Saya kalo datang ke rumah sakit ada kalanya berpikir mengapa biayanya mahal sekali. Kalo saya berpikir itu mahal bagaimana dengan orang-orang yang penghasilannya lebih kecil dari saya.
Lalu pernah suatu kali saya sakit, cukup parah, namun pas lagi "bulan tua", tiba-tiba bingung, bagaimana harus bayar biaya berobatnya. Mengambil tabungan sebenernya bisa saja, namun bagaimana dengan orang-orang yang tidak punya tabungan.
Mengapa negara kita tidak bisa pakai sistem kesehatan seperti di AS yang mana orang kalo sakit tinggal datang saja ke rumah sakit maka pengobatan yang paling optimum akan diberikan ke orang tersebut dan semuanya sudah ter-cover oleh sistem asuransi. Mungkin jawabnya adalah karena negara belum cukup dana untuk dialokasikan ke sektor kesehatan sebagaimana sektor pendidikan sudah memperolehnya.
Selanjutnya mengapa sih banyak orang pingin anaknya sekolah di fakultas kedokteran? Mungkin agar si anak bisa merawat orang tuanya tersebut bila sudah tua dan mulai sakit-sakitan, supaya pengeluaran kesehatan keluarga menjadi tidak mahal. Kemudian supaya si anak bisa memiliki pendapatan yang tinggi. Karena secara umum, profesi dokter adalah salah satu profesi dengan penghasilan tertinggi, tidak hanya di Indonesia, tetapi bahkan di dunia. Percaya tidak percaya, untuk seorang dokter senior, penghasilan ratusan juta dalam sebulan adalah tidak mustahil. Luar biasaaa...
Reformasi kesehatan mungkin sudah waktunya didengungkan.. Bukan hanya untuk yang miskin dan sakit, tapi bahkan untuk yang mampu dan sehat. Sebab lebih baik mencegah dari pada mengobati. Benar khan?
Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts
Saturday, July 11, 2009
Friday, December 5, 2008
Mengapa Manusia Cantik Disuruh Bertemu Orang Sakit?
Setiap tahun hampir di seluruh negara di bumi ini melakukan kontes ratu kecantikan, lalu pemenang di tiap-tiap negara diadu dalam kontes ratu kecantikan sejagat. Ritual ini dilakukan secara rutin setiap tahunnya. Yang menarik dari ritual ini adalah dimana para pemenang kontes akan dibebani tugas-tugas kemanusiaan yang seperti mengunjungi orang-orang sakit dan kekurangan di berbagai pelosok negeri dan bumi.
Sudah umum untuk membahas siapa pemenang kontes dan sebagaimana cantik pemenangnya tersebut. Tapi pernahkah Anda bertanya sebenarnya apa logika dibalik kegiatan kemanusiaan mengunjungi orang-orang sakit?
Misalkan Anda adalah seorang ratu kecantikan namun tidak dibebani tugas untuk mengunjungi orang sakit, apakah Anda akan mengunjungi orang-orang sakit itu? Bila iya, misi apa yang Anda emban pada kegiatan Anda tersebut? Bila memang Anda datang untuk memberi semangat bagi yang sakit, apakah semangat yang Anda suntikan adalah sebuah semangat yang tepat??
Bilasanya ada seorang dokter yang sangat cantik dan pintar mengobati pasien. Lalu setiap hari yang dilakukannya adalah mengobati orang sakit. Apakah situasi tersebut akan membuat jumlah pasiennya semakin sedikit? Ataukah jumlah pasiennya makin bertambah karena orang sakit dari tempat lain akan cenderung datang ke dia, lalu orang yang semestinya sudah sembuh akan cenderung berpura-pura sakit atau sengaja sakit demi bertemu sang dokter. Benarkah itu??
Yang saya pikir, mungkin sebaiknya duta kesehatan semacam ini diberikan kepada para olahragawan ternama seperti seorang pemain sepakbola. Sebab dengan demikian semangat yang ditumpuk kepada para pasien adalah semangat untuk bisa berolahraga bersama sang olahragawan, yang notabene seseorang mesti sehat bugar untuk berolahraga.
Sudah umum untuk membahas siapa pemenang kontes dan sebagaimana cantik pemenangnya tersebut. Tapi pernahkah Anda bertanya sebenarnya apa logika dibalik kegiatan kemanusiaan mengunjungi orang-orang sakit?
Misalkan Anda adalah seorang ratu kecantikan namun tidak dibebani tugas untuk mengunjungi orang sakit, apakah Anda akan mengunjungi orang-orang sakit itu? Bila iya, misi apa yang Anda emban pada kegiatan Anda tersebut? Bila memang Anda datang untuk memberi semangat bagi yang sakit, apakah semangat yang Anda suntikan adalah sebuah semangat yang tepat??
Bilasanya ada seorang dokter yang sangat cantik dan pintar mengobati pasien. Lalu setiap hari yang dilakukannya adalah mengobati orang sakit. Apakah situasi tersebut akan membuat jumlah pasiennya semakin sedikit? Ataukah jumlah pasiennya makin bertambah karena orang sakit dari tempat lain akan cenderung datang ke dia, lalu orang yang semestinya sudah sembuh akan cenderung berpura-pura sakit atau sengaja sakit demi bertemu sang dokter. Benarkah itu??
Yang saya pikir, mungkin sebaiknya duta kesehatan semacam ini diberikan kepada para olahragawan ternama seperti seorang pemain sepakbola. Sebab dengan demikian semangat yang ditumpuk kepada para pasien adalah semangat untuk bisa berolahraga bersama sang olahragawan, yang notabene seseorang mesti sehat bugar untuk berolahraga.
Subscribe to:
Posts (Atom)
