Saturday, January 31, 2009

Obama dan Program Bail Out AS

Tepat sudah 10 hari semenjak Obama memegang tahta Amerika Serikat (AS), kini dia akan menjalankan program bail-out bagi perusahaan-perusahaan AS yang krusial bagi ekonomi namun tertekan oleh krisis.

Bicara program bail-out AS maka kita bicara jumlah uang sebesar 850 milyar dollar AS. Dari mana pemerintah AS akan peroleh dana sebesar itu? Kemungkinan dari penerbitan obligasi. 850 milyar dollar AS adalah setaraf 17 kali cadangan devisa Indonesia saat ini. Jadi, bila obligasi tersebut diterbitkan maka separah-parahnya AS akan menyedot habis 17 cadangan devisa negara seukuran Indonesia.

Apa akibatnya bila cadangan devisa tersedot habis menjadi nol? Singkat cerita, Indonesia mengalami cadangan devisa sama dengan nol adalah ketika krisis 97/98. Jadi bisa disimpulkan bahwa program bail-out AS separah-parahnya bisa membuat 17 negara seukuran Indonesia mengalami krisis ekonomi yang parah. Kita lihat saja nanti..

Tuesday, January 20, 2009

Posisi Indonesia dalam Menyikapi Agresi Militer Israel

Agresi militer Israel atas Palestina menghiasi sebagian besar surat kabar dalam sebulan kebelakang. Semakin hari pemberitaan mengenai peristiwa ini semakin meresahkan dan menggambarkan kekejaman tentara Israel. PBB yang diharapkan dapat menghentikan agresi militer tersebut sejauh ini belum terlihat pengaruhnya. Liga Arab juga setali tiga uang dengan PBB, tidak dapat berbuat banyak untuk menghentikan agresi. Sehingga dalam hal ini Palestina dapat dikatakan berjuang sendiri dalam mempertahankan kedudukannya.

Dari pemberitaan dikabarkan bahwa tujuan Israel menyerang Palestina adalah untuk menumpas Hamas. Namun demikian tujuan tersebut menjadi absurd ketika banyak korban sipil berjatuhan. Terlebih lagi adanya fakta bahwa bantuan kemanusiaan tidak diijinkan memasuki wilayah Gaza. Hal ini perlu ditelaah secara mendalam untuk dapat dengan objektif memutuskan siapa sebenarnya yang sedang diserang oleh Israel.

Peranan Indonesia dalam menyikapi konflik Israel-Palestina dapat dikatakan tidak akan berpengaruh signifikan. Selain kedudukan dalam perpolitikan luar negeri yang tidak tinggi, kekuatan militer Indonesia dapat dikatakan sama sekali bukan ancaman. Namun sejauh ini upaya yang dilakukan oleh pemerintah cukup baik walaupun terkesan tidak serius.


Indonesia dengan kebijakan luar negeri yang bebas aktif telah mengambil berbagai tindakan yang dirasa perlu untuk menghentikan peperangan. Tindakan pemerintah secara spontan diikuti oleh sebagian besar LSM domestik yang peduli dengan masalah Palestina. Pro dan kontra mengenai sikap Indonesia terhadap masalah Palestina kemudian bermunculan. Bagi kelompok yang kontra dengan reaksi tersebut mengatakan bahwa masalah domestik yang sedang dihadapi masih sangat banyak, sehingga dirasa kurang tepat untuk memperhatikan bangsa lain. Sedangkan yang pro mengatakan bahwa masalah domestik selalu akan ada, apabila menunggu masalah domestik selesai dikhawatirkan politik luar negeri tidak berjalan. Terlepas dari banyaknya masalah domestik yang sedang dihadapi oleh Indonesia, kebijakan untuk secara aktif terlibat dalam penyelesaian perang dapat dibenarkan secara ekonomi.

