Saturday, June 12, 2010

Marriage Model

In this paper I estimate empirical marriage model simultaneously considering endogenous regression and model uncertainty. I apply Bayesian methods with love as the prior and marriage as the posterior. The likelihood function assumed to follow binomial distribution (1: married, 0: not-married). The resulting maximum likelihood estimator for the probability of a man getting married to someone that he loves is 73.49%. On the other hand, the probability of a woman getting married to someone that she loves is only 23.12%. (Forthcoming: Journal of Economics of Love, No. x, 201x)

Saturday, June 5, 2010

Apakah Sepakbola adalah Olahraga Laki-laki?

Demam dan gaung piala dunia 2010 sudah dimana-mana diseluruh negeri kita. Perhelatan akbar ini akan dimulai beberapa hari ini. Ada satu pertanyaan kecil sehubungan dengan ini yang mungkin iseng-iseng baik juga untuk dibuktikan secara statistik. Yaitu, Apakah di Indonesia sepakbola hanyalah sebuah olahraga hanya untuk laki-laki atau bukan? Secara umum kita mungkin sepakat berkata bahwa jawabannya adalah tidak, meski tentunya motif kegemaran akan sepakbola dari kamu laki-laki dan kaum perempuan tentu ada bedanya.

Berikut ini akan ditunjukkan sebuah pembuktian statistik untuk menjawab pertanyaan tersebut. Variabel yang digunakan hanya 2 yaitu persentase penduduk laki-laki di Indonesia per propinsi dan persentase keberadaan lapangan sepakbola di tiap propinsi. Dalam hal ini variabel kedua adalah sebuah proxy dari kadar kegemaran akan sepakbola. Semua data berasal dari podes 2008.

Uji yang dilakukan adalah uji matriks korelasi yang hasilnya sebagai berikut:


Dengan ini bisa kita simpulkan bahwa benar, di Indonesia bukanlah olahraga laki-laki saja. Namun memang dibutuhkan pembuktian lebih lanjut apakah benar motif kegemaran akan sepakbola dari laki-laki dan perempuan adalah berbeda. Silakan bagi yang berminat untuk melanjutkannya. Akhir kata, selamat bagi kita semua yang akan mulai menikmati menonton world cup 2010. Viva Soccer..