Tingkat produktivitas seorang pemain bola, terutama striker, tentu memiliki indikator yang dapat secara jelas dilihat, yaitu banyaknya gol yang dihasilkannya. Berdasarkan kasus Shevchenko, tentu kita dapat mengatakan bahwa marginal cost (MC) yang harus dikeluarkan
Apakah marginal benefit (MB) kehadiran Sheva dalam
Atau mungkin analisis ini menjadi terlalu bias jika hanya mengukur MC dan MB seorang pemain bola hanya berdasarkan produktivitas menghasilkan gol dengan biaya yang dikeluarkan klub-nya. Lebih lagi, peran seorang pemain bola tidak hanya bagaimana menghasilkan gol dan membuat klub-nya mendapatkan berbagai gelar dalam setiap musimnya. Seperti yang diungkapkan di sini, peran sentral dalam menghimpun pemain satu tim dan menjaga kekompakan bermain sepertinya indikator yang juga patut diperhitungkan.

3 comments:
wah...bung gaff...
harus perhitungan MBnya kurang tuh..
kan masih ada penjualan merchandise dengan nama si pemain, iklan yang dibawa si pemain, dll..
mungkin karena udah nyampe BEP, so si roman mau ngejual lagi k milan d...
fp
Wuahahaha secara gak langsung bisa dibilang: "Abis dipake, JUAL!"
Hehehehehe.....
untuk bisa MB>MC maka sheva harus membuat harga/gol dia saat di chelsea lebih kecil dari pada harga/gol waktu di AC Milan. (ini kalo dilihat dari sisi abramovich)
Kalo dari sisi sheva, malah sebaliknya. (asumsi MB hanya dihitung dari jumlah gol loh ya)
Pertanyaannya adalah, dimana equilibrium dari 2 kondisi yang saling bertolak belakang ini?
saya rasa solusinya adalah titik tengah jumlah gol sheva selama di chelsea dibanding di milan. Itulah kondisi MB=MC yang sesungguhnya..
Menurut anda?
Post a Comment