Berdasarkan penelusuran sejarah yang telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa konflik Israel-Palestina merupakan representasi dua kepentingan besar. Palestina merupakan representasi kepentingan negara-negara Arab, walaupun banyak dari mereka yang cenderung tidak peduli. Sedangkan Israel merupakan representasi kepentingan Amerika Serikat dan Inggris, yang dalam hal ini terlihat jelas keberpihakannya. Sehingga, in a simple way, membantu Israel menunjukkan keberpihakan pada Amerika, sedangkan membantu Palestina menunjukkan keberpihakan pada negara Arab. Pilihan pada salah satu dari opsi diatas menimbulkan konsekuensi masing-masing.

Keterlibatan aktif Indonesia dalam konflik Israel-Palestina berpotensi mendatangkan keuntungan ekonomi tidak langsung. Dikatakan demikian karena kondisi likuiditas yang saat ini sedang melimpah di negara-negara arab, sedangkan hubungan perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara Arab masih belum optimal. Berikut data-data perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara Arab.




Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa negara Arab yang menjadi tujuan ekspor non migas terbesar adalah Uni Emirat Arab (UEA). Sedangkan Kuwait dan Qatar merupakan negara Arab tujuan ekspor non migas yang paling kecil. Tiga negara tujuan ekspor barang dari Indonesia terbesar adalah Jepang, AS dan RRC. Apabila jumlah barang yang diekspor ke negara-negara Arab dijumlahkan, nilainya masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan tiga negara tersebut masing-masing. Sehingga dapat dikatakan bahwa ekspor barang dari Indonesia ke negara-negara Arab relatif tidak signifikan dibandingkan ekspor barang Indonesia ke AS, Jepang dan RRC. Dalam hal ini dampak yang akan terjadi apabila AS menutup pasarnya dari Indonesia akan jauh lebih parah daripada apabila negara-negara Arab secara bersama-sama menutup pasarnya.



Berdasarkan data mengenai impor diatas, ketergantungan Indonesia pada produk-produk dari negara arab dapat dikatakan tidak besar. Prosentase yang meningkat justru terjadi pada produk-produk dari RRC. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa hubungan perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara Arab tidak seerat hubungan Indonesia dengan AS, Jepang atau RRC.




Pada Tabel diatas dapat dilihat bahwa struktur perdagangan negara-negara Arab sedikit banyak mirip dengan Indonesia. Hubungan perdagangan lebih banyak dilakukan dengan negara-negara barat seperti US, Jerman dan Italia. Sedangkan untuk kawasan Asia, negara-negara Arab tersebut lebih banyak melakukan hubungan dagang dengan Jepang, Korea Selatan dan RRC. Fakta menarik yang dapat dianalisis dari data diatas adalah cadangan kekayaan dari negara-negara Arab yang luar biasa besar, namun posisi FDI abroad yang masih dalam level rendah.

Fakta menarik lainnya adalah hubungan perdagangan antara negara-negara Arab dengan Indonesia yang mayoritas Muslim dapat dikatakan tidak erat. Dalam hal ini pendapat yang mengatakan bahwa “uang tidak memiliki ideologi” dapat dijustifikasi.

Berbagai alternatif dapat diperdebatkan sehubungan dengan cara meningkatkan hubungan dagang dengan negara-negara Arab. Beberapa literatur mengatakan bahwa Indonesia memerlukan pondasi perbankan syariah yang kuat guna menarik minat investor dari Arab. Namun tidak tertutup kemungkinan hubungan dagang tersebut dapat ditingkatkan apabila Indonesia lebih berperan aktif dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Dengan terlibat aktif dalam penyelesaian konflik ini, diharapkan negara-negara Arab dapat memalingkan muka kearah Indonesia untuk berinvestasi. Dalam hal ini Indonesia dituntut untuk pandai menempatkan diri.

Demi kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya, Indonesia perlu meningkatkan hubungan dagang dengan negara-negara Arab, namun dilain pihak hubungan dagang dengan AS perlu dipertahankan. Sehingga apabila diasumsikan konflik yang terjadi antara Israel-Palestina merupakan dua kutub yang terpisah, maka posisi Indonesia berada ditengah-tengah dua kutub tersebut. Semoga bukan suatu solusi yang utopis.

