Wednesday, March 10, 2010

Mengapa harga minyak bumi naik tetapi kurs menguat?

Harga minyak bumi di pasar internasional kembali mencapai kisaran 80 USD/ barel, beberapa tahun lalu ketika hal serupa terjadi kurs USD ikut meningkat. Hal ini mungkin dikarenakan aliran keluarnya investasi asing di dalam negeri untuk ikut mengambil keuntungan pada jual-beli minyak bumi di pasar internasional.

Kini, hal itu berbeda. Harga minyak bumi meningkat tetapi kurs rupiah ikut meningkat. Ini bisa berarti bahwa aliran investasi asing belum mengalir keluar meski pasar minyak bumi internasional sedang bergairah. Pertanyaannya mengapa hal ini terjadi?

Satu alasan singkat mengenai hal ini adalah karena masih ada kekhawatiran bahwa industri di AS masih low on demand. Sehingga para pemain pasar masih "ragu-ragu" untuk berebut membeli kontrak kepemilikan minyak bumi yang di perjual-belikan di pasar.

Mengapa industri AS yang jadi acuan? Karena industri AS adalah pembeli dominan atas minyak bumi di dunia, meski sedikit-demi-sedikit sudah bergeser ke RRC, tetapi sama saja untuk negara ini tetap masih belum bertumbuh sama besar dengan tahun sebelumnya.

Jadi jika pertanyaannya adalah apakah nilai kurs rupiah terus menguat? itu semua tergantung pada aliran investasi asing yang masuk ke Indonesia. demikian analisa saya.

Friday, March 5, 2010

Pengangguran dan "Warteg"

Salah satu akibat dari krisis global belakangan ini adalah bertumbuhnya jumlah pengangguran di Indonesia. Lantas bagaimanakah hubungannya jumlah pengangguran dengan jumlah warung/kedai makanan yang suka disebut sebagai "warteg" oleh orang-orang jakarta?

Warteg memang merupakan bisnis relatif mudah untuk di"entry", dilain sisi, harga makanan di warteg sangat terjangkau, sehingga bila ada orang yang sedang mengalami masalah finansial, warteg bisa menjadi solusi untuk mengatasi rasa lapar di perut.

Berikut ini saya melakukan regresi cross-section jumlah pengangguran (dalam ribuan orang) ditiap propinsi terhadap jumlah warung/kedai makanan, dari data podes tahun 2008.



Dari hasil regresi ini maka bisa kita simpulkan bahwa untuk tiap penambahan seribu penganguran maka jumlah warteg yang bertambah adalah sekitar 69 atau 70 warung.

Akan tetapi memang perhitungan ini masih jauh dari kesempurnaan karena semestinya bisa lebih baik lagi kalau ada data time-seriesnya. silakan di komentari oleh kawan-kawan semua, terutama oleh teman-teman yang dulu pernah suka makan di warteg tapi kini gengsi kalo tidak makan di restoran, hehe..

Sunday, February 28, 2010

Mari Bermain Matematika Politik Indonesia saat ini

Setelah tugas pansus kasus bank century hampir selesai. Kini merebak dugaan-dugaan perubahan koalisi partai politik di DPR. Komposisi kursi DPR saat ini adalah sebagai berikut:

Demokrat (PD): 150
Golkar (PG): 107
PDIP : 95
PKS : 57
PAN : 43
PPP : 37
PKB : 27
Gerindra (PGer): 26
Hanura (PH): 18

Koalisi awal yang ada saat ini adalah PD+PG+PKS+PAN+PPP+PKB=75,2%. Kini dengan perbedaan pendapat jelang kesimpulan akhir pansus bank century, ada "gosip-gosip" bahwa PG dan PKS akan tidak masuk koalisi lagi. Bila hal itu benar terjadi maka minus kedua partai tersebut koalisi hanya menjadi 45,9%. Namun, bila PGer joint koalisi yang sudah minus PG dan PKS maka alhasil koalisi akan menjadi sebesar 50,5%. Dengan kata lain, koalisi tetap menjadi mayoritas suara di dalam dewan.Yang lebih menarik lagi adalah apabila ternyata PKS tidak jadi keluar dari koalisi, otomatis koalisi akan menjadi 60,7%.

Saya bukanlah seorang ahli politik apalagi matematika politik. Disini saya cuma ingin menyoroti political cost of establishing a "pansus". Agar kedepannya bisa lebih dipertimbangkan lagi masak-masak bila ingin membentuk sebuah pansus.

