Monday, December 21, 2009

The Momentum of Indonesia's Economic Recovery

Dear starbuckers,
my short paper just published in Elcano Royal Institute website. Elcano Royal Instute is one of think-tanks in Madrid, Spain.

This paper just wants to describe the recent economic condition in Indonesia, specifically about its economic growth and trade performance. If you interested to read it, just click or copy paste this link: http://www.realinstitutoelcano.org/wps/portal/rielcano_eng/Content?WCM_GLOBAL_CONTEXT=/elcano/elcano_in/zonas_in/ari167-2009

Herewith I also enclosed the theme and summary.

Theme: It is clear that no single country can be immune from the global recession, including Indonesia. The impact on the latter has distorted some of its economic indicators, especially growth and trade. In line with the efforts made by its government to handle the crisis, Indonesia held elections, both legislative and presidential, in 2009. This ARI looks at the implications of the elections and the prospects for Indonesia’s economy after them.

Summary: After experiencing an economic downturn in the second half of 2008, Indonesia’s economic recovery has begun to show some momentum following the legislative elections of 9 April 2009 and the presidential elections of 8 July 2009. Indonesia’s government was quick to respond to the crisis by combining both monetary and fiscal policy instruments in order to minimise the effects of the global crisis. Swift action and a lack of panic in handling the impact since August 2008 have made all the difference. Indonesia has now become far more dependent on its own spending as an engine of growth.

I hope it will be useful. I am sorry for not being active to this blog recently.

Fajar

Wednesday, December 9, 2009

Uang Koin Untuk Prita, Masa Depan Pergerakan Publik

Pagi-pagi dikantor saya, ada seorang OB keliling membawa wadah untuk mengumpulkan koin-koin untuk sumbangan. Saya tanya, "untuk siapa ini?", jawabnya,"untuk mba prita". Secara serentak teman-teman sekantor mengumpulkan koin-koin dan memasukkannya ke wadah. Kemudian, datang seorang rekan kantor membawa uang kertas, lalu mendadak si OB berkata, "jangan uang kertas, ini hanya untuk uang koin".

Tak tahu kegiatan ini akan meluas seberapa luas lagi. Tapi untuk setiap orang yang menyumbang uang-uang koin itu tentu bercampur rasa-rasa didalam hatinya, yaitu antara rasa kasihan, marah, aneh, dan seru. Semua itu bercampur sehingga membentuk sebuah pergerakan yang berawal dari facebook dan twitter, kini menjadi pengumpulan dana berupa uang koin. Hayugg kita ikut nyumbang, saya sih sudah...

Game: Minority Rule

Teman-teman starbuckers, atas permintaan sesepuh kita yang saat ini sedang di Jepang, sy cb untuk kembali meramaikan blog kita.

Dalam posting blog ini, sy akan mengajak teman-teman untuk bermain sebuah game. Nama gamenya: Minority Rule. Bagaimana cara mainnya? gampang saja. Jika dalam demokrasi kita mengenal majority rule (dalam sebuah pengambilan keputusan, suara mayoritas yang menang), dalam minority rule, yang terjadi sebaliknya. Pemenang adalah suara minoritas.

Dalam game ini, ada 4 orang yang ikut bermain (3 cewek dan 1 cowok), termasuk Anda di dalamnya. Sebuah pertanyaan akan ditanyakan, "Apakah Anda ganteng?" dan setiap peserta harus menjawab "ya" atau "tidak". Peserta tidak boleh tidak menjawab dan tidak boleh menjawab keduanya. Anda diberikan waktu 6 jam untuk menjawab. Selama 6 jam tersebut Anda diperkenankan melakukan apapun yang diperlukan. Pemenang adalah yang jawabannya minoritas (hanya dijawab oleh 1 orang).

Pemenang akan mendapatkan Rp 1 miliar. 3 orang yang kalah harus membayar denda Rp 200 juta rupiah.

Pertanyaannya apa yang akan Anda lakukan? Jawaban apa yang akan Anda pilih? ya atau tidak? Bisakah Anda menang?

Jawaban dalam poin2 saja ya..