat besar. siapa orangnya? tidak banyak yang bs jadi tersangka.

1 calon alternatif? I'll vote for Sri Sultan.. hahaha.. tp kt liat nanti lah..

Anonymous said...

SBY dan ambigu2nya..

Septian

Bagus Arya Wirapati said...

Setuju sama kak gaff dan kak firman!

Tp sebetulnya aneh juga sih si SBY itu. Dya mau nyalonin diri lg jd presiden tp bknnya melakukan tindakan2 yg mendongkrak popularitasnya malah bikin2 yg aneh2 jdnya malah ngilangin simpati masyarakat.

Kayak katanya kak firman, jdnya pandangan orang jd berubah sama SBY. Apalagi SBY skrg dibilang cenderung nepotisme.

Saya jg setuju sama kak carlos ttg pemaksaan. Mgkn emank dibalik seluruh tindak-tanduknya SBY emank ada yg 'maksa' di belakang. Klo masalah seharusnya bukan tempatnya seorang presiden mengatakan demikian, ya bukan SBY klo gak gitu.

Kan SBY (Selalu Bilang 'Ya!') tapi 'ya'nya sama mesin politiknya. Pokoknya mesin politiknya mau apa, jwbannya pasti 'ya!'. Hehe...

Klo calon alternatif.. Seandainya Abubakar Ba'asyir mau maju, pasti saya vote!

Maap sering nimbrung soalnya lg pengen mengasah otak. Hehehe..

Smile Eternally,
Wirapati...

Letjes said...

Meski dia sdh punya legitimasi yang kuat krn dia dipilih oleh rakyat, SBY selalu khawatir dg posisinya. Oleh krn itu dia sll sibuk berkonsolidasi politik, berusaha mengamankan posisinya, mencoba merangkul partai2..tapi hasilnya? sangat sedikit.

untuk pilpres nanti, partai-partai udah jengah dg SBY. mrk mlh berusaha sekuat mgkn SBY jatuh sblm pilpres, mengingat popularitasnya yg tinggi.

meski popularitasnya masih tinggi SBY tetap khawatir utk pilpres nanti. mengandalkan hanya demokrat saja sama dg bunuh diri. krn itu mulai lah dia melakukan kembali konsolidasi politiknya, tapi kali ini targetnya bukan partai. tapi mereka yang punya segepok duit di kantong dan brankasnya.

kurang lebih itu analisis dari seorang politikus jadi-jadian.. hehehe...

buat roy, silahkan g usah sungkan2 utk berdiskusi. mlh kt senang mendengar suara-suara dari yang muda.

klo perlu ikutan diskusi di dunia nyata-nya. setiap jumat atau kamis malam. tempat, tgtg selera hari itu. hehehe

Bagus Arya Wirapati said...

Wah! Setuju tuh kak firman! Dari awal emank si SBY tuh banyak banget cari muka ama yg duitnya bergepok2. Bahkan uda dari awal. Contohnya aja Lapindo. Mentang2 itu punya Bakrie, dan Bakrie dulu juga air terjun duit buat manuver politiknya, dibela2in dehh.

Uda gak maen partai politik lg dya.

Smile Eternally,
Wirapati...