Friday, April 4, 2008

ASEAN Jangan Takuti AS Krisis

Akhir Pekan ini (3-4 April 2008) di Da Nanag, Vietnam, diadakan pertemuan menteri-menteri keuangan dari negara-negara ASEAN. Salah satu agenda utama pertemuan ini adalah membahas implikasi inflasi global dan perlambatan ekonomi AS.

AS yang merupakan tujuan ekpor utama negara-negara di Asia Tenggara, tentu membuat khawatir para pengambil kebijakan kawasan ini bila tiba-tiba mengalami krisis. “Jika perekonomian di AS suram, daya beli masyarakatnya melemah. Ini membuat permintaan akan produk dari Asia Tenggara menurun sehingga menekan volume ekspor Asia Tenggara”, begitulah saya kutip dari kompas hari ini (Jumat, 4 April 2008 hal 11).

Pertanyaannya, apa itu benar??? Kalo menurut saya tidak! Perlu kita cermati baik-baik bahwa berbeda antara AS mengalami krisis dengan ASEAN mengalami krisis. Pendapatan per kapita AS selama ini berada diatas negara-negara ASEAN, jadi bila AS krisis maka paling buruk-buruknya pendapatan per kapita AS akan jadi sederajat dengan ASEAN (itu pun rada mustahil terdengar), lalu bila AS krisis maka proses produksi di dalam negerinya akan sangat terganggu, sehingga demand mereka pun ikut menurun. Tapi pertanyaannya, sampai berapa lama demand menurun? Cepat atau lambat demand mesti dipenuhi. Hal inilah yang menurut saya, akan mendorong subtitusi demand AS dari barang kualitas tinggi (notabene harga tinggi) ke barang kualitas lebih rendah (harga juga lebih rendah) dengan utilitas yang sama. Untungnya barang-barang seperti ini banyak di kawasan kita. Jadi saya menduga, bila AS krisis maka ekspor ASEAN ke AS akan meningkat. Bahkan mungkin akan terjadi diversion demand AS dari kawasan Eropa ke ASIA Timur dan Tenggara. Yang sebenernya kondisi ini sudah ter-refleksi dari sekarang pada current account balance AS yang terus menerus makin defisit untuk beberapa tahun belakangan.

Intinya, saya hanya mau bilang, bahwa ASEAN gak usah repot soal ekspor bila AS benar-benar mengalami krisis. Teruskan saja aktivitas sebagaimana biasanya, dan siap-siaplah menerima Winfall yang akan jatuh ke kita.

2 comments:

Anonymous said...

Hmm..menurut gw ada yang aneh dengan judulnya:
"ASEAN jangan takuti AS Krisis"..
Sepertinya ada kesalahan tata bahasa yah

Carlos said...

hehehe...
yoi akhirnya ada yang nyadar juga.
thanks ya, tapi biar lah