Wednesday, January 7, 2009

BI Rate Turun 50 point: Perlu Takut atau Tidak?

Baru-baru aja, Rapat Dewan Gubernur BI (RDG-BI) menetapkan BI rate untuk turun 50 basis point atau lebih mudah dimengerti sebagai 0,5 persen (bisa dilihat disini). Pertanyaannya adalah; ada apa dengan ekonomi negeri ini?

Sedikit mengintip samar-samar akan tahun yang sedang berjalan ini, tahun 2009 diperkirakan akan menjadi tahun perlambatan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena kredit yang melambat, perdagangan luar negeri menurun dan investasi mandek.

Kredit melambat karena pebisnis sulit untuk menjual produk-produknya, jadi bikin males buat meminjam.

Perdagangan luar negeri menurun karena total ekspor turun yang disebabkan oleh pembelinya berkurang, ekspor migas yang motor utama perdagangan juga menurun oleh karena nilai jual minyak sedang turun. Selain itu, usaha untuk menurunkan impor alhasil cuma akan melahirkan pasar gelap dan penyelundupan dimana-mana.

Investasi yang mandek, adalah karena pemerintah secara tidak sengaja memberi signal untuk menahan investasi kepada publik, itu karena pemerintah menunda banyak projek. Oleh karenanya pihak swasta dan asing tentunya juga ikut menahan.

Lalu, apa arti dari turunnya BI-rate sebanyak 50 basis point? BI mungkin bermaksud untuk menggairahkan kembali dunia bisnis melalui pemberian keringanan biaya meminjam dari bank karena BI-rate dah turun banyak. Tapi apa bisa efektif?? Apakah 3 "penyakit" bisa diobati oleh satu "obat"?

Kita tunggu saja hasilnya..

Wednesday, December 17, 2008

UU BHP Versus Anggaran Pendidikan 20%???

UU Badan Hukum Pendidikan(BHP) baru saja disahkan oleh DPR. Mahasiswa menolak pengesahannya sebab khawatir akan meningkatnya biaya perkuliahan. Silahkan dibaca disini.
Sedangkan di sisi lain, anggaran pendidikan sudah naik jadi 20 persen dari APBN (artikelnya baca disini).

Lantas, bagaimana paradox ini bisa terjadi? Apakah UU BHP benar-benar dibutuhkan? Lalu dengan kondisi dimana UU BHP saat ini sudah disahkan dan subsidi ke PT akan dicabut, bagaimanakah anggaran pendidikan akan digunakan?

Tuesday, December 16, 2008

We are all Keynesians now

Artikel menarik dari Stiglitz....

"We are all Keynesians now. Even the right in the United States has joined the Keynesian camp with unbridled enthusiasm and on a scale that at one time would have been truly unimaginable....

...Keynes argued not only that markets are not self-correcting, but that in a severe downturn, monetary policy was likely to be ineffective. Fiscal policy was required...."


Read more here

"The world has not been kind to neo-liberalism, that grab-bag of ideas based on the fundamentalist notion that markets are self-correcting, allocate resources efficiently, and serve the public interest well..."


Read more here

Not Too Big Too Fail

Dari blognya mankiw...



Monday, December 15, 2008

Bilamana The FED Potong Bunga Hingga 0,5 Persen

Wacana untuk kembali menurunkan suku bunga the FED (bank sentral amerika) sudah nyaring berbunyi dimana-mana, bahkan target penurunan hingga 0.5 persen dah disebut-sebut oleh Mr.Ben (gubernur the FED). Lebih dari itu, Ben juga mengatakan ada peluang suku bunga the FED bisa turun hingga 0 persen atau bahkan level persen negatif.

Apa akibat dari penurunan suku bunga the FED tersebut pada ekonomi Indonesia?

