Seiring dengan menurunnya bunga the "FED" maka suku bunga deposito valas di seluruh dunia ikut menurun. Singkat cerita, memarkir dana menganggur Anda pada sebuah deposito valas di momen ini adalah pilihan yang salah bila ingin berinvestasi atau menyimpan uang.
Saat ini suku bunga deposito valas adalah berkisar antara 0,25%-0,5%. Sedangkan deposito rupiah bersuku bunga sekitar 5%. Bila kita buat sebuah deposito valas sebesar USD 1000. Maka dalam satu tahun kita akan memperoleh USD 2,5. Kemudian bila USD 1000 tersebut kita tukar ke rupiah maka akan mendapat Rp 9.300.000 (menggunakan asumsi kasar USD 1 = Rp 9300). Otomatis dalam 1 tahun kita akan memperoleh Rp. 465.000 sebagai bunga. Bila dibandingkan maka jika menggunakan deposito valas setahunnya kita mendapat Rp 23.250 (USD 2,5) sedang dalam deposito rupiah mendapat 20 kali lipatnya.
Kondisi ini kalo saya tidak salah inget yang disebut sebagai uncovered interest rate parity. Supaya menjadi covered, maka nilai tukar perlu meningkat hingga USD 1 = Rp 186000, atau suku bunga Indonesia dipaksa turun hingga mendekati suku bunga the "FED".
Tetapi mungkin banyak orang akan berpendapat bahwa suku bunga Indonesia memang harus lebih tinggi dari the FED agar aliran dana asing tetap terus mengalir dan tidak keluar dari dalam negeri, tetapi sayangnya preposisi ini kurang kuat karena masih ada negara-negara lain yang berani memberi suku bunga yang lebih tinggi dan kondisi perbankan Indonesia yang saat ini sedang sering "terganggu".
Ok, kembali ke topik awal, mengapa saya tekankan bahwa menabung di deposito valas adalah tidak menguntungkan saat ini adalah, sebab untuk tetap mempertahankan dana kita dalam bentuk valas maka bank akan mewajibkan kita untuk tetap memiliki tabungan valas selain deposito valas. Padahal perlu Anda ketahui bahwa sebuah tabungan valas menerapkan biaya administrasi sekitar 1 - 2 USD per bulan. Oleh karena itu bila suku bunga valas adalah 0,25% maka sedikitnya deposito Anda harus bernilai USD 9600. Apakah Anda punya uang sebanyak itu?
Jadi cara terbaik bila Anda ingin tetap berinvestasi adalah segera ubah uang valas Anda ke rupiah lalu masukkan ke deposito rupiah, toh, nilai tukar rupiah sedang menguat, tentu dengan bunga uang rupiah Anda pasti bisa beli valas lebih banyak lagi.
Friday, January 29, 2010
Wednesday, January 27, 2010
Orang Bangga Kerja di Kantor Jalan Sudirman?
Duduk di sebuah kafe starbucks di salah satu gedung perkantoran di jalan sudirman, saya bisa perhatikan bagaimana orang-orang semangat berjalan dan ngobrol2 di selasar gedung atau trotoar-trotoar. Jalan ini bertumbuh layaknya downtown New York atau Tokyo (walau saya baru melihatnya melalui televisi).
Setiap sore, akan terlihat para esmud yang matanya sayup sehabis duduk seharian depan komputer berusaha menunggu taksi atau bus angkutan untuk menuju pulang. Jangan bayangkan pulang menuju tempat tinggal yang berjarak 10 menit berkendaraan. Kebanyakan para esmud ini tinggal di daerah pinggiran jakarta. Perjalanan pasti lebih dari 30 menit bila plus macet.
Jadi kalo dihitung-hitung, apakah bekerja sebagai esmud jalan sudirman bisa memberi hari tua yang lebih baik? Jawabannya pasti bervariasi untuk pertanyaan ini. Yang jelas, ada sedikit rasa gengsi bila bekerja di salah satu gedung yang berbaris sepanjang jalan bernama jenderal besar Indonesia ini.
Siapakah yang layak kerja di jalan sudirman? saya pikir haruslah orang yang bisa mensubtitusi antara real income dengan gengsi. Sebab, selain jauh dari pemukiman yang berharga terjangkau, juga tingkat pendapatan yang belum tentu sepadan dengan pengeluaran harian. Jadi, kalo Anda adalah orang yang kurang bisa berpikir gengsi sebaiknya mempertimbangkan untuk mengolah ekonomi Anda pada wilayah lain. Perlu disadari bahwa sebagian besar ekonomi Indonesia tidak bertumbuh di jalan sudirman. Hanya saja, jalan sudirman mengontrol sebagian besar pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara jarak jauh.
Setiap sore, akan terlihat para esmud yang matanya sayup sehabis duduk seharian depan komputer berusaha menunggu taksi atau bus angkutan untuk menuju pulang. Jangan bayangkan pulang menuju tempat tinggal yang berjarak 10 menit berkendaraan. Kebanyakan para esmud ini tinggal di daerah pinggiran jakarta. Perjalanan pasti lebih dari 30 menit bila plus macet.
Jadi kalo dihitung-hitung, apakah bekerja sebagai esmud jalan sudirman bisa memberi hari tua yang lebih baik? Jawabannya pasti bervariasi untuk pertanyaan ini. Yang jelas, ada sedikit rasa gengsi bila bekerja di salah satu gedung yang berbaris sepanjang jalan bernama jenderal besar Indonesia ini.
Siapakah yang layak kerja di jalan sudirman? saya pikir haruslah orang yang bisa mensubtitusi antara real income dengan gengsi. Sebab, selain jauh dari pemukiman yang berharga terjangkau, juga tingkat pendapatan yang belum tentu sepadan dengan pengeluaran harian. Jadi, kalo Anda adalah orang yang kurang bisa berpikir gengsi sebaiknya mempertimbangkan untuk mengolah ekonomi Anda pada wilayah lain. Perlu disadari bahwa sebagian besar ekonomi Indonesia tidak bertumbuh di jalan sudirman. Hanya saja, jalan sudirman mengontrol sebagian besar pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara jarak jauh.
Friday, January 15, 2010
Berapa Nilai Tukar USD-Rp jika Cadangan Devisa 100 Milyar USD - V.2
Regresi Pertama.

