Pengen ngerti ekonomi, tapi selalu dibikin pusing dengan teori-teori aneh, grafik-grafik yang njelimet, atau aljabar yang memusingkan? bila benar begitu, sepertinya Anda harus sering-sering nonton The Simpsons. Karena dengan menonton The Simpsons anda bisa belajar ekonomi. Tidak percaya!! coba cek disini.
Membaca jurnal tersebut, sebagai penggemar komik saya merasa jika dengan acara kartun TV saja bisa, kenapa dengan komik kita tidak bisa belajar ekonomi. Bayangkan bila nanti akan ada Shincan-nomics, Naruto-nomics, atau One-Piece-onomics. Pasti ekonomi akan semakin asyik dan semakin banyak orang yang tertarik menjadi ekonom.
Jika bung Chaikal punya economics of love, nanti saya mencoba hadir di blog ini dengan Comic-onomics. Bersama-sama kita belajar ekonomi melalui komik. hehehe..
Sebagai info awal (seperti pernah diungkapkan oleh rekan saya Ika Akbarwati), jika kita ingin belajar lebih dalam mengenai Game Theory, silahkan baca Death Note. Kalau dalam bayangan saya, komik ini setara dengan mata kuliah Game Theory Lanjutan II. Tidak percaya? silahkan buktikan. ;)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

9 comments:
jangan diperkenalkan aja donk.. di-post lah satu artikel-kasus comic-onomics, biar saya lebih tertarik.. tq.
aku kan udah kasih satu. death note. cb dibaca aja dl. anggap aja satu buku tentang game theory.
Bung aku dah baca death note pertama yang boredom. tapi aku kok gak bisa nangkep dimana game theory-nya ya?
oh kamu baru bc chapter2 pertama ya.. belum ada si yagami itu.. wah itu memang belum ada game theorynya bung.. baru nanti agak ke tengah ada. ktk kira vs aduh aku lupa namanya..
Well Bung Letjes..As you know..I haven't read comics for 6 years...
Frankly, I don't like comics...
Yeah, untunglah pake The Simpsons...Masih okelah buat gw...
setuju ma bung gaf, kau post lah satu artikel kasus komik untuk kita-kita yang gak baca komik..
apalagi harus capek2 download.. (yang dah download aja gak nemu game theory-nya)
post-mu nanti dibuat semenarik mungkin biar daku mau nge-download dan baca tuh si-death note..
thx!
walah walah.. buru2 bgt ya teman2 ini.
apalagi bung chaikal. iya bung, sy mengerti urgensi anda untuk segera mungkin menikah.. tapi sabar dl.. wah apa hubungannya ya?? hehehe pissss... just kidding bro
namanya jg pengenalan alias pengantar.. yg lebih detail nanti..ini lagi baca2 lagi dan memilah2 chapter2 komik mana yg pas.
thx
bisa neh buat ditempel di salah satu papan di gedung A, mungkin papan BOE atau Kanopi.
Mantap..mantap...
Jar menurut lu gimana?
Belajar ekonomi pakai komik? Setuju, apalagi buat orang2 macam saya yang suka nggak "ngeh", terlebih pada mata kuliah berbau kuantitatif. Saya jadi ingat, beberapa teman di kutek membeli buku komik tentang statistik.
Masalahnya, budaya komik/kartun/manga itu "tidak begitu dekat" dengan masyarakat luas di Indonesia (walaupun penjualannya sangat meningkat terus). Jangan-jangan kita perlu folklore, wayang kulit atau hikayat biar cepet ngerti masalah ekonomi?
Post a Comment