Pada dasarnya kebijakan penurunan suku bunga adalah untuk menurunkan cost-of-borrowing dan meningkatkan jumlah uang beredar dalam perekonomian. Kedua-dua tujuan tadi adalah demi menggerakkan roda sektor riil. Tapi ternyata obligasi pemerintah AS yang bersuku bunga 0 persen pun masih laku terjual. Ini berarti tingkat resiko memegang uang di AS lebih tinggi daripada time-value of money yang hilang akibat inflasi. Secara sederhana, bisa kita katakan bahwa, orang amerika sudah kurang percaya memasukkan uangnya ke dalam bank lagi sehingga mencari tempat yang lebih aman selain di bank. Jadi apakah kebijakan penurunan suku bunga akan efektif pada kondisi time-value of money sudah mulai di-ignore???

Indonesia bila suku bunga di AS turun lagi menurut saya perlu hati-hati di sektor riil, mungkin dalam kondisi normal bila suku bunga AS turun maka Indonesia akan kebanjiran aliran modal dari luar negeri. Namun dalam situasi krisis seperti sekarang, hal itu menjadi unlikely. Kemungkinan terbesar adalah sektor riil menjadi makin sulit untuk cari sokongan dana dari luar negeri. Lebih-lebih berharap meningkat kembalinya ekspor Indonesia ke AS, saya rasa hal itu mustahil selama periode krisis ini.

Yang terbaik saat ini, bila mana suku bunga the FED turun adalah ikut menurunkan suku bunga dalam negeri sambi diiringi peningkatan financing dalam negeri untuk sektor-sektor ekonomi yang bersifat vital.

Akhir kata, banyak poin dalam tulisan ini yang bersifat pandangan pribadi, jadi mohon dikritisi. Terima kasih.

Sunday, December 14, 2008

Awards of the Month

Setelah beriklan menahbiskan Soeharto sebagai pahlawan, lalu berencana memberikan penghargaan untuk Mbak Tutut, sekarang salah satu tokoh utama PKS meminta MUI untuk memberikan fatwa haram Golput. Well... kalau ada award untuk partai paling "bingung" dan/atau "membingungkan" bulan ini, saya rasa kita sudah dapatkan pemenangnya.. 

Thursday, December 11, 2008

It is Always Because Supply and Demand

The global economic crisis has become the center of analysis for many economists nowadays. It is quite obvious because the crisis has caused severe damage and destruction to many countries in the world. Sam Zell, a real estate mogul from US, said that “it is the perfect storm”. Among many areas that had been affected by the crisis, one that interests me the most is the declining of oil price.


Recently, there was a debate of what caused the oil price hike. Some said that it is because a speculative action, others said that it is because supply and demand. It proved to be the oil price hike is caused by the shortage of supply or the excess of demand. Look at the graph below.


Source: Energy Information Administration


The oil price movement is always aligning with the world’s economic condition. If the world economic grows, the demand of oil increased. The increasing demand for oil would raise the oil price, because countries will pay at any rate to run their machines. At the other hand, the oil production cannot adjust immediately to meet the increasing demand. This is because it needs a lot of effort (money and time) to expand an oil refinery. Thus, the oil supply becomes sensitive to any types of issues. Any news related to the disturbance of oil supply would drag the oil price up.


Speculative action cannot be done without a sound supply and demand condition. The oil traded in the US market is priced about US$ 130/barrel in June, it dropped to about US$ 48/barrel in November. The declining of the oil price is obviously because the world economic crisis that effected many countries economic growth. Slower or minus economic growth would then drop the demand for oil. In this case, many oil producers would sell at any rate. Because if it’s not sold as quickly as possible, the oil stock would add the producers cost. For example the costs for storages, warehouse, etc. Therefore if it comes to oil price, it is always because supply and demand.

Tuesday, December 9, 2008

UU Anti Pornografi disahkan oleh Presiden: So what????

Presiden SBY menandatangani UU Antipornografi dan pornoaksi, hal ini mengundang reaksi keras terhadap dirinya yang tidak mengindahkan rasa pluralisme di Indonesia, seperti diungkapkan di sini.