Jadi, dari matematika diatas maka bisa disimpulkan bahwa political cost dari pansus century (bila memang peta koalisi jadi berubah) adalah 14,5% s/d 29,3% suara dalam dewan. Atau dengan kata lain, sebuah pansus dapat mereduksi kemampuan pengambilan keputusan homogen secara kolektif dalam dewan antara sepertujuh hingga sepertiga bagian. Dengan demikian sungguh luar biasa political cost dari sebuah pansus ini.

Sunday, February 14, 2010

Kesalahan Ekonomi di Film-Film Superhero

Berikut ini merupakan tulisan dari M.Anggito Zhafranny, masih duduk di bangku kelas 5 SD, namun mampu menuangkan pertanyaan kritis dari sisi ekonomi mengenai beberapa lakon superhero. Perkenankan untuk berbagi di blog ini, berikut postingannya:

Ada kesalahan ekonomi yang terdapat di film Spiderman dan Superman. Mari kita lihat kesalahan ekonominya:

Spiderman
Peter Parker sebagai tokoh utama di Film Spiderman digambarkan sebagai orang yang sederhana, hanya tinggal bersama bibinya, dan bekerja sebagai fotografer sebuah koran yang gajinya hanya cukup untuk kebutuhan sehari -hari. Kira-kira dimana kesalahan ekonominya? Kesalahan ekonominya terletak pada kostumnya. Kenapa Peter Parker dapat membeli kostum Spiderman dengan harga murah? Padahal harga kostum di dunia ini sangatlah mahal! Tapi kenapa Peter dapat membelinya? Jika pembaca tidak mengerti maksudnya, bacalah lagi agar lebih dimengerti (maksudnya silahkan cari rujukan jurnal-jurnal mengenai hal tersebut-red).

Superman
Clark Kent yang berperan sebagai Superman adalah anak seorang petani, jadi kehidupannya tentulah sangat sederhana, dan Ia hanya bekerja sebagai wartawan Koran Daily Planet. Kesalahannya sama dengan Spiderman, yaitu kenapa Superman dapat memiliki kostum yang ketat itu? Padahal harga pasar baju seperti itu di dunia ini sangat mahal, dan lebih mahal dari kostum Spiderman. Selain itu, tak mungkin Superman dapat menjahitnya karena bahan menjahitnya pun sangat mahal. Bahan baju Superman terbuat dari kain parasit yang sangat ketat dan kuat.

Berbeda dengan Batman dan Iron Man, wajarlah mereka punya kostum berteknologi tinggi karena mereka adalah orang-orang kaya.

Bagaimana menurut kakak-kakak sekalian?












Sunday, February 7, 2010

Least Square and WOC

As I posted here many moths ago, WOC roughly states that the best guess to predict a random number is the average of the distribution of this number.

As Ordinary Least Square (OLS) is one of the estimation methods to predict the value of say a dependent variable Y, then it must be correct to state that the OLS is a better method if “it can predicts (explains) the value of Yi better than could be explained by the sample mean (Ybar)”(Studenmund)

In short, we can see this comparison by the formula of the “Explained Sum Square” (ESS) in OLS method which is

So, it is clear now that to evaluate every prediction (forecasting) methods, it is always and should be compared to the WOC’s prediction.

Friday, January 29, 2010

Jangan Pegang Deposito Valas untuk saat ini

Seiring dengan menurunnya bunga the "FED" maka suku bunga deposito valas di seluruh dunia ikut menurun. Singkat cerita, memarkir dana menganggur Anda pada sebuah deposito valas di momen ini adalah pilihan yang salah bila ingin berinvestasi atau menyimpan uang.

Saat ini suku bunga deposito valas adalah berkisar antara 0,25%-0,5%. Sedangkan deposito rupiah bersuku bunga sekitar 5%. Bila kita buat sebuah deposito valas sebesar USD 1000. Maka dalam satu tahun kita akan memperoleh USD 2,5. Kemudian bila USD 1000 tersebut kita tukar ke rupiah maka akan mendapat Rp 9.300.000 (menggunakan asumsi kasar USD 1 = Rp 9300). Otomatis dalam 1 tahun kita akan memperoleh Rp. 465.000 sebagai bunga. Bila dibandingkan maka jika menggunakan deposito valas setahunnya kita mendapat Rp 23.250 (USD 2,5) sedang dalam deposito rupiah mendapat 20 kali lipatnya.

