Showing posts with label Global Welfare. Show all posts
Showing posts with label Global Welfare. Show all posts

Tuesday, January 29, 2008

Benarkah Reformasi Membuat Rakyat Better-off?

Sambutan yang luar biasa terhadap kematian Soeharto, membuat saya bertanya: Apa benar beliau seorang diktator?Jangan-jangan Ia hanya diktator bagi mahasiswa atau mahasiswa angkatan98? tapi tidak bagi rakyat Indonesia?Kebetulan kantor saya baru saja selesai melakukan polling mengenai hal tersebut. berikut saya cuplikkan sedikit hasil polling.

Di media masa banyak diberitakaan bahwa masyarakat merindukan jaman Orde Baru di bawah Pak Harto karena kehidupan mereka lebih baik. Berita tersebut dapat dikatakan sesuai dengan yang dirasakan oleh penduduk di Jawa Tengah. Berikut hasil jajak pendapat mengenai kondisi penduduk Jateng:


Sebanyak 57.4 persen penduduk Jateng mengatakan bahwa secara umum kondisi mereka saat ini lebih buruk bila dibandingkan zaman Orba. 16 persen mengatakan lebih baik dan sebanyak 20.5 persen mengatakan sama saja. Menarik untuk mengetahui dalam bidang apa penduduk jateng merasa kondisi mereka demikian:


Dalam Bidang-Bidang Dibawah ini
Kondisi Anda Lebih Baik, Buruk Atau Sama Saja?
(dalam persentase)




Sumber : Jajak Pendapat

Sekali lagi daerah sampel dari jajak pendapat ini adalah Jawa Tengah. Apabila saya menjadikan daerah ini sebagai miniatur Indonesia tentu akan highly debatable, maka saya dapat mengambil kesimpulan bahwa era reformasi tidak membuat rakyat menjadi sejahtera. Oke kebebasan berpendapat dan iklim demokratis meningkat pesat. Namun kesejahteraan tidak. Sepertinya hasil ini agak bertolak belakang dengan studi dari Bung Gaffari.

Namun demikian, dari hasil ini ada kesimpulan implisit yang dapat saya ambil, yaitu rakyat Indonesia cenderung tidak mau susah. Maunya serba gampang. Hal ini jadi semakin menguatkan kebutuhan akan banyak program seperti program REDD. Hanya dengan menjaga hutan (ongkang-ongkang kaki) kita bisa dapat uang. Mungkin di masa akan datang kita bisa memasukkan isu menjaga laut, gunung berapi atau apapun yang bisa dijaga. Lalu mengemis kepada negara G8 untuk menyumbang karena kita sudah berhasil menjadi Anjing penjaga (pardon my friend Bung Firman) yang baik.

Wednesday, October 31, 2007

Tingkat Kepercayaan Beberapa Negara Terhadap Peranan Suatu Negara di Dunia: Sebuah Survey

Semakin terpuruknya Amerika Serikat dari sudut pandang sosial yang disebabkan oleh banyak hal, seperti masalah subprime mortgage, military spending yang cukup besar, nilai tukar US terhadap Euro terus melemah, dan sebagainya, sangat mempengaruhi tatanan sosial dunia, khususnya di bidang ekonomi. Situasi Amerika Serikat yang terus mengalami kemalangan dari sisi ekonomi ini membuat kekuatan-kekuatan ekonomi negara lain, khususnya negara Asia, bermunculan, sebut saja China. Menurut berbagai macam sumber, diperkirakan bahwa China akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup besar, yaitu +/- 10%, dan nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi negara atau kawasan lain.

Maka dari itu, menarik untuk dicermati survey yang dilakukan The Chicago Council on Global Affairs mengenai tingkat kepercayaan/keyakinan beberapa negara di dunia terhadap suatu negara, yang dalam hal ini adalah Amerika Serikat, China, dan Jepang.


Berikut ini adalah hasil survey dari The Chicago Council on Global Affairs.


How much do you trust the following countries to act responsibly in the world?



Berdasarkan hasil survey di atas, beberapa negara yang menjawab "not at all" lebih tinggi terhadap Amerika Serikat dibandingkan dengan Jepang, apalagi China. Dengan kata lain, tingkat ketidakpercayaan terhadap peranan Amerika Serikat di dunia lebih tinggi dibandingkan Jepang dan China. Akankah kiblat dunia akan beralih ke daratan Asia? Apakah The Rise of China akan tetap menjadi isu global yang mempengaruhi keamanan dan kesejahteraan secara global pada 5-10 tahun mendatang? Hanya waktu yang bisa menjawabnya....