Tidak hanya itu, kita juga mulai mengetahui ternyata kinerja para penasihat presiden tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Adnan Buyung Nasution seperti ditulis di sini, tidak merekomendasikan SBY untuk menandatangani UU tersebut, namun ternyata SBY malah menandatangani UU tersebut.

Beberapa pertanyaan:
1. Apa kita perlu khawatir dengan UU tersebut? Banyak juga UU yang ada ujung-ujungnya melempem dalam pelaksanaannya, law enforcement yang rendah!
2. Apa ini salah satu cara SBY untuk mencitrakan diri untuk mendapat suara dari mayoritas Muslim yang fundamentalis? Apa memang demikian? Toh AA Gym poligami aja malah jadi kagak laku lagi sekarang.
3. Apa lagi lah fungsi dewan penasihat presiden kalo banyak sarannya dari mereka ujung-ujungnya tidak dipakai. Khawatirnya ke depan hanya kumpulan panti jompo para teknokrat atau pembisik yang fungsinya bener-bener cuma "berbisik-bisik" tanpa ada advice yang kuat dan greget.

Sunday, December 7, 2008

Pragmatisme Ideologi Ekonomi

Krisis keuangan global yang terjadi bermula dari krisis kredit perumahan di Amerika Serikat, seakan pendulum ideologi ekonomi dunia kembali bergerak. Terkadang mengherankan untuk negara-negara maju yang mungkin mengusung liberalisme dalam ekonomi, dalam artian mengurangi intervensi pemerintah dalam ekonomi, dikarenakan campur tangan pemerintah adalah penyakit yang mengakibatkan keseimbangan pasar menjadi tidak efisien, seakan-akan semuanya menjadi tergoyahkan.

Hari-hari ini kita, menyaksikan betapa lembaga keuangan swasta berkelas dunia berteriak mengaharapkan bailout. Sekitar 700miliar USD telah dikeluarkan oleh Pemerintah AS untuk mengurangi dampak krisis ini yang semakin dalam. Begitupula di sebagian besar negara-negara Eropa.

Hari-hari ini kita kembali tertegun, bahkan merenungkan kembali apa yang pernah diusung oleh Adam Smith ataupun Friedrich Hayek. Seharusnya, keseimbangan pasarlah yang menentukan siapa yang pantas bertahan dalam pasar itu sendiri. Okelah dengan alasan mencegah snowball effect yang terlalu dalam dari krisis ini sebagai alasan melakukan bailout dan campur tangan pemerintah. Kalo demikian, buat apalagi ada keseimbangan pasar? Toh, yang sudah tak pantas bertahan masih dipertahankan!

Hari-hari ini mungkin kita kembali melihat Keynes tersenyum, atau bahkan sedang tertawa terbahak-bahak, di mana peran pemerintah kembali dielu-elukan untuk memperbaiki kegagalan pasar. Mungkin itulah siklus pargmatisme ideologi ekonomi dunia, yang selalu bergerak ke mana arah yang lebih menguntungkan.

Ibaratnya, ketika pasar berjalan dan menghasilkan keuntungan yang besar pada pelaku-pelakunya, semua berteriak butuh liberalisme ekonomi yang mengurangi sedikit peran pemerintah dalam pasar, bahkan seakan-akan semua menjadi penganut ekonomi liberal paling konservatif di dunia ini.

Namun ketika pasar berjalan tidak seperti yang diharapkan dan kerugian material secara signifikan dihadapi oleh para pelakunya, maka semua berteriak meminta campur tangan pemerintah untuk terselamatkan dari krisis yang semakin parah. Seolah-olah semua adalah pengikut aliran Keynesian paling ekstrim di dunia ini.

Lalu, mau apa sebenarnya ideologi ekonomi dunia ini????

Friday, December 5, 2008

Mengapa Manusia Cantik Disuruh Bertemu Orang Sakit?