Kondisi ini kalo saya tidak salah inget yang disebut sebagai uncovered interest rate parity. Supaya menjadi covered, maka nilai tukar perlu meningkat hingga USD 1 = Rp 186000, atau suku bunga Indonesia dipaksa turun hingga mendekati suku bunga the "FED".

Tetapi mungkin banyak orang akan berpendapat bahwa suku bunga Indonesia memang harus lebih tinggi dari the FED agar aliran dana asing tetap terus mengalir dan tidak keluar dari dalam negeri, tetapi sayangnya preposisi ini kurang kuat karena masih ada negara-negara lain yang berani memberi suku bunga yang lebih tinggi dan kondisi perbankan Indonesia yang saat ini sedang sering "terganggu".

Ok, kembali ke topik awal, mengapa saya tekankan bahwa menabung di deposito valas adalah tidak menguntungkan saat ini adalah, sebab untuk tetap mempertahankan dana kita dalam bentuk valas maka bank akan mewajibkan kita untuk tetap memiliki tabungan valas selain deposito valas. Padahal perlu Anda ketahui bahwa sebuah tabungan valas menerapkan biaya administrasi sekitar 1 - 2 USD per bulan. Oleh karena itu bila suku bunga valas adalah 0,25% maka sedikitnya deposito Anda harus bernilai USD 9600. Apakah Anda punya uang sebanyak itu?

Jadi cara terbaik bila Anda ingin tetap berinvestasi adalah segera ubah uang valas Anda ke rupiah lalu masukkan ke deposito rupiah, toh, nilai tukar rupiah sedang menguat, tentu dengan bunga uang rupiah Anda pasti bisa beli valas lebih banyak lagi.

Wednesday, January 27, 2010

Orang Bangga Kerja di Kantor Jalan Sudirman?

Duduk di sebuah kafe starbucks di salah satu gedung perkantoran di jalan sudirman, saya bisa perhatikan bagaimana orang-orang semangat berjalan dan ngobrol2 di selasar gedung atau trotoar-trotoar. Jalan ini bertumbuh layaknya downtown New York atau Tokyo (walau saya baru melihatnya melalui televisi).

Setiap sore, akan terlihat para esmud yang matanya sayup sehabis duduk seharian depan komputer berusaha menunggu taksi atau bus angkutan untuk menuju pulang. Jangan bayangkan pulang menuju tempat tinggal yang berjarak 10 menit berkendaraan. Kebanyakan para esmud ini tinggal di daerah pinggiran jakarta. Perjalanan pasti lebih dari 30 menit bila plus macet.

Jadi kalo dihitung-hitung, apakah bekerja sebagai esmud jalan sudirman bisa memberi hari tua yang lebih baik? Jawabannya pasti bervariasi untuk pertanyaan ini. Yang jelas, ada sedikit rasa gengsi bila bekerja di salah satu gedung yang berbaris sepanjang jalan bernama jenderal besar Indonesia ini.

Siapakah yang layak kerja di jalan sudirman? saya pikir haruslah orang yang bisa mensubtitusi antara real income dengan gengsi. Sebab, selain jauh dari pemukiman yang berharga terjangkau, juga tingkat pendapatan yang belum tentu sepadan dengan pengeluaran harian. Jadi, kalo Anda adalah orang yang kurang bisa berpikir gengsi sebaiknya mempertimbangkan untuk mengolah ekonomi Anda pada wilayah lain. Perlu disadari bahwa sebagian besar ekonomi Indonesia tidak bertumbuh di jalan sudirman. Hanya saja, jalan sudirman mengontrol sebagian besar pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara jarak jauh.

Friday, January 15, 2010

Berapa Nilai Tukar USD-Rp jika Cadangan Devisa 100 Milyar USD - V.2

Regresi Pertama.



Regresi Kedua.



Tabel Prediksi




Demikianlah hasil perhitungan dari penulis. Sangat diharapkan pendapat dan masukkannya. Trims.

Monday, January 11, 2010

Berapa Nilai Tukar USD-Rp jika Cadangan Devisa 100 Milyar USD

Deputi Senior Gubernur BI Darmin Nasution menjelaskan mengenai nilai tukar rupiah yang menguat oleh karena aliran devisa negara yang meningkat tajam belakangan ini dan mampu untuk mencapai 100 milyar USD dalam kurun waktu ke depan.

