Warteg memang merupakan bisnis relatif mudah untuk di"entry", dilain sisi, harga makanan di warteg sangat terjangkau, sehingga bila ada orang yang sedang mengalami masalah finansial, warteg bisa menjadi solusi untuk mengatasi rasa lapar di perut.
Berikut ini saya melakukan regresi cross-section jumlah pengangguran (dalam ribuan orang) ditiap propinsi terhadap jumlah warung/kedai makanan, dari data podes tahun 2008.
Dari hasil regresi ini maka bisa kita simpulkan bahwa untuk tiap penambahan seribu penganguran maka jumlah warteg yang bertambah adalah sekitar 69 atau 70 warung.
Akan tetapi memang perhitungan ini masih jauh dari kesempurnaan karena semestinya bisa lebih baik lagi kalau ada data time-seriesnya. silakan di komentari oleh kawan-kawan semua, terutama oleh teman-teman yang dulu pernah suka makan di warteg tapi kini gengsi kalo tidak makan di restoran, hehe..