Setiap tahun hampir di seluruh negara di bumi ini melakukan kontes ratu kecantikan, lalu pemenang di tiap-tiap negara diadu dalam kontes ratu kecantikan sejagat. Ritual ini dilakukan secara rutin setiap tahunnya. Yang menarik dari ritual ini adalah dimana para pemenang kontes akan dibebani tugas-tugas kemanusiaan yang seperti mengunjungi orang-orang sakit dan kekurangan di berbagai pelosok negeri dan bumi.

Sudah umum untuk membahas siapa pemenang kontes dan sebagaimana cantik pemenangnya tersebut. Tapi pernahkah Anda bertanya sebenarnya apa logika dibalik kegiatan kemanusiaan mengunjungi orang-orang sakit?

Misalkan Anda adalah seorang ratu kecantikan namun tidak dibebani tugas untuk mengunjungi orang sakit, apakah Anda akan mengunjungi orang-orang sakit itu? Bila iya, misi apa yang Anda emban pada kegiatan Anda tersebut? Bila memang Anda datang untuk memberi semangat bagi yang sakit, apakah semangat yang Anda suntikan adalah sebuah semangat yang tepat??

Bilasanya ada seorang dokter yang sangat cantik dan pintar mengobati pasien. Lalu setiap hari yang dilakukannya adalah mengobati orang sakit. Apakah situasi tersebut akan membuat jumlah pasiennya semakin sedikit? Ataukah jumlah pasiennya makin bertambah karena orang sakit dari tempat lain akan cenderung datang ke dia, lalu orang yang semestinya sudah sembuh akan cenderung berpura-pura sakit atau sengaja sakit demi bertemu sang dokter. Benarkah itu??

Yang saya pikir, mungkin sebaiknya duta kesehatan semacam ini diberikan kepada para olahragawan ternama seperti seorang pemain sepakbola. Sebab dengan demikian semangat yang ditumpuk kepada para pasien adalah semangat untuk bisa berolahraga bersama sang olahragawan, yang notabene seseorang mesti sehat bugar untuk berolahraga.

Thursday, December 4, 2008

Pertumbuhan Ekonomi Rendah, Waktunya Kembali Ke Kampus

Pertumbuhan ekonomi tahun 2009 diperkirakan dapat mencapai level terburuk hingga 4,5 persen. Website Kompas menerbitkan:

"Pertumbuhan ekonomi pada 2009 diperkirakan mencapai level terburuk di posisi 4,5 persen, jauh lebih rendah dibandingkan dengan target APBN 2009, yakni 6 persen.."

Kemudian, tingkat pengangguran menjadi meningkat:

"....Badan Pusat Statistik menyebutkan, pada 2008 setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi akan menambah 702.000 lapangan kerja baru. Dengan demikian, jika pertumbuhan turun dari 6 persen ke 4,5 persen, tenaga kerja yang tidak terserap bisa mencapai 1,053 juta orang..."

Saya menyimpulkan bahwa; satu, orang baru lulus kuliah akan lebih sulit cari kerja; dua, orang kerja sulit dapat order, dan ada kemungkinan kena lay-off; tiga, orang yang kena lay-off akan sulit mencari lapangan kerja baru; empat, memilih berwiraswasta di masa krisis kemungkinan akan lebih sulit untuk mendapat demand.

Untuk itu, saya mengusulkan tahun 2009 untuk menjadi tahun studi atau tahun kembali ke kampus. Lupakan dulu mencari profit, carilah ilmu bila ekonomi sedang sulit. Maka bila itu benar terjadi, tingkat pengangguran pasti menurun, dan ketika ekonomi dunia kembali "bergairah" manusia Indonesia sudah semakin berkualitas dari yang sebelumnya. Setujukah Anda?

Wednesday, December 3, 2008

Untuk apa kita stop eksploitasi hutan

Setelah berkelana cukup lama, akhirnya ketemu juga info yang bagus mengenai balapan Formula 1(F1). Topik mengenai eksploitasi hutan di Indonesia mungkin sudah out of date, namun info mengenai kebutuhan bahan bakar F1 baru saya dapat.

