kalo saya tidak setuju. memang hak orang untuk golput. tapi saya tidak rela diajak golput.
masalahnya sih sepele aja. uang pajak yang kita bayarkan selama ini kalo diurus sama wakil rakyat yang tidak kompeten bisa gawat.
kita kerja capek-capek trus dipotong pajak. kalo penggunaannya bener sih oke lah. tapi setelah liat dalemnya DIPA untuk departemen2 itu, mau nangis rasanya. Lebih dari "banyak banget" pos-pos yang dipake untuk kegiatan aneh.
Belum lagi uang APBN untuk proyek studi-studi aneh berbiaya konsinyering luar biasa. Mendingan buat bangun jembatan.
SAYA TIDAK SETUJU GOLPUT. PILIH GOLKAR SAJA.
dijamin di dalemnya banyak orang intelek. lebih baik mempercayakan suara pada orang intelek yang brengsek daripada mempercayakan suara pada orang non intelek yang baik.
betul bung. idola saya sekarang sudah berubah...hehehe makanya saya bilang hak orang untuk golput, tapi saya tidak rela diajak golput... nah yang seterusnya itu argumen saja
Mari kita kembalikan diskusi ini kepada tataran akademis..
Setidaknya ada beberapa teori yang bisa menjelaskan perilaku voting (termasuk golput): 1. benefit cost analyses 2. rationally ignorant 3. expressive voting 4. dll
Penjelasan dari yang di atas terutama 2 dan 3, silahkan cari sendiri..
Please order your coffee....and enjoy our discussion...
"Great spirits have always found violent opposition from mediocre minds. The latter cannot understand it when a man does not thoughtlessly submit to hereditary prejudices but honestly and courageously uses his intelligence."
5 comments:
Hehehe... setuju setuju! Terserah gue donk kalo Golput... Gue seneng banget dengan kutipan ini!
kalo saya tidak setuju. memang hak orang untuk golput. tapi saya tidak rela diajak golput.
masalahnya sih sepele aja. uang pajak yang kita bayarkan selama ini kalo diurus sama wakil rakyat yang tidak kompeten bisa gawat.
kita kerja capek-capek trus dipotong pajak. kalo penggunaannya bener sih oke lah. tapi setelah liat dalemnya DIPA untuk departemen2 itu, mau nangis rasanya. Lebih dari "banyak banget" pos-pos yang dipake untuk kegiatan aneh.
Belum lagi uang APBN untuk proyek studi-studi aneh berbiaya konsinyering luar biasa. Mendingan buat bangun jembatan.
SAYA TIDAK SETUJU GOLPUT. PILIH GOLKAR SAJA.
dijamin di dalemnya banyak orang intelek. lebih baik mempercayakan suara pada orang intelek yang brengsek daripada mempercayakan suara pada orang non intelek yang baik.
nah mkdr itu bung luthfi. spt kutipan bilang. "terserah gue donk".
itupun termasuk anda. klo anda gk mau gk golput, ya terserah anda.
klo aku bc, di posting ini tidak ada yg mengajak/memaksa utk golput kok bung.
seingat sy, satu2nya yg mengajak golput tentunya idola anda, GUS DUR. hehehe.. anda udah berkhianat dr GUS DUR bung??
betul bung. idola saya sekarang sudah berubah...hehehe makanya saya bilang hak orang untuk golput, tapi saya tidak rela diajak golput...
nah yang seterusnya itu argumen saja
Mari kita kembalikan diskusi ini kepada tataran akademis..
Setidaknya ada beberapa teori yang bisa menjelaskan perilaku voting (termasuk golput):
1. benefit cost analyses
2. rationally ignorant
3. expressive voting
4. dll
Penjelasan dari yang di atas terutama 2 dan 3, silahkan cari sendiri..
masih semangat diskusi gak neh''
Post a Comment