Jadi kira-kira berapa nilai tukar USD-Rp ketika cadangan devisa mencapai level 100 milyar USD?

Penulis melakukan regresi ekonometri nilai tukar terhadap cadangan devisa. Sampel awal adalah dari tahun 1999 hingga akhir 2009. Secara bertahap kami reduksi jumlah sampel hingga menemukan persamaan regresi dengan slope negatif agar logika sesuai dengan kondisi saat ini. Namun hasil tersebut ternyata masih tidak signifikan pada parameter slopenya. Kemudian kami reduksi lagi sampel hingga semua parameter signifikan.

Akhirnya dari kedua persamaan itu kami susun tabel menggunakan data yang actual dan prediksi bila cadangan devisa mencapai 100 milyar USD.

Dari hasil perhitungan, kami temukan saat devisa 66 M USD maka nilai tukar sekitar 9400an rupiah dan saat cadangan devisa adalah 100 milyar USD maka nilai tukar USD-Rp adalah Rp8200an/USD.

Akan kah prediksi ini akurat?

Monday, December 21, 2009

The Momentum of Indonesia's Economic Recovery

Dear starbuckers,
my short paper just published in Elcano Royal Institute website. Elcano Royal Instute is one of think-tanks in Madrid, Spain.

This paper just wants to describe the recent economic condition in Indonesia, specifically about its economic growth and trade performance. If you interested to read it, just click or copy paste this link: http://www.realinstitutoelcano.org/wps/portal/rielcano_eng/Content?WCM_GLOBAL_CONTEXT=/elcano/elcano_in/zonas_in/ari167-2009

Herewith I also enclosed the theme and summary.

Theme: It is clear that no single country can be immune from the global recession, including Indonesia. The impact on the latter has distorted some of its economic indicators, especially growth and trade. In line with the efforts made by its government to handle the crisis, Indonesia held elections, both legislative and presidential, in 2009. This ARI looks at the implications of the elections and the prospects for Indonesia’s economy after them.

Summary: After experiencing an economic downturn in the second half of 2008, Indonesia’s economic recovery has begun to show some momentum following the legislative elections of 9 April 2009 and the presidential elections of 8 July 2009. Indonesia’s government was quick to respond to the crisis by combining both monetary and fiscal policy instruments in order to minimise the effects of the global crisis. Swift action and a lack of panic in handling the impact since August 2008 have made all the difference. Indonesia has now become far more dependent on its own spending as an engine of growth.

I hope it will be useful. I am sorry for not being active to this blog recently.

Fajar

Wednesday, December 9, 2009

Uang Koin Untuk Prita, Masa Depan Pergerakan Publik

Pagi-pagi dikantor saya, ada seorang OB keliling membawa wadah untuk mengumpulkan koin-koin untuk sumbangan. Saya tanya, "untuk siapa ini?", jawabnya,"untuk mba prita". Secara serentak teman-teman sekantor mengumpulkan koin-koin dan memasukkannya ke wadah. Kemudian, datang seorang rekan kantor membawa uang kertas, lalu mendadak si OB berkata, "jangan uang kertas, ini hanya untuk uang koin".

Tak tahu kegiatan ini akan meluas seberapa luas lagi. Tapi untuk setiap orang yang menyumbang uang-uang koin itu tentu bercampur rasa-rasa didalam hatinya, yaitu antara rasa kasihan, marah, aneh, dan seru. Semua itu bercampur sehingga membentuk sebuah pergerakan yang berawal dari facebook dan twitter, kini menjadi pengumpulan dana berupa uang koin. Hayugg kita ikut nyumbang, saya sih sudah...

Game: Minority Rule

Teman-teman starbuckers, atas permintaan sesepuh kita yang saat ini sedang di Jepang, sy cb untuk kembali meramaikan blog kita.

Dalam posting blog ini, sy akan mengajak teman-teman untuk bermain sebuah game. Nama gamenya: Minority Rule. Bagaimana cara mainnya? gampang saja. Jika dalam demokrasi kita mengenal majority rule (dalam sebuah pengambilan keputusan, suara mayoritas yang menang), dalam minority rule, yang terjadi sebaliknya. Pemenang adalah suara minoritas.