Regresi Kedua.

Tabel Prediksi

Demikianlah hasil perhitungan dari penulis. Sangat diharapkan pendapat dan masukkannya. Trims.
Regresi Kedua.
Tabel Prediksi
Demikianlah hasil perhitungan dari penulis. Sangat diharapkan pendapat dan masukkannya. Trims.
Labels:
Econometrics,
Financial Economics,
Monetary Policy
Monday, January 11, 2010
Berapa Nilai Tukar USD-Rp jika Cadangan Devisa 100 Milyar USD
Deputi Senior Gubernur BI Darmin Nasution menjelaskan mengenai nilai tukar rupiah yang menguat oleh karena aliran devisa negara yang meningkat tajam belakangan ini dan mampu untuk mencapai 100 milyar USD dalam kurun waktu ke depan.
Jadi kira-kira berapa nilai tukar USD-Rp ketika cadangan devisa mencapai level 100 milyar USD?
Penulis melakukan regresi ekonometri nilai tukar terhadap cadangan devisa. Sampel awal adalah dari tahun 1999 hingga akhir 2009. Secara bertahap kami reduksi jumlah sampel hingga menemukan persamaan regresi dengan slope negatif agar logika sesuai dengan kondisi saat ini. Namun hasil tersebut ternyata masih tidak signifikan pada parameter slopenya. Kemudian kami reduksi lagi sampel hingga semua parameter signifikan.
Akhirnya dari kedua persamaan itu kami susun tabel menggunakan data yang actual dan prediksi bila cadangan devisa mencapai 100 milyar USD.
Dari hasil perhitungan, kami temukan saat devisa 66 M USD maka nilai tukar sekitar 9400an rupiah dan saat cadangan devisa adalah 100 milyar USD maka nilai tukar USD-Rp adalah Rp8200an/USD.
Akan kah prediksi ini akurat?
Jadi kira-kira berapa nilai tukar USD-Rp ketika cadangan devisa mencapai level 100 milyar USD?
Penulis melakukan regresi ekonometri nilai tukar terhadap cadangan devisa. Sampel awal adalah dari tahun 1999 hingga akhir 2009. Secara bertahap kami reduksi jumlah sampel hingga menemukan persamaan regresi dengan slope negatif agar logika sesuai dengan kondisi saat ini. Namun hasil tersebut ternyata masih tidak signifikan pada parameter slopenya. Kemudian kami reduksi lagi sampel hingga semua parameter signifikan.
Akhirnya dari kedua persamaan itu kami susun tabel menggunakan data yang actual dan prediksi bila cadangan devisa mencapai 100 milyar USD.
Dari hasil perhitungan, kami temukan saat devisa 66 M USD maka nilai tukar sekitar 9400an rupiah dan saat cadangan devisa adalah 100 milyar USD maka nilai tukar USD-Rp adalah Rp8200an/USD.
Akan kah prediksi ini akurat?
Subscribe to:
Posts (Atom)