Ini Infonya. (baru dapet dari kaskus)

sebuah mobil F1 ternyata terbuat dari 80.000 komponen, dgn perakitan mendekati kesempurnaan 99%, walaupun demikian ketika balapan dimulai msh terdapat sekitar 80 kesalahan teknis. Ketika Seorang pembalap F1 melakukan pengereman/brakes, maka perlambatan yg terjadi dapat disamakan dgn mobil biasa ketika menabrak tembok batubata dgn kecepatan 300kmph



Mobil F1 dapat melaju dgn kecepatan dr 0 - 160kph dan kembali diam atw kecepatan 0 dlm waktu 4 detik!!!
Mesin mobil F1 dapat sebagian besar hanya bertahan kurang lebih selama 2 jam di balapan, dgn kata lain ada tingkatan mesin yg akan terus dikembangkan.




Rata-rata pembalap F1 kehilangan 4 kg dr berat badannya selama 1x balapan akibat suhu tinggi selama 1 jam di dalam mobil.



Untuk memberikan penjelasan betapa pentingnya sistem aerodinamika dan down force pd mobil F1, dpt dibandingkan dgn pesawat kecil tanpa sistem ini mempunyai kecepatan yg lebih kecil dibandingkan mobil F1. Tanpa Kekuatan Aerodinamika yg di terapkan pd mobil F1 maka kecepatan maksimal hanya akan mencapai 160 kph, dimana mobil F1 dgn sistem aerodinamika dpt mecapai kecepatan normal nya yakni 300 kph



Konsumsi bahan bakar F1 dpt mencapai 1 Liter per detik. Alat pengisian bahan bakarnya sama dgn alat yg digunakan utk mengisi bahan bakar helikopter militer Amerika Serikat.



Pit crew di F1 yg terbaik dpt mengisi bahan bakar dan mengganti ban dlm waktu 3 detik, sedangkan gw mo bikin thread kek gini butuh waktu 19 menit
. Selama balapan, ban F1 jg mengalami susut massa sebanyak 0,5 kg utk tiap ban.



Ban biasa normal penggunaannya adalah 60.000 - 100.000 km di jalan yg biasa, sedangkan ban mobil F1 dirancang rata-rata utk 90-120 km dlm 1 kali balapan.
Dalam kondisi cuaca kering, ban F1 dpt mencapai top performance nya dlm kondisi temperatur antara 90-100 derajat Celcius (titik didih air)
=================================================================

Coba lihat tulisan dengan font berwarna merah. Konsumsi bahan bakar untuk satu mobil F1 in average dapat dikatakan 1 liter per detik. Coba kalikan dengan jumlah mobil yang ikut dan jumlah balapan yang diselenggarakan per tahun. Kemudian kalikan dengan durasi per balapan.
akan didapatkan angka yang sangat fantastis dalam hal konsumsi bahan bakar.

Hal ini kemudian akan membawa kita dalam pertanyaan, berapa polusi yang dihasilkan di ajang balapan ini? Saya rasa sangat besar dan setahu saya tidak ada keterkaitan antara balapan ini dengan aktivitas ekonomi di Indonesia (Forward or Backward linkage).

Jadi untuk apa kita menghentikan eksploitasi hutan? asalkan eksploitasi dilakukan dengan baik (tidak menimbulkan banjir bandang, dst. dst.) akan mendatangkan manfaat ekonomi bagi penduduk lokal pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Mari kita galakkan eksploitasi hutan.

ps: datanya bisa jadi tidak valid. sehingga apabila ada yang punya data lebih reliable, mohon pencerahannya.

Sunday, November 30, 2008

Ketahanan Pangan di Batam (Chaikal)

Hey..Kalo mau lihat apa yang dikatakan Chaikal mengenai ketahanan pangan di Batam bisa lihat seperti yang dilansir The Jakarta Post di sini atau portal berita lokal Batam di sini.