Dalam game ini, ada 4 orang yang ikut bermain (3 cewek dan 1 cowok), termasuk Anda di dalamnya. Sebuah pertanyaan akan ditanyakan, "Apakah Anda ganteng?" dan setiap peserta harus menjawab "ya" atau "tidak". Peserta tidak boleh tidak menjawab dan tidak boleh menjawab keduanya. Anda diberikan waktu 6 jam untuk menjawab. Selama 6 jam tersebut Anda diperkenankan melakukan apapun yang diperlukan. Pemenang adalah yang jawabannya minoritas (hanya dijawab oleh 1 orang).

Pemenang akan mendapatkan Rp 1 miliar. 3 orang yang kalah harus membayar denda Rp 200 juta rupiah.

Pertanyaannya apa yang akan Anda lakukan? Jawaban apa yang akan Anda pilih? ya atau tidak? Bisakah Anda menang?

Jawaban dalam poin2 saja ya..

Monday, October 19, 2009

Jika Saja Ibu Saya Menggunakan LV atau sejenisnya

Barusan saya menemani teman saya untuk window shopping mencari sebuah dompet untuk ibunya. Kami berjalan menyusuri pertokoan di dalam pasific place mall. Lalu singkat cerita sampailah kami di depan toko Louis Vuitton. Teman saya melihat ada berderet produk-produk yang kualitasnya baik. Langsung kami masuk dan menanyakan harganya. Ternyata untuk sebuah dompet perempuan, harga termurah adalah sekitar 3 juta, dan untuk tas perempuan minimal 8 juta. Kami tidak kaget untuk harga tersebut karena LV adalah produk kelas atas yang mengutamakan kesempurnaan.

Namun, pikiran kami malah bergerak ke arah, apakah teman-teman dari ibu teman saya itu akan percaya bahwa ibunya itu memiliki LV yang asli. Secara LV sudah banyak barang bajakannya saat ini. Tidak mungkin dong kwitansi pembayaran ditempel menggantung terus di dompet yang akan dibeli itu.

Hal ini mengingatkan saya pada sebuah teori ekonomi yang dikenal sebagai teori signaling. Signaling dalam kasus ini menurut saya seperti ini, apabila ada ibu pejabat menggunakan dompet LV palsu pasti orang akan lebih percaya bahwa itu LV asli, sedangkan bila ada ibu rumah tangga biasa menggunakan LV asli pasti orang-orang akan meragukan keaslian dari LV yang dimilikinya.

Jadi, dari sini saya berkesimpulan bahwa sebaiknya untuk merk-merk kelas atas seperti LV mungkin ada baiknya untuk men-double atau bahkan triple-kan harganya, agar konsumennya benar-benar kelas atas, sebab orang-orang pada kelas margin antara atas dan menengah kurang bisa dihargai sebagaimana seharusnya bila mereka membeli produk kelas atas.

Mengerti maksud saya?

Orang Indonesia: Penggila Social Networking

Mungkin fenomena yang tidak aneh lagi saat ini, orang-orang cekikikan sendiri di depan laptop atau smartphone/blakcberry dalam genggamannya, seolah-olah dunia hanya selebar layar elsidi. Tak lain tak bukan, sudah pasti orang tersebut lagi buka fesbuk, chatting di yahoo messengger, gtalk, atau update status di twitter.

Dari data traffic yang bisa dilihat di Google Trends menunjukkan betapa orang Indonesia boleh jadi sangat penggila social networking, tentu saja terutama di kota-kota besar yang akses ke dunia maya dapat dilakukan dengan mudah.

Situs Facebook memang lagi puncak-puncaknya. Popularitasnya sekarang mengalahkan situs Friendster yang mungkin sekarang sudah banyak ditinggalkan. Bahkan gue aja lupa kapan terakhir buka account gue di Friendster, dan berat hati gue cuma bisa katakan: Selamat tinggal Friendster!


Trend traffic Facebook by Google Trends











Trend traffic Friendster by Google Trends











(Kalo gambarnya kurang jelas, bisa liat disini dan disini)

Untuk melihat dari negara mana sajakah yang sering asik berseluncur di kedua situs itu, bisa juga di-trace lewat google trends, mulai dari region, kota/daerah, hingga bahasa yang sering digunakan.

Facebook:







Friendster:






Berdasarkan tabel di atas menunjukkan kalo Indonesia menduduki peringkat 4 di dunia yang paling banyak masyarakatnya membuka situs Facebook, di mana sebagian besar berpenghuni di Jakarta. Dari penggunaan bahasa sendiri, Indonesia menduduki peringkat 1. Hmmmm....asik bener fesbukan melulu nih.

