Dimana IO(t) dan PO(t) berturut-turut adalah pembayaran interest dan principal pada tahun t. Dapat diperhatikan terdapat.. katakanlah decreasing marginal interest payment dan increasing marginal principal payment. Misalnya, pada akhir tahun ke 15, atau setelah setengah periode, debitur melunasi hutangnya. Apakah yang terjadi? Pada tahun ke 15, ia sudah membayar PMT sebanyak 15 kali, yaitu sebesar Rp. 3.182.348.570. namun, ia tetap harus membayar pula sisa principal sebesar RP. 1.659.920.110, atau dengan kata lain, ia dianggap hanya telah melunasi sekitar 20% dari keseluruhan principal, atau hanya sekitar 10% dari PMT yang telah ia bayar.
Dengan demikian, maka keputusan prepayment yang dilakukan debitur tidak menguntungkan. Lebih menguntungkan bila tetap melakukan cicilan utang sampai jatuh tempo. Mari pelihara utang kita!

7 comments:
Tapi itu asumsinya suku bunga flat 10% selama 30 tahun yah..? Klo iya gw rasa ini asumsi yang tidak realistis, kecuali sistem yang dipakai adalah Murabahah (interest rate nya di ganti dengan mark up price). Setahu gw, biasanya bank menerapkan flat interest rate hanya pada dua atau tiga tahun pertama, selebihnya akan ditentukan kemudian berdasarkan kondisi pasar. Klo ini yang terjadi, bisa jadi prepayment menguntungkan atau sebaliknya, tergantung tingkat bunga periode non flat atau pada income and substitution effect dari perubahan suku bunga ini.
Bener nggak realistis. tapi hanya untuk mempermudah ilustrasi saja, sehingga digunakan asumsi "ceteris paribus". Sebenernya juga KPR biasanya kan bayar bulanan, bukan tahunan. Yap, bisa jadi lebih "mendingan" atau lebih parah kalo floating. Sebenernya tulisan tsb lebih ditujukan untuk nunjukin kalo pada setengah periode awal, >70% pembayaran yang dilakukan adalah untuk bayar bunga.
Mungkin secara hitung2 an matematika yang exact, lebih menguntungkan untuk mencicil hutang sesuai dengan jangka waktu.
namun kondisi ekonomi merupakan sesuatu yang abstrak mas. andaikata suddenly terjadi gejolak ekonomi yang membuat suku bunga melonjak tinggi atau terjadi coup de etat yang membuat kondisi politik tidak stabil bagaimana?
kalo dari kacamata pengusaha saya rasa kalo ada kesempatan melunasi hutang sebaiknya langsung dilunasi. saya pernah membaca kiat bisnis-nya Trihatma K. Haliman, salah satu orang terkaya di Indonesia (10 besar kalo tdk salah)bahwa hutang adalah sesuatu yang dapat membawa bencana. jadi filosofi bisnis beliau adalah "tidak berhutang".
saya pribadi sebetulnya tidak 100 % sepakat denganb T. K. Haliman. karena kalo bisa "hutang" kenapa harus "cash". Namun saya sepakat kalo bisa melunasi kenapa harus ditunda.
Salam
terima kasih atas partisipasi "koalisi anti utang".
Saya setuju bahwa faktor uncertainty dapat membawa resiko parah kalo kita punya utang. Kalo tiba-tiba floating rate nya naik karena ekonomi yang gonjang ganjing, yaa bisa bangkrut. Jadi tergantung preferensi resiko dan return (atau dalam hal ini lebih tepat 'debt cost') masing-masing orang. Yang jelas, juga banyak pengusaha yang sebagian besar modalnya itu dari utang.. jadi konglomerat dibiarin aja utangnya.
[B]NZBsRus.com[/B]
Forget Slow Downloads With NZB Files You Can Easily Search HD Movies, Games, MP3s, Applications and Download Them @ Alarming Rates
[URL=http://www.nzbsrus.com][B]Usenet Search[/B][/URL]
Making money on the internet is easy in the undercover world of [URL=http://www.www.blackhatmoneymaker.com]blackhat link building[/URL], It's not a big surprise if you haven’t heard of it before. Blackhat marketing uses alternative or misunderstood ways to generate an income online.
top [url=http://www.c-online-casino.co.uk/]uk casino[/url] hinder the latest [url=http://www.realcazinoz.com/]online casinos[/url] manumitted no store hand-out at the leading [url=http://www.baywatchcasino.com/]baywatchcasino
[/url].
Post a Comment