Tabel berikutnya situs yang nyaris almarhum, Friendster, Indonesia menduduki peringkat 2 di region, lagi-lagi banyaknya di Jakarta, dan bahasa Indonesia nomor 2 paling banyak digunakan di situs ini.

Adalagi situs microblogging yang juga lagi populer saat ini. Dalam kasus ini, gue cuma ambil twitter dan plurk. Jujur gue sih lebih suka twitter, soalnya di plurk kayaknya banyak para ababil (abege labil) yang menggunakannya, jadi agak-agak nggak masuk sama gue kayaknya..hehehehe....

Trend Traffic Twitter











Trend Traffic Plurk











Kedua situs microblogging tersebut terlihat menanjak pada tahun 2009. Situs yang menawarkan seseorang bisa sharing mengenai apa yang dilakukan sehari-hari sebanyak 140 karakter itu cukup mendapat tempat di belahan dunia. Bahkan beberapa komunitas sempat terbentuk hanya dari situs twitter, seperti #indonesiaunite ketika para tweet mania membentuk solidaritas soal kejaidan teroris di mega kuningan beberapa saat yang lalu.

Twitter:







Plurk:






(Kalo ngga jelas juga, bisa liat disini dan disini)

Popularitas Twitter di Indonesia memang masih kalah jauh dibandingkan di negara lain, namun dari segi bahasa yang digunakan, bahasa Indonesia menduduki peringkat pertama. Kalo di plurk sendiri, Indonesia peringkat 2 di region, yang banyak digunakan oleh penduduk di Jakarta, sedangkan dari sisi bahasa, bahasa Indonesia sebagai terbanyak ke-2 yang digunakan.

Hipotesis di awal kalo orang Indonesia sebagai penggila social networking mungkin ada benarnya, namun sangatlah bias perkotaan, terutama Kota Jakarta. Namun demikian, ada beberapa pertanyaan kalo boleh gue ungkapkan secara umum: Apakah ini fenomena yang menggambarkan bahwa orang Indonesia senang bersosialisasi? Atau apakah bisa dikatakan orang Indonesia rasa ingin tahu bagaimana dan apa yang terjadi dengan orang lain cukup besar?

Terserah jawabannya bagaimana, tapi dengan maraknya jejaring sosial tersebut tentu saja cukup memakan waktu kita baik di kantor, rumah, maupun di waktu senggang (kalo ini sih nggak apa-apa). Mungkin sekarang kita bisa curiga, ada orang belagak serius di balik layar PC kantor, tiba-tiba mesem-mesem sendiri, yah boleh jadi dia lagi buka fesbuk. Seperti lagu Saykoji..Online..Online....Asal jangan seharian aja menghabiskan waktu dengan asik di situs jejaring sosial, bisa-bisa dibilang magabut alias makan gaji buta.

Okelah cukup aja posting gue..mau update status dulu di twitter....

Friday, September 18, 2009

Ekonomi Lebaran

Hari ini Kota Jakarta mulai sepi. Keramaian ibukota bukan lagi terlihat di jalan-jalan raya, tetapi di terminal bis, stasiun kereta, pelabuhan dan bandara, serta tidak terkecuali pasar-pasar dan supermarket.

Harga-harga mulai naik. Saya dengar harga cabe di pasar tradisional sudah ada yang mencapai Rp 50 rb per kilo. Luar biasa multiplier dan fenomena ekonomi yang tercipta dari perayaan lebaran tahun ini. Prof Bambang Setiaji (Univ. Muhammadiyah) pernah mengatakan dalam tulisannya bahwa pemerintah tidak memiliki strategi kebudayaan tertentu untuk mengubah budaya konsumtifisme pada masa lebaran.

Mestinya ada strategi khusus untuk ini karena tentunya kita semua ingin memiliki momen hari raya yang terjangkau oleh semua khalayak, dan tidak mencekik leher. Memang inflasi tidak bisa terhindarkan untuk momen-momen khusus seperti ini. Tetapi apakah perlu setinggi itu? Anda sendiri yang bisa menjawab ini.

Akhir kata saya ucapkan selamat Idul Fitri untuk semua penulis dan pembaca blog ini. Mohon maaf lahir bathin.